Yuk Berkurban di Desa, Banyak Mustadhafin Belum Tersentuh

News | Kamis, 4 Juli 2019 15:02
Yuk Berkurban di Desa, Banyak Mustadhafin Belum Tersentuh

Reporter : Ahmad Baiquni

Masih banyak kaum mustadhafin yang belum tersentuh berkah Idul Adha.

Dream - Syariah kurban yang disunahkan bagi umat Islam tidak semata dalam bingkai ibadah. Di baliknya tersimpan potensi pemberdayaan ekonomi, terutama bagi kelompok mustadhafin atau kurang mampu.

Di Indonesia, mereka yang masuk dalam kelompok mustadhafin sebagian besar ada di desa dan kawasan terpencil. Ada sebagian dari mereka yang belum merasakan berkah Idul Adha berupa daging kurban.

Berangkat dari fakta itu, Badan Amil Zakat Nasional mengajak masyarakat untuk berkurban di desa lewat program Kurban Berdayakan Desa (KBD). Lewat program ini, hewan kurban akan disalurkan ke titik-titik krusial sehingga nikmat kurban bisa menyentuh desa.

" Inti dari program ini adalah berkurban dengan program KBD mempermudah para mudhohi (pemberi kurban) menyalurkan hewan kurbannya ke desa-desa," kata Ketua Panitia Nasional Kurban Baznas, Indra Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Tujuan lain dari program KBD ini adalah mengajak umat Islam untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Indra mengatakan hewan kurban untuk program ini disediakan Baznas dengan cara membeli langsung dari peternak di desa-desa, bukan lewat pengepul atau tengkulak. Setelah itu, hewan kurban disembelih dan didistribusikan di desa yang juga ditinggali peternak itu.

Baznas menargetkan berkah Idul Adha berupa 3.000 ekor kambing dapat dirasakan oleh 60 ribu Kepala Keluarga atau 240 ribu penduduk desa di seluruh Indonesia.

Para mudhohi juga dipermudah dalam melakukan pembelian hewan kurban lewat berbagai platform. Mulai dari Kitabisa.com, Buka Lapak dan platform lain yang bekerja sama dengan Baznas.

(Sah, Laporan : Vika Novianti Umar)

2 dari 6 halaman

Subhanallah, Potensi Penjualan Hewan Kurban di Indonesia Rp69 Triliun

Dream - Tinggal sebulan lagi, umat Islam Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Momen ini dimanfaatkan banyak lembaga filantropi untuk menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk berkurban.

Ketua Panitia Nasional Kurban Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohammad Indra Hadi, mengatakan potensi penjualan hewan kurban di Indonesia sangat tinggi. Ini mengingat jumlah umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

" Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia, kurban menyimpan potensi sebesar Rp69,9 triliun," ujar Indra di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Untuk itu, dia berharap lewat program Kurban Berdayakan Desa yang digagas Baznas, masyarakat yang berada di pedesaan turut merasakan berkah perputaran uang seputar kurban itu.

" Diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengemban pemberdayaan desa," kata dia.

Tahun ini, Baznas menargetkan penjualan kambing kurban sebanyak 3.000 ekor seharga masing-masing Rp2,5 juta. Nantinya, penyaluran kambing kurban itu disebar di 50 titik di seluruh Indonesia.

Indra menjelaskan hewan kurban yang dijual diambil langsung dari peternak binaan Baznas yang tersebar di 21 titik. Selain itu juga dari para peternak di masing-masing titik penyebaran.

" Mayoritas penyaluran dari Aceh sampai Papua, tapi yang terbanyak masih di Jawa," kata dia.

3 dari 6 halaman

Baznas Target Zakat Rp25 Miliar dari Platform Digital

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) saat ini sudah menjalin kerja sama dengan beberapa platform digital untuk meningkatkan pertumbuhan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Yang terbaru, Baznas menjalin kerja sama dengan platform digital milik BUMN, LinkAja.

" Baznas memberikan kemudahan layanan, memfasilitasi masyarakat yang peduli sesamanya juga menunaikan kewajibannya sebagai Muslim yang taat," ujar Head of Retail Division Baznas, Fitriansyah Agus Setiawan, di kantornya, Jakarta, Senin 20 Mei 2019.

Menurut Agus, Baznas menargetkan dana ZIS secara nasional terkumpul sebanyak Rp250 miliar untuk tahun ini. Dari total dana tersebut, sebanyak 10 persen diharapkan bisa dihimpun lewat platform digital.

" Tahun ini target dari platform digital 10 persen, dalam dua, tiga tahun, targetnya meningkat 50 persen," ucap dia.

Sementara, Head of Corporate Communication LinkAja, Putri Dianita, berharap kerja sama yang terjalin dengan Baznas mampu mempermudah transaksi zakat.

" Saat ini pengguna terdaftar (LinkAja) angkanya range 33 juta. Kita juga mendorong (masyarakat) untuk melakukan zakat secara mudah," kata Putri.

 

4 dari 6 halaman

Strategi Baznas Perbaiki Ekonomi Anak-anak Dhuafa

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki program wirausaha millienials. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak dhuafa yang masih bersekolah.

" Memang sasaran targetnya sekolah-sekolah, jadi kita ingin mendorong semangat usaha sejak dini," ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik di kantornya, Jakarta, Jumat 10 Mei 2019.

Irfan menjelaskan program ini akan memberikan pelatihan kepada para siswa, salah satunya di Sekolah Cendekia Baznas (Baznas), Bogor. Di sekolah ini, 100 persen siswa berasal dari kalangan dhuafa.

Para siswa akan dilatih bagaimana memproduksi hingga memamerkan hasil produksinya. " Rencana (pelatihan) 25 hingga 26 Mei 2019," ucap dia.

Irfan mengatakan, program ini bertujuan murni untuk memberikan pelatihan. Bukan semata memberikan modal usaha.

Sebab, kata Irfan, target pelatihan masih berusia remaja. Target peserta yang mengikuti pelatihan ini yakni 300 siswa.

" Jadi karena ini tentu lebih sifatnya pelatihan, kalau bicara pemberian modal, bukan di situ. Karena konteksnya pelatihan usaha millenials, sense of bisnisnya kita tumbuhkan," kata dia.(Sah)

5 dari 6 halaman

Baznas Petakan Mustahik dan Muzaki Pakai Data Dukcapil

Dream - Badan Amil Dalil Nasional (Baznas) bersama Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, menjalin kerja sama memanfaatkan data kependudukan untuk memetakan mustahik (penerima zakat) dan muzaki (pemberi zakat).

" Data kependudukan yang sangat detail, sehingga kita lebih bisa mengidentifikasi muzaki potensial dan ketika kita menyalurkan menyasar dengan sebaik-baiknya," ujar Ketua Baznas, Bambang Sudibyo di kantornya, Rabu, 8 Mei 2019.

Bambang mengatakan, dengan berbasis data diharapkan tidak terjadi penyaluran ganda kepada mustahik. Sehingga, penyaluran zakat dapat tepat sasaran.

" Maka akan kita susun pendapatan per kapita berapa ini, bisa kita dapatkan datanya di Ditjen Dukcapil," ucap dia.

 

6 dari 6 halaman

1.210 Lembaga Sudah Kerja sama

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrullah mengatakan saat ini sudah lebih dari seribu lembaga yang bekerja sama memanfaatkan data dukcapil.

" Dan kami sudah kerja sama 1.210 lembaga yang sudah kerja sama. Semangatnya semua mustahik dan muzaki nanti terdata," kata Zudan.

Zudan menuturkan, dengan kerja sama ini pemetaan data mutahik dan muzaki bisa lebih baik. Sehingga, nantinya para mustahik dapat terbantu dengan baik dan harapan lebih jauhnya mereka akan tumbuh menjadi muzaki.

Meski data dukcapil bisa diakses oleh lembaga lain, Zudan menjamin data tersebut aman karena sebelum sepakat untuk melakukan kerja sama.

Ditjen Dukcapil akan terlebih dahulu melihat kredibilitas lembaga tersebut.

" Ini data kita bersama yang perlu kita optimalkan dan dijaga kerahasiaannya," ujar dia. (ism)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id