Pasien Termuda, Bayi 6 Pekan Positif Covid-19 Meninggal Saat Mau Dibawa ke RS

News | Minggu, 5 April 2020 09:01
Pasien Termuda, Bayi 6 Pekan Positif Covid-19 Meninggal Saat Mau Dibawa ke RS

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Bayi tersebut ditemukan sudah tak bernapas sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Dream - Bayi baru berusia enam pekan di Connecticut Amerika Serikat meninggal dunia akibat terpapar virus corona Covid-19. Kematian bayi tersebut dinyatakan kasus pasien termuda yang meninggal akibat Covid-19 yang terjadi di Negeri Paman Sam.

Gubernur Connecticut, Ned Lamont, dalam kicauannya di Twitter memberikan pernyataan bayi itu ditemukan sudah tak bernyawa saat hendak dilarikan ke rumah sakit.

" Tes yang dijalankan bahwa benar sang bayi telah terpapar Covid-19. Hal ini benar-benar memilukan. Kami percaya meninggalnya bayi ini menjadi kasus Covid-19 termuda di manapun," ujar Lamont, dikutip dari Channel News Asia.

Pekan lalu, kepolisian Illinois melakukan investigasi kasus kematian seorang bayi di bawah usia satu tahun yang positif terpapar virus corona. Media lokal mengungkapkan umur bayi tersebut adalah sembilan bulan.

2 dari 6 halaman

Semi-Lockdown

Virus covid-19 menyebar sangat cepat dan telah menyebabkan 4.476 kematian di AS. Virus ini diyakini lebih berbahaya bagi lansia, tetapi semakin hari dugaan dugaan semakin tidak valid.

Sebabnya, banyak kasus orang positif Covid-19 masih di usia muda bahkan anak-anak.

Tingginya angka kasus positif di AS membuat New York, Connecticut dan New Jersey menerapkan semi-lockdown. Ketiga negara bagian tersebut memiliki angka kematian mencapai 2.000 kasus dan menjadi negara bagian dengan kematian terbesar di AS.

Penduduk di tiga negara bagian tersebut sudah diimbau untuk tinggal di rumah. Mereka hanya boleh keluar urusan yang sangat penting.

" Virus ini telah menyerang kita tanpa henti. Hal ini yang mendasari pentingnya tinggal di rumah dan melakukan social distancing," tulis Lamont pada kicauan twitternya.

3 dari 6 halaman

Khabib Nurmagomedov Tolak Pertarungan Demi Karantina Lawan Corona

Dream - Petarung bebas asal Rusia, Khabib Nurmagomedov, menolak bertarung di laga perebutan gelar juara kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) melawan Tony Ferguson, yang rencananya digelar 18 April 2020.

Di laman Instagram resminya, Khabib menulis alasannya menolak pertarungan tersebut.

" Seluruh dunia harus dikarantina, pemerintah semua negara, orang-orang terkenal di seluruh dunia mendesak orang untuk mengikuti semua persyaratan keselamatan untuk membatasi penyebaran penyakit, untuk menyelamatkan manusia, dan Khabib harus melepaskan kewajibannya dan menunjukkan kehendak bebas, alih-alih terbang untuk berlatih di belahan dunia lain, dan hanya demi pertarungan?" tulis Khabib, Jumat, 3 April 2020.

Khabib menyadari, pembatalan pertarungan ini akan membuat pendukungnya kesal. Tetapi, dia merasa tak punya kendali atas apa yang terjadi saat ini.

" Negara-negara terbesar dan perusahaan terbesar di zaman kita dikejutkan oleh apa yang terjadi, setiap hari situasinya berubah tanpa terduga," ujar dia.

4 dari 6 halaman

Tanding Ulang

Dilaporkan ESPN, penantangnya, Tony Ferguson, mengatakan juara ringan UFC milik Khabib harusnya dicopot. Dia menyebut, Khabib melarikan diri dari pertarungan karena takut.

" Dia harus dicopot gelarnya," kata Ferguson.

Sementara itu, dilaporkan Yahoo Sport, Presiden UFC, Dana White, tidak akan menghentikan gelaran UFC 249 pada 18 April 2020.

Dia mengkritik sikap Khabib yang menolak pertarungan meski pejabat Rusia dikabarkan mengizinkan pesawat pribadi terbang ke luar negeri.

" Semua orang tahu dia tidak akan bertarung," kata Dana.

Rencananya, Dana akan mengatur ulang pertarungan. Rencananya Tony Ferguson akan dijadwalkan bertarung denagn Justin Gaethje.

" Saya tidak memberi tahu media tentang detail pertarungan," tulis dia.

5 dari 6 halaman

Khabib Nurmagomedov Pastikan Tak Bertanding Saat Ramadan

Dream - Petarung bebas kelas dunia asal Rusia, Khabib Nurmagomedov dipastikan tidak akan betanding di bulan Ramadan 2019. Kabar itu disampaikan Presiden Ultimate Fighting Championship (UFC) Dana White.

" Itu diantara satu alasannya, dia menjalani larangan bertanding dan kemudian tak bertanding ketika Ramadan. Dia akan kembali bertanding pada September," kata Dana, dilaporkan MMA Manis, Kamis, 4 April 2019.

Khabib menargetkan akan kembali bertanding pada November. Tetapi, majunya jadwal tanding Khabib itu karena untuk memenuhi kepastian peringkat petarung kelas bulu, antara Max Holloway dan Dustin Poirier.

Max dan Dustin akan bertanding untuk memperebutkan gelar juara kelas bulu sementara yang ditinggalkan Khabib.

Khabib terakhir bertanding pada gelaran UFC 229, Oktober 2018. Khabib mengalahkan petarung Irlandia, Conor McGregor. 

6 dari 6 halaman

Alasannya...

Tapi, pertarungan itu berakhir dengan perkelahian di luar oktagon. Khabib dan dua orang timnya menyerang tim McGregor.

Komisi Atletik Negara Bagian Nevada (NSAC) memutuskan untuk menangguhkan Khabib dan mendendanya sebesar US$ 500.000.

Ini bukan kali pertama Khabib tak bertanding pada Ramadan. Pada gelaran UFC 200, Khabib menolak bertanding karena bersamaan dengan Ramadan.

Khabib beralasan, tak dapat bertanding di bulan Ramadan karena persoalan persiapan fisiknya.

" Saya tidak bisa bergabung dalam perayaan pertandingan itu. Ketika UFC bertanya kepada, saya menyadari bahwa UFC 200 pada Juni 2016 bertepatan dengan Ramdan dan Idul Fitri. Kami mungkin akan menonton pertandingannya di televisi," ucap dia, dikutip dari Bloodyelbow.

Join Dream.co.id