AS Temukan Alat Pendeteksi Cepat Virus Corona, Cuma Butuh Tes 5 Menit!

News | Sabtu, 28 Maret 2020 16:35
AS Temukan Alat Pendeteksi Cepat Virus Corona, Cuma Butuh Tes 5 Menit!

Reporter : Syahid Latif

50 ribu alat tes akan disalurkan di Amerika pada 1 April mendatang.

Dream - Perusahaan farmasi, Abbot Laboratories mengaku telah memiliki alat yang diklaim bisa mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya dalam hitungan 5 menit.

Alat pendeteksi ini juga diklaim lebih praktis karena berukuran kecil dan bisa dibawa kemana-mana (portabel).

Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan Abbot Diagnostics, John Frel seperti dikutip dari laman Bloomberg, menyatakan perusahaan akan memasok 50 ribu alat tes dalam sehari mulai 1 April mendatang.

Tes molekuler yang dijalankan alat ini akan mencari fragmen genom coronavirus, yang dapat dideteksi hanya dalam lima menit ketika virus berada pada level parah.

Sementara pencarian menyeluruh untuk mengetahui ada tidaknya infeksi diperkirakan hanya memakan waktu hingga 13 menit.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) saat ini telah menjadi pusat pandemi virus corona Covid-19 di dunia dengan kasus mencapai di atas 100 ribu orang. AS telah berjuang menyediakan tes yang cukup untuk mendeteksi virus corona yang mulai mewabah di New York, California, Washington dan daerah lainnya.

 

2 dari 7 halaman

Cara Kerja Alat Pendeteksi Corona

Teknologi dari Abbot ini dibangun di ID Now Abbott yang berbasis di Illinois, lokasi pengetesan paling dikenal di AS, dengan lebih dari 18 ribu unit tersebar di seluruh negeri.

Alat ini Ini banyak digunakan untuk mendeteksi influenza, radang tenggorokan dan virus syncytial pernapasan, serta kuman yang bisa menyebabkan gejala seperti pilek.

Tes dimulai dengan mengambil swab dari hidung atau belakang tenggorokan, kemudian mencampurnya dengan larutan kimia yang memecah virus dan melepaskan RNA-nya.

Campuran ini dimasukkan ke dalam sistem ID Now, sebuah kotak kecil dengan berat hanya di bawah 7 pound yang memiliki teknologi untuk mengidentifikasi dan memperkuat urutan pilih genom coronavirus dan mengabaikan kontaminasi dari virus lain.

Peralatan dapat dipasang hampir di mana saja. Tetapi perusahaan memastikan bahwa alat ini akan diprioritaskan untuk daerah yang paling membutuhkan.

Mereka menargetkan ruang gawat darurat rumah sakit, klinik gawat darurat, dan tempat praktik dokter.

(Sah, Sumber: Bloomberg)

3 dari 7 halaman

Warga Italia Berjatuhan di Jalan, Diduga Terpapar Corona

Diduga Akibat Virus Corona, Warga Italia Berjatuhan di Jalan© MEN

Dream - Sebuah pemandangan memilukan terjadi di jalanan Italia yang menjadi negara dengan kasus positif Covid-19 tertinggi ketiga di dunia.

Foto-foto yang menyedihkan memperlihatkan momen seorang pria dengan masker di wajahnya ditemukan pingsan di jalan.

Di foto pertama menunjukkan, pria itu ditemukan tak sadarkan diri di dekat sebuah halte bus di Roma pada hari Minggu, 22 Maret 2020.

Kondisi jalan di halte bus tersebut terlihat sangat sepi. Menunjukkan bahwa Italia telah melakukan lockdown di Roma untuk mencegah persebaran Covid-19 semakin meluas.

Foto berikutnya memperlihatkan beberapa petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (ADP) datang menolong pria malang tersebut.

Pria yang diduga tertular virus corona tersebut kemudian dibawa dengan tandu ke ambulans untuk diantar ke rumah sakit.

Tidak diketahui bagaimana kondisi pria itu selanjutnya. Hingga Jumat, 27 Maret 2020, kasus positif Covid-19 di Italia mencapai 80 ribu lebih, dengan kematian lebih dari 8 ribu jiwa.

Foto-foto pria pingsan di jalanan Italia itu sangat kontras dengan keadaan di Inggris. Di London, warga masih terus melanggar anjuran agar melakukan isolasi diri di rumah.

Ribuan warga Inggris terlihat masih berjalan-jalan dan berkumpul di Victoria Park pada hari Minggu pekan lalu.

Yang paling membuat khawatir adalah aktivitas warga Inggris yang masih berdesak-desakan ketika naik bus untuk berangkat kerja pada 23 Maret 2020.

Padahal Perdana Menteri Boris Johnson memperingatkan warga Inggris tentang pembatasan aktivitas di luar rumah.

Dia mengatakan pembatasan yang lebih keras akan diberlakukan jika warga tidak mengikuti pedoman social distancing yang dikeluarkan pemerintah.

" Jika Anda tidak melaksanakannya dengan bertanggung jawab ... kami terpaksa melakukan tindakan lebih jauh," kata PM Johnson.

Sumber: The Sun

4 dari 7 halaman

Pemandangan Memilukan Antrean Truk Angkut Jenazah Korban Corona di Italia

Dream - Sebuah pemandangan yang memilukan sekaligus mencekam datang dari Italia yang menjadi negara Eropa dengan korban tewas akibat Covid-19 terbanyak setelah China.

Dilaporkan beberapa media Barat bahwa militer Italia ditugaskan untuk mengangkut mayat-mayat pasien Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat.

Belasan truk militer berjejer untuk mendapat giliran mengangkut jasad pasien Covid-19 di Bergamo, Lombardy. Wilayah ini mencatatkan jumlah pasien Covid-19 tertinggi di Italia.

Truk militer dikerahkan setelah rumah sakit dan krematorium lokal di Lombardy kewalahan mengatasi meningkatnya jumlah kematian akibat Covid-19.

Peti mati korban tewas Covid-19 menumpuk di krematorium dan kamar mayat.© World of Buzz

" Krematorium di Bergamo bekerja dengan kapasitas penuh, selama 24 jam. Krematorium hanya bisa mengkremasi 25 orang dalam sehari," kata juru bicara krematorium.

5 dari 7 halaman

Pemandangan Mengerikan

Sementara itu, juru bicara militer Italia mengungkapkan bahwa 15 truk dan lebih dari 50 personil militer dikirim ke kota Bergamo yang 'dikepung' Covid-19 untuk membantu mengangkut jenazah para korban.

Belasan truk militer untuk mengangkut jenazah korban tewas Covid-19 di Italia.© World of Buzz

The Guardian melaporkan bahwa lebih dari 65 peti mati diangkut keluar dari Bergamo. Warga lokal yang melihat iring-iringan peti mati itu menggambarkannya sebagai 'salah satu foto paling menyedihkan dalam sejarah negara kita'.

Laporan lainnya menyebutkan, dalam satu hari saja, 93 warga Italia meninggal akibat Covid-19 dan 4.305 orang terinfeksi pada hari Rabu, 18 Maret 2020.

Dilansir Worldometer.info, kasus Covid-19 di seluruh Italia jumlahnya mencapai 41.035 kasus, dengan korban yang meninggal sebanyak 3.405 jiwa hingga Jumat, 20 Maret 2020.

(Sah, Sumber: World of Buzz)

 

 

6 dari 7 halaman

Hadiri Pernikahan, 31 Tamu Terinfeksi Virus Corona

Dream - Pernikahan Scott Maggs dan Emma Metcalf menjadi ajang penularan virus corona baru, Covid-19. Sebanyak 31 tamu dilaporkan positif terjangkit virus corona, termasuk wanita hamil dan anggota parlemen.

Scott Maggs dan Emma Metcalf mengundang 140 tamu ke pernikahan mereka di Tumbling Waters Retreat, Sydney, Australia, pada 6 Maret 2020. Selama 14 hari sejak hari istimewa itu, muncul 31 kasus corona yang dikaitkan dengan pesta pernikahan itu.

Pasangan itu mengetahui bahwa dua tamu mereka dinyatakan positif Covid-19 ketika mereka sedang berbulan madu di Maladewa.

Di antara orang yang positif terinfeksi virus corona adalah Andre Bragg, senator liberal untuk New South Wales. Ada pula Sally Hawach, putri pemilik perusahaan iklan John Singleton.

Sally saat ini sedang mengandung anak ke tiga. Dia khawatir menularkan penyakit ini kepada anak-anaknya, usia 2 dan 1.

" Anak saya yang berumur satu tahun juga menunjukkan tanda-tanda COVID dan sangat sakit," ucap Hawach dilaporkan The Daily Star.

 

7 dari 7 halaman

Isolasi Mandiri

Virus Corona by Shutterstock© (Foto: Shutterstock)

" Bayi perempuan saya menderita demam tinggi dan saya sangat lelah dengan sesak napas dan detak jantung yang cepat," ucap dia.

" Saya sangat sedih memikirkan kemungkinan telah menginfeksi siapa pun. Saya telah menghubungi semua orang yang telah berhubungan. Tapi tolong jika kamu telah berinteraksi dengan saya sejak 6 Maret atau kamu menunjukkan tanda-tanda sakit. Tolong mengisolasi diri," ucap dia.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, mengenalkan kebijakan menjaga jarak sosial.

Protokol baru menyerukan agar semua pertemuan antar orang per oranganan dibatasi. Scott juga telah menutup perbatasan untuk semua non-penduduk Australia.

 

Terkait
Join Dream.co.id