Alexandria, Kota Tua Bersejarah di Balik Kebesaran Islam

News | Selasa, 14 Mei 2019 08:02
Alexandria, Kota Tua Bersejarah di Balik Kebesaran Islam

Reporter : Ahmad Baiquni

Kota kuno ini memiliki masalah bidang infrastruktur, padahal memiliki banyak sekali tempat sejarah.

Dream - Mesir menyimpan jejak sejarah peradaban dunia yang agung. Negeri ini memiliki banyak sekali peninggalan masa lalu, termasuk jejak kejayaan Islam.

Salah satu wilayah yang menyimpan sejarah dunia adalah Alexandria. Kota kuno ini sudah berdiri ribuan tahun sejak masa Sebelum Masehi hingga saat ini.

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Muhammad Nur Hayid, berkesempatan berkunjung kuno yang menakjubkan ini.

Ketua Rombongan LDNU sedang mengikuti daurah di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, ini berkenan berbagi cerita mengenai bagaimana keindahan Alexandria atau Al Iskandariyah, beserta sejumlah tempat bersejarahnya.

***

Alexandria adalah kota tua yang sangat bersejarah dibangun sejak zaman Alexander Agung atau Alexander The Great sekitar 600-300 SM. Alexandria pernah menjadi ibu kota Mesir sebelum Mesir memiliki ibu kota dan berpindah ke Kairo saat ini.

Perpindahan ibu kota Mesir dari Alexandria ke Kairo ditandai dengan runtuhnya kerajaan akhir Mesir yang dipimpin oleh Raja Faruq. Perpindahan ini sekaligus menandai perubahan Mesir dari sistem kerajaan yang bernama Kerajaan Awaliyyah ke Republik.

Dan Alexandria ini merupakan situs peninggalan kerajaan Awaliyyah yaitu istana yang masih berdiri megah di atas bukit yang berbatasan langsung dengan laut Mediterania.

 Alexandria

Alexandria merupakan kota tua yang eksotik karena tidak hanya menampilkan gundukan gunung dan padang sahara, tapi juga laut mediterania yang biru cukup menjadikan mata terpesona melihatnya.

Di Alexandria pula banyak dilahirkan tokoh-tokoh besar baik dalam bidang keilmuan umum maupun dalam bidang keilmuan agama.

 

 

2 dari 5 halaman

Alexandria yang Macet

Kalau kita ke Alexandria saat ini, kita akan menyaksikan betapa kota ini luar biasa cantik. Hanya saja memang kita masih mendapati problem infrastruktur dan jalanan yang macet.

Sehingga menjadikan para pelancong dan turis akan sedikit terganggu untuk menikmati kota yang indah dan eksotik itu.

Contohnya saat kita ingin mengunjungi beberapa situs sejarah yang diabadikan dengan makam para kekasih Allah (Waliyullah) dan Nabi yang ada di wilayah Alexandria, disebut dalam bahasa Arab Al Iskandariyah, kita akan melewati beberapa kota yang penuh dengan pasar dan pengaturan lalu lintas yang tidak teratur dan macet.

Di jalan itu, kita akan mendapati tiga moda transportasi secara langsung. Pertama, trem atau kereta yang berjalan di tengah kota, mobil angkutan umum bus, angkot dan seterusnya serta kendaraan pribadi, motor, dan angkutan tradisional Mesir, semacam pegon, yang ditarik oleh keledai atau kuda.

Bisa dibayangkan jalan yang sebegitu besar harus dilewati berbagai moda transportasi mulai dari zaman sebelum modern hingga sangat modern seperti saat ini.

Ini saya rasakan saat kami berkunjung ke makam Nabi Daniel dan waliyus sholeh atau kekasih Allah di zaman sebelum Rasulullah Muhammad SAW yang dicantumkan dalam Alquran, Lukmanul Hakim, yang dicatat dalam Surat Lukman.

 

3 dari 5 halaman

Makam Lukmanul Hakim

Makamnya Nabi Daniel dan Lukmanul Hakim berada di satu tempat, di satu masjid yang untuk bisa masuk makam itu harus turun satu lantai dasar masjid.

Di makam ini para peziarah biasanya menengok dan melihat situs peninggalan dari makam Nabi Daniel dan Lukmanul Hakim karena selain tempat ini adalah tujuan wisata religius juga bagi para muarrikh atau pencatat sejarah, fakta ini menjadi penting untuk diketahui.

Namun untuk sampai ke tempat ini kita perlu menerobos jalanan yang macet. Sehingga apabila bisa dikelola secara lebih baik oleh pemerintah Mesir ini akan menjadi daya tarik tersendiri.

 Gus Hayid

Selain tempat bersejarah sangat kuno, ada banyak sekali makam-makam lain tersebar di Alexandria yaitu makam aulia'illah wa shalafush sholeh, termasuk makam dari Imam Abul Abbas Al Mursyi, murid langsung dari Imam Abil Hassan As Syadzili yang ada di sekitar masjid Abul Abbas Al Mursyi. Masjid yang dibangun saat Dinasti Mamalik, sekitar 1200an M, tepatnya 1250an kurang lebih. Masjid yang sangat indah dan luar biasa.

Di tempat itu, kita bisa melihat keindahan ornamen masjid tua, yang dibangun oleh arsitek yang sangat jeli. Kalau saya bayangkan tidak mungkin dibangun di era sekarang. Tapi di zaman itu yang tidak ada crane, tidak ada alat modern tapi bisa melakukan sedemikian detil dan indahnya.

 

4 dari 5 halaman

Makan Abul Abbas Al Mursyi, Tokoh Sentral Thariqat Syadziliyyah

Sampingnya masjid sangat megah itu ada makam Abul Abbas Al Mursyi, termasuk salah satu tujuan wisata favorit di Alexandria. Karena di tempat ini, kita bisa merasakan suasana wisata religi yang menyatukan untuk bisa merasakan aura positif dari Thariqat Syadziliyyah.

Sebab Abul Abbas Al Mursyi adalah murid langsung sekaligus wakil dan khalifah atau pengganti pertama dari Syeikh Abul Hassan Asy Syadzili, yang memiliki Thariqat Syadziliyyah dan pengarang banyak kitab serta pengamal khizb nashar, khizb tahr dan seterusnya.

 Alexandria

Di sebelah makam Abul Abbas Al Mursyi ada masjid milik Imam Busyiri. Imam yang terkenal dengan sholawat burdahnya. Maula ya sholli wa sallim daiman abada alan habibi talkhoiri kholqi kulihimi. Huwal ladzi bulladzi turjasyafa atuhu liqullihaw liminal ahwalimuq takhimi.

Setelah mengunjungi tempat ini ada banyak makam lain sebagai wali-wali Allah dari Thariqah Syadziliyyah. Kita bisa berkunjung ke tempat lain di kawasan pinggir laut mediterania yang didesain untuk melihat pemandangan laut mediterania dari kota di pinggir laut di Alexandria.

 

5 dari 5 halaman

Istana Raja Farouk, Raja Terakhir Mesir

Setelah menikmati laut itu, kita bisa melihat qalah atau benteng yang ada di sekitar pantai mediterania. Kita juga bisa menikmati istana raja Faruq yang cukup indah.

Kita bisa berjalan atau naik mobil berkeliling istana karena di situ lengkap. Ada hurfah-hurfah atau kamar-kamar untuk petugas. Ada istana utama, tempat raja Farouk dan keluarga tinggal.

Sekarang dijaga militer karena sudah menjadi aset pemerintah Mesir serta kita juga bisa melihat indahnya kebun kurma yang ditata rapi.

Dari atas kawasan istana yang agar berbukit ini kita bisa melihat pemandangan laut mediterania yang luas seperti berada di atas lautan.

 Alexandria

Inilah beberapa keindahan wisata di Alexandria. masih banyak yang bisa kita kunjungi ke Alexandria meskipun kita sudah tidak lagi menjumpai tempat sejarah yang dibangun sejak Alexander the Great atau Alexander Agung.

Sebab, setelah berkuasanya Alexander the Great di Mesir setelah merebut kekuasaan Firaun di kawasan Kairo, Alexandria dikuasai oleh romawi hingga diambil oleh kerajaan Islam pertama yang ekspansi ke wilayah Mesir yang dipimpin Amru bin Ash atas perintah Sayyidina Umar bin Khattab.

Baru dari penguasaan Islam pertama, Amru bin Ash jadi gubernur atas perintah Umar bin Khattab sebagai khalifah kedua menggantikan Abu Bakar, Mesir dkuasai oleh kerajaan-kerajaan Islam.

Kerajaan Fatimiyah, Dinasti Mamalik, hingga Turki Usmani sebelum akhirnya dikuasai dinasti Awaliyah dengan raja terakhir Raja Farouk. Pada 1950an berpindah menjadi republik dan menjadi negara modern saat ini. Inilah cerita sejarah Alexandria dan Mesir pada umumnya.

Sumber: Tausiyah KH Muhammad Nur Hayid (Gus Hayid)

Terima Kritik Pedas, Nada Zaqiyyah: Ternyata Adik Kelas Aku Sendiri
Join Dream.co.id