Ibu Anggap Lucu Balita Kalungi Gembok Sepeda di Lehernya, Panik Saat Tahu Nomor Kombinasi Berubah

News | Senin, 18 Oktober 2021 07:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Gembok itu tak bisa di lepas dan si ibu terpaksa minta bantuan polisi.

Dream - Seorang ibu di China dibuat apes akibat ulah iseng anaknya. Dia terpaksa berkalung gembok sepeda lantaran si anak lupa nomor kombinasi untuk membuka kunci tersebut.

Dikutip dari Oddity Central, seorang ibu muda mendatangi kantor polisi di Huai’an, Provinsi Jiangsu, China dengan model `kalung aneh` di lehernya. Setelah dilihat lebih dekat itu adalah gembok sepeda berwarna abu-abu dan kuning yang mirip dengan kunci-U.

Kepada petugas, dia menjelaskan putranya yang berusia 4 tahun sedang bermain dengan tali pengaman sepeda di saat dia sedang membersihkan kamar mandi.

Tiba-tiba anaknya mengalungkan 'kalung' tersebut dan menguncinya.

 

Ibu Anggap Lucu Balita Kalungi Gembok Sepeda di Lehernya, Panik Saat Tahu Nomor Kombinasi Berubah
Ibu Berkalung Gembok Sepeda (Oddity Central)
2 dari 3 halaman

Sempat Mengira Lucu

Awalnya, dia berpikir lucu karena merasa tahu kode buka kuncinya. Tetapi, entah bagaimana caranya bocah itu mengubah kombinasi angka sehingga tali itu tak bisa dibuka.

" Saya tidak dapat membukanya dengan kode yang telah saya tetapkan dan saya tidak tahu berapa kali dia mengubahnya, jadi saya panik," kata ibu itu.

Polisi memeriksa kunci tersebut dan memutuskan tidak bisa berbuat banyak untuk membantu si ibu. Akhirnya, mereka meminta bantuan pemadam kebakaran setempat.

 

3 dari 3 halaman

Dibantu Damkar

Petugas pemadam kebakaran mengambil handuk kecil dan meletakkannya di antara leher wanita itu dan tali pengaman sepeda. Mereka lalu memotongnya dengan gunting kawat.

Saat kunci terlepas, salah satu petugas mengatakan kepadanya, " Kamu harus membawa putramu ke sini. Kami akan bantu mengajarinya."

Namun, wanita tersebut mengaku sudah memukul anaknya akibat kelakuan nakal si bocah. Dia mengatakan anaknya sedang tidur di rumah.

Kisah wanita dan rekaman video pelepasan kunci menjadi viral di media sosial China. Sebagian besar orang berkomentar perlu ada batasan yang ditetapkan oleh orangtua untuk menghindari situasi ini.

Laporan: Elyzabeth Yulivia

Join Dream.co.id