Anggota Tim Falakiyah Kemenag: Tidak Ada Referensi Hilal Terlihat

News | Jumat, 22 Mei 2020 17:53
Anggota Tim Falakiyah Kemenag: Tidak Ada Referensi Hilal Terlihat

Reporter : Ahmad Baiquni

Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia negatif.

Dream - Anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama, Cecen Nurwendaya, menyatakan tidak ada referensi yang dapat digunakan untuk menyatakan hilal 1 Syawal 1441 H terlihat di Indonesia pada Jumat sore, 22 Mei 2020.

" Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep.

Cecep menuturkan, Kementerian Agama melalui Tim Falakiyah melakukan pengamatan hilal di 80 titik di seluruh Indonesia.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Sidang Isbat Awal Syawal 1441H hanya dihadiri secara fisik oleh Menteri Agama Fachrul Razi, Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Direktur Jenderal Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

 

2 dari 2 halaman

Secara Hisab, 1 Syawal 1441 H Jatuh Minggu

Menurut Cecep, penetapan awal bulan hijriyah didasarkan pada hisab dan rukyat. Proses hisab sudah ada dan dilakukan oleh hampir semua ormas Islam. “ Saat ini, kita sedang melakukan proses rukyat, dan sedang menunggu hasilnya,” terang Cecep.

“ Secara hisab, awal Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu. Ini sifatnya informastif, konfirmasinya menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat,” tambahnya.

Dikatakan Cecep, rukyat adalah observasi astronomis. Karena itu, lanjut Cecep, harus ada referensinya. Cecep mengatakan bahwa kalau ada referensinya diterima, sedang kalau tidak berarti tidak bisa dipakai.

Join Dream.co.id