Amal Baik Dilipatgandakan Saat Ramadhan, Bagaimana dengan Dosa?

News | Senin, 4 Mei 2020 18:03

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila

Kemurahan Allah pada bulan Ramadhan dibuka luas tidak terhingga.

Dream - Puasa Ramadhan menjadi momentum umat islam untuk beribadah lebih giat dan khusyu. Di bulan suci ini, Allah SWT melipatgandakan segala amal baik kita. Kemurahan Allah pada bulan Ramadhan dibuka luas tidak terhingga.

Jangankan aktivitas ibadahnya, istirahat atau tidurnya orang berpuasa dinilai ibadah pada bulan Ramadhan, terlebih lagi ibadah puasa itu sendiri. 

Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim berikut ini menggambarkan betapa luasnya kemurahan Allah SWT dalam melipatgandakan amal kebaikan hamba-Nya.

 Hadis Dilipatgandakan Pahala saat Puasa
© Dream.co.id

Artinya, “ Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan makanan demi Aku.' Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu satu kebahagiaan saat berbuka puasa dan satu kebahagiaan lainnya saat menemui Tuhannya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi,’” (HR Muslim).

Allah mencatat sebuah kebaikan atas niat baik seseorang. Tetapi Dia akan melipatgandakan niat baik tersebut yang diikuti dengan amal seseorang sebagai pelaksanaan dari niatnya itu.

Ketika niat dan amalan ibadah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT pada bulan Ramadhan, bagaimana dengan dosa? Berikut informasinya.

Amal Baik Dilipatgandakan Saat Ramadhan, Bagaimana dengan Dosa?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Niat Jahat belum Dicatat sebagai Kejahatan

Adapun terkait niat jahat seseorang, Allah tidak mencatatnya sebagai sebuah kejahatan. Allah baru menulis sebuah kejahatan untuk seseorang yang menjalankan rencana atau niat jahatnya yang sebelumnya tersimpan di hati sebagaimana riwayat Bukhari dan Muslim berikut ini. 

 Hadis tentang niat baik dan buruk
© Dream.co.id

Artinya, “ Dari Ibnu Abbas RA, dari Rasulullah SAW pada apa yang diriwayatkan dari Allah, ia bersabda, ‘Allah menulis kebaikan dan kejahatan. Ia kemudian menerangkan, siapa saja yang terpikir untuk berbuat kebaikan dan ia belum melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kebaikan sempurna. Tetapi bila ia terpikir untuk berbuat kebaikan dan ia kemudian melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sepuluh kebaikan yang berlipat ganda hingga 700 hingga kelipatan yang banyak. Namun, jika ia terpikir untuk berbuat kejahatan dan ia belum melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kebaikan sempurna. Tetapi bila ia terpikir untuk berbuat kejahatan dan ia kemudian melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kejahatan saja,’” (HR Bukhari dan Muslim).

 

3 dari 3 halaman

Dosa akan Diganjar Satu Balasan

Adapun soal pelipatgandaan catatan dosa atas kejahatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan, ada sebuah hadis Riyadhus Shalihin karya As-Shiddiqi yang menjelaskannya. 

 Hadis Riyadhus Sholihin
© Dream.co.id

Artinya, “ Tetapi bila ia terpikir untuk berbuat kejahatan dan ia kemudian melakukannya, niscaya Allah mencatatnya sebagai sebuah kejahatan saja), dalam riwayat Ahmad disebutkan tambahan ‘dan (dosa itu) tidak dilipatgandakan.’ Surat Al-An’am ayat 160 menunjukkan hal ini, ‘(Kejahatan) Seseorang tidak dibalas kecuali dengan yang setimpal.’ Namun, dosa itu juga kadang dilipatgandakan karena keagungan waktu atau tempat seperti bulan-bulan terhormat, Ramadhan, atau Makkah; atau karena kemuliaan pelakunya dan kekuatan makrifat serta kedekatannya dengan Allah. Pasalnya, pembangkangan seseorang terhadap penguasa di karpet merahnya lebih besar tingkat kesalahannya daripada pembangkangan seseorang dari jauh,” (Lihat Ibnu Alan As-Shiddiqi, Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadhis Shalihin, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], juz I, halaman 77).

Menurutnya, amal pembalasan amal kejahatan tidak dilipatgandakan sebagaimana keterangan Surat Al-An’am ayat 160.

Sebuah kejahatan, menurutnya, akan diganjar dengan satu balasan yang setimpal. Namun demikian, pelipatgandaan balasan atas kejahatan mungkin saja terjadi karena sejumlah hal, termasuk karena dilakukan di bulan-bulan mulia, antara lain bulan Ramadhan. 

Sumber NU Online

Join Dream.co.id