Mitos dan Legenda Gerhana Matahari

News | Selasa, 8 Maret 2016 20:02
Mitos dan Legenda Gerhana Matahari

Reporter : Sandy Mahaputra

Yang paling unik adalah legenda gerhana matahari dari Islandia yang hampir mirip dengan kisah di Indonesia.

Dream - Salah satu peristiwa alam paling langka gerhana matahari total akan bergulir pada ini di wilayah Indonesia.

Gerhana matahari total, yaitu ketika bulan benar-benar menghalangi sinar matahari seluruhnya. Adalah peristiwa spektakuler, yang sangat diantisipasi oleh para ilmuwan dan sebagian masyarakat awam.

Namun tidak semua orang berharap bertemu dengan gerhana matahari total, terutama yang masih memiliki pemikiran tradisional atau yang percaya pada mitos.

Menurut mereka, hilangnya sinar matahari karena tertutup bulan secara perlahan-lahan diasumsikan sebagai peristiwa yang menakutkan atau membawa petaka bagi umat manusia.

Edwin C. Krupp, astronom dan direktur Observatorium Griffith di Los Angeles, menulis buku kisah-kisah kuno tentang mitos benda langit yang berjudul 'Beyond the Blue Horizon: Myths and Legends of the Sun, Moon, Stars and Planets'.

Menurut Krupp, kata eclipse (gerhana) diambil dari bahasa Yunani ekleipsis yang berarti ditinggalkan. Jadi, dalam tradisi Yunani kuno, ketika ada gerhana, maka matahari meninggalkan manusia dalam kegelapan, yang menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran bencana alam.

 

(Ism) 

2 dari 6 halaman

Gerhana dan Pembantaian

Dream - Kengerian akibat gerhana matahari juga terjadi pada abad 16 ketika seorang misionaris Spanyol bernama Fray Bernardino de Sahagún, mengisahkan pembantaian yang dilakukan suku Aztec di Meksiko Tengah.

Saat terjadi gerhana, suku Aztec merespons dengan kekacauan dan ketakutan.

" Orang-orang berteriak-teriak dalam kegelapan. Mereka yang memiliki kulit terang dijadikan tumbal," tulis De Sahagún, yang diceritakan kembali oleh Krupp dalam bukunya.

Keganasan akibat gerhana matahari tidak sampai di situ saja. Ketika terjadi gerhana matahari total, maka akan menjadi gelap selamanya! Setan kegelapan akan turun. Mereka akan memakan manusia.

 

3 dari 6 halaman

Raja Kuat Akan Mati Saat Gerhana

Dream - Mitos lain tentang gerhana matahari juga dimiliki oleh bangsa Mesopotamia Kuno.

Menurut mereka, gerhana matahari menjadi pertanda bahwa seorang raja yang sangat kuat akan mati dan banjir akan datang.

Munculnya gerhana menandakan Raman (dewa badai dan cuaca) akan mengurangi hasil panen.

 

4 dari 6 halaman

Sihir Jahat Gerhana

Dream - Dan di Australia, gerhana dipandang negatif oleh banyak-- tetapi tidak semua-- suku Aborigin.

" Mereka sering menghubungkan gerhana dengan pertanda buruk, sihir jahat, penyakit, darah dan kematian," kata sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan Juli 2011 di Journal of Astronomical History and Heritage.

 

5 dari 6 halaman

Monster Gerhana

Dream - Gerhana dikaitkan dengan mitos raksasa atau monster menelan matahari tidak hanya menjadi milik warga Indonesia. Tetapi juga penduduk beberapa negara dan budaya seperti Tiongkok, India, Maya, Viking, Siberia, Korea Selatan dan banyak lagi.

Di negara kita, mitos tentang gerhana matahari menyebutkan raksasa bernama Kala Rahu yang merebut air kehidupan dipenggal kepalanya oleh para dewa.

Marah, Kala Rahu mengejar dewa matahari dan dewa bulan. Raksasa Kala menelan kedua-duanya bulat-bulat. Akibatnya Bumi menjadi gelap gulita. Karena itu penduduk Bumi diperintahkan untuk membuat bunyi-bunyian.

Bunyi-bunyian itu akan membuat sang Kala panik dan memuntahkan kembali kedua dewa tersebut sehingga Bumi kembali terang seperti sedia kala. Kisah Kala ini hampir mirip dengan mitos gerhana matahari di India yang tertulis dalam kitab Mahabharata.

 

6 dari 6 halaman

Serigala Langit Gerhana

Dream Yang paling unik adalah legenda gerhana matahari dari Islandia yang hampir mirip dengan kisah di Indonesia. Dikisahkan, Viking menganggap gerhana disebabkan oleh serigala langit bernama Skoll yang mencuri matahari.

Orang-orang akan berusaha mengambil kembali matahari dengan membuat bunyi-bunyian sekeras mungkin.

Bunyi-bunyian itu untuk menakut-nakuti serigala langit agar memuntahkan makanannya. Kisah ini diceritakan penulis Islandia abad ke-13 Snorri Sturluson, yang menulis buku Tales from Norse Mythology.

Dalam Islam, gerhana bukan semata-mata fenomena alam dan kejadian antariksa, namun, sarat dengan nuansa religius.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk salat, memperbanyak dzikir dan doa. Beliau SAW bersabda; " Apabila kalian melihat gerhana, tunaikan salat dan berdo’a sampai kondisinya normal" . (HR Al-Bukhari dan Muslim).

(Ism, Sumber: Livescience)

 

Join Dream.co.id