Dorong Prestasi LAZ Lewat Baznas Award

News | Selasa, 27 Agustus 2019 14:00
Dorong Prestasi LAZ Lewat Baznas Award

Reporter : Ahmad Baiquni

Baznas kembali memberikan penghargaan kepada LAZ yang berprestasi.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar malam anugerah Baznas Award 2019. Gelaran tahun ke tiga ini bakal memberikan penghargaan kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, penghargaan ini bertujuan memicu LAZ, baik Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BUMN, perusahaan swasta, kepala daerah, dan tokoh yang mendukung kegiatan zakat infak dan sedekah (ZIS).

" Intinya untuk mendorong memotivasi kinerja pengelolaan zakat," ujar Bambang di Jakarta, Senin 26 Agustus 2019.

Ketua Panitia Baznas Award 2019, Jaja Jaelani, menambahkan, penghargaan ini melibatkan 482 lembaga zakat. Penghargaan dibagi menjadi 34 kategori, di antaranya pertumbuhan ZIS terbaik, kreativitas penghimpunan ZIS terbaik serta Baznas dan LAZ Provinsi, Kabupaten/Kota terbaik.

Menurut Jaja, proses pendaftaran Baznas Award 2019 dilakukan sejak bulan Juni-Juli 2019. " Kami melakukan proses penilaian selama satu bulan," ucap dia.

Para juri, kata Jaja, melakukan penilaian menggunakan Index Zakat Nasional terbitan Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas.

2 dari 6 halaman

OVO Kucurkan Rp500 Juta untuk Kampung Tanggap Bencana Baznas

Dream - Wilayah Indonesia berada di atas cincin api. Wilayah itu akan sering terjadi bencana alam.

Untuk itu meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran bencana, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membentuk Kampung Tanggap Bencana untuk mengedukasi masyarakat.

" Maka kami punya program Kampung Tanggap Bencana. Ini sudah dibentuk sejak 2016 lalu, pertama di Subang, Jawa Barat," ujar Kepala Divisi Pendistribusian Baznas, Ahmad Fikri, di Jakarta, kemarin. 

Total, Baznas membentuk 16 Kampung Tanggap Bencana. Lokasi kampung itu berada di Banten, Riau, Sulawesi Tengah, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua.

Fikri mengatakan, tujuan dibentuknya Kampung Tanggap Bencana ini untuk memberi kemampuan ketika menghadapi bencana, serta mampu memulihkan kondisi pasca bencana terjadi.

" Kampung Tanggap Bencana dibentuk untuk mewujudkan masyarakat yang mampu mengantisipasi dan meminimalisasi kekuatan yang merusak, melalui adaptasi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, platform digital OVO juga turut memberikan donasi dari pengguna sebesar Rp500 juta untuk Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Desa Ciladeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak dan Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.

" Dalam program ini, OVO bersama dengan para pengguna berhasil mengumpulkan Rp500 juta yang dimanfaatkan dalam program pencegahan bencana oleh masyarakat di Banten," ujar Head of Public Relation OVO, Sinta Setyaningsih. (ism) 

3 dari 6 halaman

Raih Dana ZIS Rp206 Miliar Pada 2018, Baznas Raih WTP

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendapat predikat wajar tanpa pengecualiannya (WTP) dalam laporan keuangan 2018. Audit itu dilakukan kantor akuntan publik AR Utomo.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, lembaganya sudah meraih predikat WTP dalam laporan keuangannya sejak 2001.

" Baznas bisa mempertahankan wajar tanpa pengecualian ini sudah didapat dari 2001. Baznas ini akuntabel dengan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.

Menurut Bambang, Baznas pusat mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), sebesar Rp206 miliar pada 2018.

" Angka tersebut meningkat 25,4 persen dari capaian tahun 2017," ucap dia.

4 dari 6 halaman

Laporan Keuangan Baznas

Selain itu, Baznas juga mencapai rasio pengumpulan dan penyaluran dana ZIS sebesar 93 persen. Berdasarkan kategori World Zakat Forum, rasio tersebut masuk dalam prinsipal efektif.

Pimpinan Kantor Akun Publik AR Utomo, Ahmad Toha mengatakan, laporan keuangan Baznas selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Baik dari sisi pemasukan maupun penyalurannya.

" Karena dana yang dikumpulkan semakin banyak dan program semakin banyak sehingga audit ini agak panjang. WTP ini tidak lahir begitu saja," kata Toha.

5 dari 6 halaman

Pakai Hitungan Nisab Zakat, Ketua Baznas Sebut Orang Miskin RI Lebih Banyak

Dream - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyatakan 40 persen masyarakat Indonesia tergolong dalam kategori miskin. Penilaian itu merujuk pada perhitungan nisab zakat untuk kategori warga miskin. 

Untuk diketahui, pemerintah menyatakan jumlah penduduk miskin Indonesia hanya mencapai 9,6 persen atau 25 juta jiwa.

" Kriteria miskin kalau menggunakan data pemerintah itu, kalau per orang penghasilan minimumnya Rp772 ribu perbulan. Kalau per keluarga itu Rp3 juta per bulan," ujar Bambang di kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Bambang menjelaskan, apabila berdasarkan nisab zakat, kriteria miskin menurut Islam melekat pada warga yang masuk kategori mustahik atau penerima zakat.

" Kalau gunakan standar emas itu Rp4,7 juta per bulan, kalau beras Rp5,2 juta per bulan," ucap dia.

Merujuk dari perhitungan tersebut, Bambang memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia lebih banyak dari yang ditetapkan pemerintah. 

" Menurut pemerintah itu 9,6 persen penduduk miskin, tapi kalau gunakan garis nisab, 40 persen," kata dia.

6 dari 6 halaman

Baznas Gandeng Unicef Bantu Anak-Anak Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama dengan United Nation Children's Fund (Unicef). Kerja sama ini memungkinkan Baznas menyalurkan batuan kepada anak-anak miskin.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih banyak lagi membantu anak-anak di dunia. Khususnya Indonesia yang masuk kategori miskin.

" Bentuk bantuan terfokus pada anak-anak dan remaja yang bersifat berkelanjutan agar masa depan mereka bisa lebih baik," ujar Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu berujar sebelum kerja sama ini dijalin, Baznas juga telah memiliki banyak program untuk membantu anak-anak kurang mampu. Salah satunya mendirikan Sekolah Cendekia Baznas.

Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan, kerja sama ini berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Dari sisi kesehatan akan berfokus pada kebutuhan mandi, cuci, kakus serta perbaikan sistem sanitasi yang merupakan masalah dasar pemicu penyakit.

Selain itu, Baznas dan Unicef juga berfokus pada kecukupan gizi, perlindungan anak dan sosial serta pemberdayaan kaum muda. " Saya berharap, kerja sama ini menjadi model untuk negara-negara lain," kata Debora.

Terkait
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'
Join Dream.co.id