Tradisi Unik Berbagi Takjil Buka Puasa di Islamic Center Jakarta

News | Selasa, 14 Mei 2019 16:00
Tradisi Unik Berbagi Takjil Buka Puasa di Islamic Center Jakarta

Reporter : Maulana Kautsar

Mengurangi beban masyarakat yang tak mampu.

Dream - Bulan Suci Ramadan adalah bulan penuh berkah. Di bulan ini, banyak amalan ibadah yang dilipatgandakan pahalanya.

Salah satu kegiatan untuk menambah pahala itu dibuat Masjid Jakarta Islamic Centre (JIC) melalui Gerakan Lima Bungkus Nasi (Gemakusi).

Kepala Badan Managemen Jakarta Islamic Centre,  KH Ahmad Shodri mengatakan, Gemakusi berawal dari kegiatan untuk memenuhi konsumsi berbuka jemaah. Tetapi, kondisi yang terjadi, jumlah makanan kerap kurang.

" Dari keadaan tersebut saya berfikir mengapa kita tidak melibatkan masyarakat? Dari keaadaan tersebut tercetuslah sebuah ide Gemakusi untuk penyediaan hidangan berbuka bagi jamaah," kata Ahmad.

Pencetus ide gerakan Gemakusi, Muhammad Arif, menjelaskan kegiatan ini dilakukan sejak lima tahun yang silam. Arif mengatakan, tujuan dari kegiatan itu untuk menyinergikan hubungan masyarakat dan masjid.

" Agar masyarakat merasa memiliki dan tidak malu untuk memberikan hidangan berbuka sekalipun hanya satu dua bungkus nasi. Dengan cara itu kita bisa menghadirkan banyak donatur," kata Arif.

 

2 dari 2 halaman

Dana APBD

 Takjil dibagikan ke jemaah (Foto: Istimewa)© Istimewa

Takjil dibagikan ke jemaah (Foto: Istimewa)

Penanggung jawab kegiatan Gemakusi, Umi Nasyita, mengatakan, selama empat hari penyelanggaraan buka bersama ini, masyarakat sudah mulai tersosialisasikan.

" Sudah tiga hari ini banyak warga yang mengikuti Gemakusi. Alhamdulillah ada yang membawa 10, 20, 50 kotak nasi. Bahkan ada pengusaha yang bersedakah 150 box," ujar dia.

Meski masih kurang, Nasyita ingin, masyarakat menyumbangkan makanan siap sajinya ke masjid. " Saya menghimbau kepada warga silakan datang dan antar aja ke JIC makanan yang sudah siap saji ke kami. Pasti akan di distribusikan oleh Remaja Masjid JIC," kata dia.

" Sebenarnya JIC juga sudah menganggarkan menu buka bersama melalaui APBD tetapi terbatas sehingga peran serta warga masih sangat dibutuhkan," kata dia.

Buka bersama ini dimanfaatkan sejumlah warga yang memiliki beban keuangan keluarga.

" Saya dan anak-anak setiap hari berbuka di masjid JIC. Lumayan untuk mengurangi beban keluarga. Masalahnya suami saya kerjanya serabutan sedangkan anak saya tiga," kata Maesyaroh wanita paruh baya yang tinggal di belakang kompleks Masjid JIC.

Join Dream.co.id