Alhamdulillah, Tembok yang Tutupi Rumah Tahfizh Dibongkar

News | Minggu, 25 Juli 2021 10:17

Reporter : Mutia Nugraheni

"Kejadian ini murni karena kesalahpahaman antara sesama warga".

Dream - Dibangunnya tembok untuk akses ke tempat pengajian anak-anak Rumah Tahfizh di Panakkukang, Makassar, beberapa waktu lalu menimbulkan kehebohan. Anak-anak yang belajar Alquran tak bisa berjalan tempat mengaji mereka seperti biasa.

Tembok kabarnya dibangun oleh anggota DPRD Pangkep, Amiruddin tepatnya di Jalan Ance Dg Ngoyo Lr 5, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Setelah melalui diskusi, akhir tembok itu dibongkar pada Sabtu, 24 Juli 2021 kemarin.

Camat Panakkukang, Thahir Rasyid Dg Ngalli, mengatakan pihaknya sudah berkoordinsi dengan pihak keluarga Amiruddin untuk meluruskan dan menyelesaikan masalah penembokan akses pintu rumah tahfiz dan warga. Thahir mengatakan kejadian tersebut murni karena kesalahpahaman antar warga.

" Kejadian ini murni karena kesalahpahaman antara sesama warga. Saya selaku pemerintah merasa memiliki, karena ini adalah fasum sehingga menegur karena membangun tembok itu," ujarnya kepada wartawan, Sabtu, 24 Juli 2021.

 

Alhamdulillah, Tembok yang Tutupi Rumah Tahfizh Dibongkar
Pembongkaran Tembok Di Akses Jalan Rumah Tahfizh/ Foto: Merdeka.com
2 dari 9 halaman

Setelah adanya komunikasi tersebut, Thahir menegaskan pihak keluarga dari Amiruddin sepakat untuk membongkar tembok tersebut. Ia mengaku, keluarga Amiruddin sebenarnya ingin merobohkan sendiri tembok tersebut.

" Ini fasum boleh diakses oleh semua warga. Beliau juga menyadari ini terjadi kelalaian, sehingga berbesar hati beliau membongkar sendiri," kata dia.

Sementara keluarga Amiruddin, Achmad Akbar, mengakui terjadi kesalahpahaman terkait penembokan pintu akses rumah tahfiz dan warga tersebut. Pihaknya pun meminta maaf terjadinya kesalahpahaman tersebut.

 

3 dari 9 halaman

" Saya atas nama keluarga, mohon maaf beribu-ribu maaf atas tindakan kami yang sama sekali tidak terpuji dan tidak benar. Apalagi kita tahu kegiatan di belakang ini adalah tahfiz sangat luar biasa dan harus kita dukung," ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak kecamatan dan kepolisian yang telah melakukan mediasi dan pendekatan sehingga masalah tersebut bisa selesai. " Tentu saya selaku keluarga mengucapkan terima kasih kepada pak camat, karena beliau ini pendekatannya sangat luar biasa," ucapnya.

Sumber: Merdeka.com

 

4 dari 9 halaman

Fakta-fakta Anggota DPRD Bangun Tembok Tutup Akses Rumah Penghafal Alquran

Dream - Pintu belakang rumah Tahfiz Alquran yang tertelak di Jalan Ance Daeng Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, tiba-tiba ditutup dengan dibangun tembok.

 Fakta-fakta Anggota DPRD Bangun Tembok Tutup Akses Rumah Penghafal Alquran
© Dream

Dikabarkan jika orang yang menutup akses untuk masuk ke rumah Tahfiz Al-Quran tersebut adalah Amiruddin seorang anggota DPR Kabupaten Pangkep.

" Pak Amiruddin namanya, anggota DPRD Pangkep. Tiap Sabtu-Minggu, biasa baru datang ke sini di rumahnya," kata Ketua RW setempat, Abdul Azis seperti yang dilansir dari Liputan6.com, Sabtu 24 Juli 2021.

 

5 dari 9 halaman

Alasan Dirikan Tembok

Katanya alasan dibangun tembok, karena dia merasa terganggu dengan suara lantunan Al-quran yang dibacakan para anak tahfiz.

" Alasannya Amiruddin tutup karena ini anak-anak tahfiz ribut katanya karena sering mengaji di sini," ujarnya.

Azis menceritakan rumah Amiruddin memang berada di belakang rumah tahfiz Al-Qur'an itu. Jalan setapak yang berada di belakang rumah penghafal Al-Qur'an itu pun juga sering menjadi lokasi bermain para santri setelah belajar mengaji dan mengafal Al-Qur'an.

" Ini anak-anak Tahfiz, sering belajar ngaji di sini sambil bermain. Di sini juga mereka sering lewat kalau ke masjid untuk Salat Ashar," imbuh dia.

 

6 dari 9 halaman

Tidak Berhak

Meski jalanan di depan Rumah Tahfiz Al Quran itu bisa diakses, namun dia merasa tidak etis seorang anggota DPR melakukan hal itu.

" Sebenarnya anak-anak bisa lewat depan, tapi kan kasihan mereka jauh mutar, kalau mau ke masjid. Dan, ini lokasi memang Fasum sebenarnya," ujar dia.

Sementa itu, Camat Panakkukang Thahir Rasyid juga membenarkan ihwal penutupan pintu belakang Rumah Tahfiz Al-Qur'an Nurul Jihad. Rumah bagi para penghafal Al-Qur'an tersebut diketahui dihibahkan untuk dipergunakan masyarakat setempat sebagai lokasi tempat belajar dan menghafal Al-Qur'an bagi anak kurang mampu.

" Iya benar. Rumah itu milik salah satu warga yang dipergunakan untuk menghapal Alquran," kata Thahir.

 

7 dari 9 halaman

Sudah Disurati

Dia juga membenarkan kalau Amirrudin yang menembok jalanan pintu belakang rumah Tahfiz Al-quran itu.

" Rumah ini ditutup dengan menggunakan batu di pintu belakangnya, akibatnya tidak bisa dilewati," kata dia.

Katanya dalam waktu dekat tembok itu akan segera dirobohkan, karena memang itu bukan tanah milik Amiruddin.

" Kita akan surati pagar itu dirobohkan agar anak-anak bisa menghafal Al-Qur'an lagi. Kalau surat kami tidak ditindaklanjuti, maka kami akan tempuh jalur hukum," ujar dia.

Sementara itu Kapolsek Panakkukang, AKP Andi Ali Surya menyebutkan akan memanggil Anggota DPRD Pangkep Amiruddin untuk diperiksa di Polsek Panakkukang.

Pihak kepolisian mendapat informasi bahwa sempat terjadi pengancaman saat Amiruddin hendak menutup pintu belakang Rumah Tahfiz Al-Qur'an Nurul Jihad.

" Kita akan panggil, kita mau periksa dia terkait tindak pidana pengancamannya," kata Ali.

 

8 dari 9 halaman

Amiruddin Buka Suara

Melihat hal ini yang cukup heboh, Amiruddin akhirnya buka sura. Menurut dia tembok tersebut dua dibangun sejak lama, hanya saja pihak rumah tahfiz quran membongkarnya, kemudian dia tutup lagi.

" Sebenarnya ini sudah tiga tahunan, dulu sudah ada. Tetapi dibobol karena mereka mau simpan materialnya. Jadi dibiarkan dibobol dengan janji akan ditutup kembali," ujar Amiruddin.

Belakangan tembok tersebut ternyata tidak dibangun kembali. Amiruddin pun berinisiatif untuk mendirikan kembali tembok tersebut.

" Padahal semua kotorannya itu ke halaman saya dan janjinya juga mereka yang akan tutup sendiri. Karena ini memang bukan jalanan, jalanan itu ada di depannya pondok tahfiz, rumah saya di belakangnya," ucap dia.

9 dari 9 halaman

Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Alquran (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan, akhirnya dibongkar. Beberapa pekerja akhirnya merobohkan tembok tersebut pagi tadi sebelum anggota DPRD Pangkep, Amiruddin, yang mendirikan tembok, tiba di lokasi.

Setelah tembok ini dibongkar, Amiruddin akan melakukan klarifikasi atau tabayun dengan sejumlah pihak.

Amiruddin juga telah memberikan klarifikasinya. Dia menyebut menembok rumah bukan karena tidak senang mendengar anak-anak tahfiz sedang mengaji, tetapi karena mereka sering membuang sampah di depan rumahnya.

Join Dream.co.id