Alasan Baru Menko Muhadjir Effendy Bilang Orang Kaya Nikahi Si Miskin

News | Rabu, 26 Februari 2020 13:06
Alasan Baru Menko Muhadjir Effendy Bilang Orang Kaya Nikahi Si Miskin

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Ada makna lain dari orang kaya yang dimaksud sang menteri

Dream - Menteri Pembangunan dan Kebudayaan Manusia, Muhadjir Effendy, menuai pro dan kontra saat mengeluarkan candaan agar orang kaya menikahi orang miskin. Muhajir sebelumnya mengatakan perkataan tersebut hanya selingan dan tak serius diucapkannya.

Namun sang menteri saat ini sepertinya punya alasan baru terkait wacana yang sempat menjadi viral tersebut. 

Ditemui disela “ Seminar Nasional Hari Gizi Nasional” di Jakarta, Rabu 26 Februari 2020, Muhadjir mengatakan ada dua hal yang dimiliki oleh pasangan kaya-miskin yang menikah.

Pertama, ada kekayaan bersifat tangible, seperti rumah, tanah, dan mobil. Kedua adalah kekayaan yang tak terlihat (intangible).

“ Itu yang bersifat nyata,” kata dia.

Kekayaan ini, lanjut Muhadjir, misalnya terlihat dari tokoh terkenal seperti Steve Jobs yang memiliki kekayaan tangible dan intangible. Cofounder Apple Inc ini juga punya kekayaan tak benda, seperti kejujuran dan keuletan.

“ Kalau Steve Jobs itu kekayaannya, dimulai dari yang intangible, kekayaan internal, kejujuran, keuletan, keimanan, kerajinan, tanggung jawab. (Setelah itu), baru (kekayaan) yang nyata atau terlihat,” kata dia.

Menurut Muhadjir, tolok ukur seseorang dinilai dari kekayaan yang tak terlihat, setelah itu yang terlihat.

“ Korelasinya dengan pasangan kaya dan miskin yang menikah adalah sudah kaya harta, carilah istri-istri yang miskin yang intangible, (misalnya) soleha, beriman, jujur, tanggung jawab, dan sebagainya,” kata dia.

(Laporan: Raissa Anjanique Nathania)

2 dari 7 halaman

Menko Muhadjir Effendy Usul Fatwa Orang Kaya Nikahi yang Miskin

Dream - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi berseloroh mengenai kesalahan tafsir dalam ajaran agama mengenai mencari pendamping dalam pernikahan. Dia mengatakan, pandangan mencari jodoh yang setara, baik ekonomi maupun kelas, merupakan tindakan yang salah.

" Kalau mencari jodoh yang setara apa yang terjadi. Orang miskin cari juga yang sesama miskin jadilah keluarga miskin baru," kata Muhadjir, saat menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional, di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020.

Agar kesalahan tafsir semacam ini tak muncul, dia meminta agar menteri agama mengeluarkan fatwa pernikahan beda kelas ekonomi.

" Mbok itu disarankan Pak Menteri Agama ada fatwa yang miskin wajib cari (pasangan) yang kaya, yang kaya wajib cari yang miskin," ujar dia.

Muhadjir mengatakan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 5 juta keluarga miskin. Dia mengatakan, jumlah itu bisa naik menjadi 15 juta keluarga miskin lantaran ada status keluarga hampir miskin yang mencapai 16,8 persen dari total keluarga Indonesia.

Muhadjir mengatakan, salah satu langkah yang sedang dipersiapkan pemerintah yaitu melakukan program pranikah. Program ini, kata dia, untuk melacak calon-calon keluarga dengan tingkat ekonomi rendah.

 

 Menko Muhadjir Effendy Usul Fatwa Orang Kaya Nikahi yang Miskin© Dream

 

" 2,5 juta perkawinan per tahun. yang 1,9 juta itu melalui Kemenag. Sisanya melalui catatan sipil. Dipastikan 10 persen calon-calon keluarga miskin. Itu yang jadi perhatian kita," ucap dia.

Dia menyebut, program pranikah ini untuk mengajarkan dan mendata pasangan yang belum punya keterampilan membangun rumah tangga dengan baik. Nantinya, setelah lulus, keluarga baru itu akan dibekali kartu pra kerja khusus pengantin yang fungsinya bisa untuk mendapatkan pinjaman usaha.

3 dari 7 halaman

Wapres Maruf Amin Sebut Kemiskinan Dapat Sebabkan Kekafiran

Dream - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, menyebut kemiskinan dapat membuat seseorang menjadi kafir. Ma'ruf pun mengajak masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, agar ekonomi Indonesia semakin maju.

" Kemiskinan itu, kata Rasulullah, hampir bisa membawa orang kepada kekafiran. Kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kafir karena lemah, mudah dibujuk, mudah diprovokasi, mudah dibeli imannya karena dia miskin," ujar Ma'ruf dikutip dari Liputan6.com, Minggu 10 November 2019.

Ma;ruf menerangkan untuk menjadi negara yang maju, Indonesia harus meningkatkan pendapatan per kapita.

" Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, negara yang ekonominya kuat. Makanya, warganya juga harus kuat, mampu mengembangkan dunianya, harus pintar, harus bisa hidup layak," ucap dia.

Untuk mengurangi tingkat kemiskinan, kata dia, pemerintah saat ini sudah membentuk satuan tugas bernama Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

(Sumber: Liputan6.com)

4 dari 7 halaman

Wapres Ma`ruf Amin Angkat Bicara Isu Ahok Jadi Dewan Pengawas KPK

Dream - Wakil Presiden (Wapres) Ma`ruf Amin angkat bisa soal masuknya nama mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi calon dewan pengawas di lembaga antirasuah itu.

Dia menegaskan, sejumlah nama yang beredar tersebut nantinya menjadi kewenangan Presiden Jokowi.

" Ya bunyi-bunyinya ada begitu. Rumornya ada tapi kita belum tahu," kata Ma'ruf, Jumat, 8 November 2019.

Ma'ruf menyebut, mempersilakan berbagai pihak untuk memberikan rekomendasi sebagai calon dewan pengawas KPK.

" Saya kira presiden yang menentukan, kewenangan presiden. Sekarang sedang digodok. Kalau punya calon ya ajukan aja," kata dia.

5 dari 7 halaman

Sedang Dirampungkan

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan, calon anggota Dewan Pengawas KPK harus bersih dari tindak pidana umum maupun korupsi. Aturan itu tertuang dalam pasal 37 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang KPK.

Dia menjelaskan, tim internal seleksi dewan pengawas KPK yang diketuai Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, saat ini tengah menampung masukan dari sejumlah tokoh. Fadjroel memastikan Jokowi akan memilih dewan pengawas berdasarkan kriteria yang tercantum dalam UU KPK baru.

" Presiden mengatakan bahwa kita akan memilih yang betul-betul kredibel, terbaik, kompeten, dan profesional. Berdasarkan UU KPK Nomor 19 tahun 2019 maupun politik hukum dari pemerintah," ujar dia.

Adapun politik hukum pemerintah, kata dia, yaitu antikorupsi. Untuk itu, Fadjroel menjelaskan mantan napi yang pernah menjalani masa hukuman penjara paling singkat lima tahun, tidak bisa menjadi Dewan Pengawas KPK. Khususnya, terpidana kasus korupsi.

" (Kriteria dewan pengawas) Mereka tidak pernah jalani tindak pidana. Tentu yang pernah menjalani pidana korupsi secara khusus diperhatikan," kata dia.

(Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)

6 dari 7 halaman

Ma'ruf Amin: Santri Jangan Merasa Tak Punya Masa Depan

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengajak para santri tidak berkecil hati. Menurut Ma'ruf, para santri harus optimis karena banyak di antara mereka yang sukses menjadi pejabat negara.

" Para santri, santri banyak jadi menteri. Betul kata Cak Imin, santri itu tidak boleh merasa tidak punya masa depan," ucap Ma'ruf saat meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Syubbanul Wathon di Magelang, Jawa Tengah, dikutip dari , Kamis 7 November 2019.

Santri, tambah Ma'ruf, bisa punya jabatan yang diinginkan, termasuk bupati, menteri, hingga presiden. Dia mmenyebut Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagai santri yang pernah menjadi Preesiden.

Ma'ruf mengatakan, kelak jika ada santri yang jadi presiden, artinya akan ada pengulangan sejarah. " Gus Dur itu kan santri, santri Tegal Rejo lagi. Jadi kalau ada nanti santri Tegal Rejo jadi preiden, itu hanya mengulang sejarah saja itu, insyaallah," kata Ma'ruf.

7 dari 7 halaman

Peran di Forum Internasional

Santri, kata Ma'ruf, harus bisa tampil di forum internasional. Selain itu, dia meminta santri harus bisa ditempatkan dan mengerti kondisi digital terkini.

" Santri ini selain dipersiapkan menyiapkan untuk orang beragama tapi juga mempunyai ilmu-ilmu khusus ekspert untuk bidang-bidang yang lain," ujar dia.

Ma'ruf yakin ke depannya, para santri akan punya peran lebih besar di Indonesia. Selain optimisme, Ma'ruf juga meminta seluruh pihak untuk bergerak lebih maju dan mengawal negara ini.

" Kita harus yakin, kita ingin mendorong saya mengajak semua, bahwa mengawal negara adalah sesuatu yang tidak bisa tidak," kata dia.

Sumber: 

Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id