Fenomena Misterius, Banyak Kelelawar Mati Berjatuhan di Israel

News | Jumat, 27 Maret 2020 14:31
Fenomena Misterius, Banyak Kelelawar Mati Berjatuhan di Israel

Reporter : Sugiono

Warga minta lingkungan mereka disemprot disinfektan. Warga khawatir kematian kelelawar misterius itu membawa dampak parah wabah corona.

Dream - Wabah virus corona baru, Covid-19, yang berasal dari Wuhan, China, hingga kini masih menjadi perhatian dunia.

Masalahnya, hingga Jumat, 27 Maret 2020, sudah puluhan ribu orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab Covid-19 adalah virus corona baru yang dibawa oleh binatang kelelawar buah atau biasa disebut dengan codot.

Akibatnya, setiap kejadian yang melibatkan kelelawar selalu dikaitkan sebagai sumber wabah virus corona baru.

2 dari 9 halaman

Kelelawar Berjatuhan Tanpa Sebab

Baru-baru ini terjadi insiden yang menghebohkan di Israel terkait dengan kelelawar. Serangkaian foto memperlihatkan kelelawar mati tanpa sebab tergeletak di rerumputan.

 Kelelawar berjatuhan secara misterius di Israel.© Facebook Adi Moskowitz

Foto viral di Facebook itu diposting oleh netizen Adi Moskowitz. Dia menemukan puluhan kelelawar mati di Taman Gan Leumi di Ramat Gan pada hari Sabtu, 22 Maret 2020.

Wabah kelelawar mati ini juga diperkuat dengan video yang direkam beberapa mil oleh warga di Pardes Katz, Bnei Brak.

Dalam video itu, warga menemukan beberapa ekor kelelawar mati di tepi dan tengah jalan. Kelelawar yang ditemukan mati itu masih kecil dan tidak menunjukkan trauma.

3 dari 9 halaman

Khawatir Membawa Virus Corona

Sementara itu, pendiri kelompok Masyarakat Kelelawar Israel, Nora Lifshitz, mengatakan ini adalah fenomena yangsangat langka.

Dia sendiri tidak begitu paham dengan fenomena yang sedang terjadi tersebut. Lifshitz hanya memberi penjelasan soal cuaca dingin sebagai penyebabnya.

 Kelelawar mati kemungkinan karena cuaca dingin.© Facebook Adi Moskowitz

" Ini mungkin karena cuaca dingin yang dibawa oleh badai pada akhir pekan ini," katanya

Namun Lifshitz mengakui bahwa itu masih sebatas teori. Dia belum pernah menyaksikan fenomena seperti ini sebelumnya.

Netizen Israel pun heboh. Mereka takut bangkai kelelawar ini akan membawa virus corona baru, Covid-19, ke lingkungan mereka.

Beberapa komentar di Facebook meminta area mereka disemprot disinfektan untuk mengantisipasi penularan virus corona baru.

Sumber: Breaking Israel News

4 dari 9 halaman

Kelelawar di Indonesia Mengandung Virus Corona, Ini Sebarannya

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

5 dari 9 halaman

Cara Menghindarinya: Jangan Memakan Buah

Lebih lanjut, kata dia, virus corona yang ditemukan di kelelawar wilayah Indonesia itu berjenis pemakan buah.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar.

 

 Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono© Situs Resmi IPB

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono (Foto: Situs resmi IPB) 

" Ada lebih dari 50 jenis kelelawar. Banyak jadi ada kelelawar pemakan serangga ada, seperti vampir juga ada. (Indonesia) itu ada beberapa kelelawar, prinsipnya itu kelelawar buah. Ada di jurnal yang kita publish," kata dia.

6 dari 9 halaman

Sup Kelelawar Diduga Jadi Penular Virus Corona ke Manusia

Dream - Saat ini wabah corona tengah mewabah di Wuhan, China. Berbagai upaya dilakukan Negeri Tirai Bambu agar wabah tidak meluas.

Dilansir DailyStar, yang mengutip laporan Buletin Sains China, kelelawar buah diduga sebagai pembawa virus corona.

Sementara sup kelelawar yang merupakan kuliner terkenal di kota Wuhan menjadi perantara yang menularkan virus ke manusia.

 sup kelelawar© dailystar

7 dari 9 halaman

Pembawa Virus Corona Adalah Kelelawar Buah

Dugaan kelelawar buah sebagai perantara virus corona ini juga didukung oleh kelezatan sup kelelawar dari kota Wuhan yang sangat terkenal di dunia.

Beberapa ahli melalui laporan mereka di Buletin Sains China menyatakan bahwa kelelawar buah kemungkinan menjadi pembawa virus tersebut.

Disebutkan bahwa di awal penyebarannya, para ahli meremehkan kondisi virus corona karena mirip dengan pneumonia dan SARS.

8 dari 9 halaman

Warga Wuhan Suka Makan Sup Kelelawar

Kecurigaan para ahli di Buletin itu didukung dengan foto dan video warga Wuhan menyantap sup kelelawar yang viral di media sosial.

Sebuah video memperlihatkan seorang gadis kelelawar ke mulutnya pakai sumpit saat makan malam bersama teman-temannya.

Di kesempatan terpisah, seorang warga Wuhan memotret seekor kelelawar yang menyeringai di depan kamera sebelum memakannya.

Namun ada yang aneh dengan sup kelelawar yang disantap warga Wuhan. Terlihat bagian dalam perut kelelawar mengambang di antara kaldu sup.

9 dari 9 halaman

Yang Terinfeksi Virus Corona Sudah 4.000 Jiwa

Para ahli menduga bahwa virus corona Wuhan memang berasal dari kelelawar buah yang dimasak jadi sup.

" Virus corona Wuhan bisa jadi berasal dari kelelawar (buah). Tetapi antara kelelawar dan manusia mungkin ada perantara yang tidak diketahui," kata seorang ilmuwan.

Profesor Neil Ferguson, direktur Pusat Penelitian Medis untuk Analisis Penyakit Infeksi Global, mengatakan perkiraan jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Wuhan adalah sekitar 4.000 jiwa.

Sumber: Daily Star

Join Dream.co.id