Bekas Kepala Mossad Kutuk PM Israel dari `Dalam Kubur`

News | Rabu, 6 April 2016 11:28
Bekas Kepala Mossad Kutuk PM Israel dari `Dalam Kubur`

Reporter : Eko Huda S

Dagan menuding Netanyahu telah meletakkan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional.

Dream - Mantan Kepala Intelijen Israel (Mossad), Meir Dagan, melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Kritik itu disampaikan melalui sebuah wawancara dengan media Israel, yang diterbitkan pada Senin pekan ini.

Dagan merupakan Kepala Mossad periode 2002 hingga 2010. Selama menjabat, prestasinya adalah menggagalkan program nuklir Iran dan menentang aksi militer untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Dia meninggal dalam usia 71 tahun pada 17 Maret silam. Tapi, kematian Dagan dirahasiakan hingga Senin pekan ini, sampai wawancara dengan wartawan koran Yedioth Ahronoth –yang dilakukan sebelum kematiannya– diterbitkan.

Sejumlah media pun menulis tajuk Dagan mengritik Netanyahu dari “ dalam kubur”.

Dalam wawancara itu, Dagan menuding Netanyahu telah meletakkan kepentingan pribadi di atas kepentingan nasional. Tak hanya Netanyahu, Dagan juga menyoroti Menteri Pertahanan, Ehud Barak. “ Saya tahu banyak tentang perdana menteri. Tak satu pun dari mereka yang suci,” kata Dagan.

Menurut Dagan, baik Netanyahu maupun Barak memiliki sifat yang sama. Pemimpin negara umumnya bersifat arif. Apabila kepentingan probadi berbenturan dengan kepentingan nasional, maka yang didahulukan adalah kepentingan nasional.

Tapi, “ Ada dua orang yang saya tidak bisa bilang seperti itu –Bibi dan Barak,” kata dia. Bibi adalah panggilan Netanyahu. Sementara Barak adalah Ehud Barak.

Netanyahu dan Barak dilaporkan memberikan perintah kepada militer Israel pada 2010 untuk menyiapkan serangan kepada Iran. Meski perintah itu tak pernah terwujud dalam serangan terhadap Iran.

Dagan menentang keras perintah itu. “ Bibi merupakan manajer terburuk yang saya kenal,” kata Dagan yang semasa hidupnya mengidap kanker hati dan menjalani transplantasi itu.

“ Hal terburuk adalah bahwa dia punya sifat tertentu seperti Ehud Barak. Mereka berdua percaya bahwa mereka merasa paling jenius di dunia dan tidak ada yang memiliki apa yang mereka inginkan.”

Menurut Dagan, penggunaan kekuatan militer untuk menghentikan program nuklir Iran hanya didasarkan pada asumsi. Cara itu, kata dia, tidak benar.

“ Kemampuan militer itu tidak ada.” Satu-satunya hal yang bisa dilakukan, kata dia, adalah menangguhkan program itu dalam periode tertentu.

Pada masa kepemimpinan Dagan, Mossad diduga kuat membunuh ilmuwan nuklir Iran, meledakkan fasilitas nuklir, dan menggunakan virus komputer untuk merusak pengayaaan uranium. (Sumber: Al Arabiya)

Terkait
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id