Pendiri PKS Ustaz Hilmi Aminuddin Positif Covid-19

News | Rabu, 1 Juli 2020 18:49
Pendiri PKS Ustaz Hilmi Aminuddin Positif Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni

Hasil swab test menunjukkan positif.

Dream - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ustaz Hilmi Aminuddin, mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 30 Juni 2020.

Jenazahnya dimakamkan malam harinya di Kampung Pager Manah RT 07/01, Desa Pager Wangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menggunakan protokol Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Barat, Agus Ganjar Hidayat, menyatakan almarhum Ustaz Hilmi terkonfirmasi positif Covid-19. Hal ini didasarkan pada hasil swab test.

" Berdasarkan hasil swat test di RS Santosa, Almarhum positif Covid-19," ujar Agus, dikutip dari Radar Bandung.

Agus mengatakan pihaknya langsung menjalankan tracing pada kontak Hilmi. Sejumlah keluarga dekat telah menjalankan isolasi mandiri.

" Kita telah melakukan tracing, keluarga Almarhum juga telah diisolasi," kata Agus.

 

2 dari 6 halaman

Dimakamkan di Komplek Pemakaman Keluarga

Sebelumnya, perwakilan keluarga, Sutisna, mengatakan almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Lembang pada Selasa pukul 18.30 WIB.

Jenazah langsung diberangkatkan menuju pemakaman dengan protokol Covid-19 dari RS Sentosa.

Menurut Sutisna, keluarga turut hadir dalam pemakaman tersebut. Tetapi dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

" Jadi, setelah pemakaman barang-barang alat pelindung diri dimusnahkan, pokoknya seperti itu lah protokolnya," kata Sutisna.

Dia menduga Hilmi meninggal akibat memiliki komorbid yaitu penyakit jantung yang sudah dalam diderita.

Sumber: Radar Bandung

3 dari 6 halaman

Innalillahi, Pendiri PKS KH Hilmi Aminudin Meninggal Dunia

Dream - Kabar duka datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mantan Ketua Majelis Syuro KH Hilmi Aminudin meninggal dunia, Selasa 30 Juni 2020. Hilmi mengembuskan napas terakhir pada pukul 14.24 WIB.

" Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Telah berpulang ke rahmatulloh Gurunda kami KH. Hilmi Aminudin Hari ini pukul 14.24 di ruangan Berlian Timur RS. Santosa Central. Smoga almarhum husnul khotimah, dn keluarga nya diberi kesabaran dn mendapat ridho Allah..aamiin," demikian, dikutip dari Liputan6.com.

Hilmi Aminuddin merupakan pendiri gerakan dakwah atau yang diera 1980-1990-an dikenal dengan sebutan harakah tarbiyah dan kini ia menjabat sebagai Ketua Majelis syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hilmi Aminuddin adalah putra Danu Muhammad Hasan, satu dari tiga tokoh penting Darul Islam (Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewirjo.

4 dari 6 halaman

Pada usia enam tahun, Hilmi memulai pendidikannya dengan mendaftar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Setelah lulus, dia berkelana ke sejumlah pesantren di Jawa. Pada tahun 1973, Hilmi memutuskan untuk berangkat ke Arab Saudi dan belajar di Fakultas Syariah Universitas Islam di Madinah.

Selama enam tahun menuntut ilmu di universitas tersebut, Hilmi kerap berkumpul dengan Yusuf Supendi yang juga merupakan tokoh perintis PKS. Kala itu Yusuf sedang berkuliah di Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh.

5 dari 6 halaman

Sekitar tahun 1978, Hilmi Aminudin lulus kuliah dan pulang ke Indonesia. Hilmi kemudian memulai karier dengan berdakwah. Tapi karena Hilmi tidak memiliki Pondok Pesantren seperti kebanyakan ulama di Indonesia saat itu, Hilmi pun berdakwah dari masjid ke masjid, atau dari satu kelompok pengajian ke kelompok pengajian lainnya.

Pada tahun 1998, Hilmi bersama beberapa rekannya mendirikan Partai Keadilan dan pada tahun 2002, partai tersebut berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera agar bisa ikut pemilihan umum dua tahun berikutnya.

6 dari 6 halaman

Saat itu PKS hanya mendapatkan 7 kursi di parlemen, atau 1.5 persen. Maka peranan PKS saat itu belum terlihat dan lebih fokus ke dalam partai.

Pada tahun 2005, Hilmi ditunjuk menggantikan Rahmat Abdullah yang meninggal dunia untuk menjadi Musyawarah Majelis Syuro I yang merupakan lembaga tertinggi di PKS.

Saat itu, Hilmi Aminuddin terpilih melalui mekanisme voting tertutup dengan mendapatkan 29 suara dari 50 anggota Majelis Syuro. Dia mengungguli tiga calon lainnya yakni Salim Segaf Al-Jufri (12 suara), Surahman Hidayat (8 suara) dan Abdul Hasib Hasan(1 suara).

Pada tahun 2010, Hilmi kembali terpilih menjadi ketua Majelis Syuro dalam Pemilihan Raya (Pemira) Majelis Syuro PKS. Mekanisme Pemira untuk memilih angota majelis syuro yang baru ini selayaknya pemilu. Jumlah anggota MS yang dipilih ada 99 orang. Dalam pemira ini, PKS telah membentuk panitia prapemira yang akan menyeleksi sekitar 1.000 anggota ahli PKS menjadi 195 calon nama.

Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id