Bali Menyongsong Status Herd Immunity, Tinggal 800 Ribu Vaksinasi Lagi!

News | Sabtu, 12 Juni 2021 06:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Sudah 2,2 juta masyarakat Bali menerima vaksinasi dari target capaian herd immunity sebesar 70 persen atau 3 juta jiwa.

Dream - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Sonny Harmadi, menyatakan Bali kini sedang bersiap mencapai status herd immunity atau kekebalan komunal. Status itu dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam mengikuti vaksinasi Covid-19.

" Kita punya target minial 3 juta orang Bali divaksin untuk mencapai target kekebalan kelompok 70 persen dari populasi," ujar Sonny Sosialisasi Bali Bangkit, disiarkan kanal YouTube Direktorat Promkes dan PM Kemenkes RI.

Sonny menyatakan Bali termasuk provinsi dengan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggi dalam vaksinasi. Bahkan yang tertinggi di antara daerah lain di Indonesia.

Hingga saat ini, sebanyak 1,5 juta orang di Bali telah menerima dosis vaksin pertama. Sedangkan jumlah penerima dosis vaksin kedua sebanyak 676 ribu orang.

Jika digabungkan, maka sudah ada 2,2 juta warga Bali yang menerima vaksinasi. Untuk mencapai herd immunity, Bali masih membutuhkan 800 ribu orang lagi yang mengikuti vaksinasi.

" Sebentar lagi bisa mencapai kekebalan kelompok mendukung Bali untuk bangkit," kata dia.

Bali Menyongsong Status Herd Immunity, Tinggal 800 Ribu Vaksinasi Lagi!
Vaksinasi (Liputan6.com)
2 dari 6 halaman

Kepatuhan Prokes di Bali Cukup Tinggi

Ditambah, tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di Bali juga cukup tinggi. Sonny mengatakan seluruh kabupaten di Bali memiliki tingkat kepatuhan memakai masker mencapai 93 persen.

Hanya ada dua kabupaten yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak di bawah rata-rata. Dua kabupaten tersebut yaitu Klungkung dan Gianyar.

" Namun, kami sangat mengapresiasi kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang kami amati setiap hari di dashboard monitoring perubahan perilaku untuk Bali sangat baik," kata dia.

3 dari 6 halaman

WHO: Vaksinasi Covid-19 Indonesia Tercepat se-Asia Tenggara

Dream - Perwakilan WHO menyatakan Indonesia merupakan negara tercepat se-Asia Tenggara dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Pasokan vaksin dalam negeri juga dinilai cukup aman.

Immunization Officer WHO Indonesia, Olivi Silalahi, mengatakan, Indonesia cukup beruntung karena pemerintah berhasil mengamankan pasokan vaksin lebih dini. Ditambah lagi, vaksinasi dilakukan dengan gebyar cukup besar.

" Didukung oleh Presiden kita yang terus monitoring pelaksanaan vaksinasi dan juga Bapak Menteri Kesehatan," ujar Olivi dalam dialog virtual disiarkan kanal FMB9ID_IKP.

Dibandingkan negara-negara lain yang masuk cakupan WHO South-East Asia Regional Office (SEARO), kata Olivi, Indonesia di urutan kedua negara dengan penduduk terbanyak sudah menerima vaksinasi. Urutan pertama ditempati India.

Olivi menerangkan untuk ukuran negara yang belum memproduksi sendiri vaksin Covid-19, Indonesia sudah cukup maju dalam melaksanakan vaksinasi. Meski begitu, masih ada tangangan yang dihadapi Indonesia.

" Tantangan dalam menjangkau kelompok-kelompok yang memang rentang apabila terkena Covid-19, akan menjadi kasus yang berat dan bahkan kematian," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Sistem Kesehatan Siap

Olivi mengatakan Indonesia punya banyak pengalaman vaksinasi rutin. Secara umum, sistem kesehatan di Indonesia sudah siap melaksanakan vaksinasi dalam skala besar.

" Namun, seperti yang sudah kita bahas, keterbatasan vaksin menjadi tantangan di seluruh negara termasuk Indonesia," kata dia.

Lebih lanjut, Olivi mengingatkan vaksinasi hanya salah satu cara mencegah pandemi Covid-19. Dia kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

" 3M, 3T tetap harus dikuatkan karena ini saling melengkapo, tidak bisa ada satu dan dua, tetapi harus bisa dilakukan bersama-sama," ucap Olivi.

5 dari 6 halaman

Syarat dan Cara Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Umur 18 Tahun di Jakarta

Dream - Pemprov DKI Jakarta telah membuka penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat ibukota yang berusia minimal 18 tahun ke atas. Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan vaksinasi hanya dapat diberikan kepada masyarakat yang berdomisili di Ibu Kota.

" Cukup membawa KTP atau surat domisili dari RT atau RW setempat. Kemudian tinggal datang aja ke tempat layanan vaksinasi," katanya dikutip dari merdeka.com, Kamis 10 Juni 2021.

Tempat vaksinasi yang disediakan adalah fasilitas kesehatan yang ada seperti Puskesmas dan  sentra vaksinasi yang telah ditetapkan oleh Dinkes DKI seperti Gedung Olahraga (GOR) atau sekolahan.

Seperti halnya dalam unggahan di akun instagram Puskesmas Pancoran disebutkan bila sentra vaksinasi ada di SMA Percik dan GOR Pengadegan.

Dalam unggahan tersebut juga disebutkan waktu vaksinasi untuk setiap warga berdasarkan kelurahannya. Misal untuk warga Kelurahan Pancoran mulai pukul 08.00-09.00 WIB.

6 dari 6 halaman

Pakai Vaksin AstraZeneca

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan untuk vaksinasi untuk masyarakat umum 18 tahun ke atas baru akan dilakukan di DKI Jakarta.

" Iya baru DKI dulu. Di DKI Jakarta, sudah mulai dan pakai AstraZeneca di awal ini," kata Nadia saat dihubungi Liputan6.com, Rabu, 9 Juni 2021. 

Kementerian Kesehatan secara resmi telah menyetujui pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk usia 18 tahun ke atas di DKI Jakarta. Hal tersebut berdasarkan Surat edaran dari Kemenkes Nomor SR.02.04/II/1496/2021 mengenai Tanggapan atas permohonan persetujuan pelaksanaan vaksinasi di Provinsi DKI Jakarta.

Dalam surat tersebut, dinyatakan bahwa hingga 6 Juni 2021, jumlah positif Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta sebesar 435.135 kasus (bertambah 1.019) dengan kasus aktif sebanyak 11.516 (2,6 persen).

Lalu untuk kasus kematian sebanyak 7.438 kasus (bertambah 15 orang), dimana 35 persen kasus positif aktif dengan gejala sedang sampai dengan kritis membutuhkan perawatan rumah sakit.

" Persentase kasus positif di Provinsi DKI Jakarta selama satu pekan terakhir sebesar 7,62 persen (lebih dari 5 persen). Hal ini menunjukkan bahwa transmisi penularan penyakit di Provinsi DKI Jakarta masih cukup tinggi," tulis pernyataan tersebut.

Sumber: merdeka.com

Join Dream.co.id