Dewas TVRI Pecat Helmy Yahya Karena Liga Inggris dan Program Asing

News | Rabu, 22 Januari 2020 09:00
Dewas TVRI Pecat Helmy Yahya Karena Liga Inggris dan Program Asing

Reporter : Maulana Kautsar

Ada Discovery Channel, kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik.

Dream - Keputusan Pemecatan Helmy Yahya sebagai direktur utama Televisi Republik Indonesia (TVRI) semakin panas. Pemberhentian mantan presenter kondang ini membuat Komisi I DPR meminta penjelasan dari Dewan Pengawas TVRI.

Dari beberapa butir penjabaran, Dewan Pengawas TVRI memecat Helmy karena tayangan Liga Inggris. Dewan Pengawas TVRI menilai tayangan itu tak sesuai jati diri bangsa Indonesia.

" Tupoksi TVRI sesuai visi-misi TVRI adalah TV publik, kami bukan swasta, jadi yang paling utama adalah edukasi, jati diri, media pemersatu bangsa, prioritas programnya juga seperti itu. Realisasinya sekarang kita nonton Liga Inggris," kata Ketua Dewas Arief Hidayat, dilaporkan Liputan6.com, Selasa, 21 Januari 2020.

Arief mengakui banyak penduduk Indonesia yang menyukai Liga Inggris. Tapi, lanjutnya, TVRI sebagai televisi nasional saat ini lebih banyak menyiarkan program siaran asing.

" (Liga Inggris) mungkin banyak yang suka. Ada Discovery Channel, kita nonton buaya di Afrika, padahal buaya di Indonesia barangkali akan lebih baik. Kemudian siaran film asing cukup banyak, ada yang bayar, ada yang gratis," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Dapat Protes?

Arief pun menilai TVRI kini seolah ikut dalam persaiangan industri televisi yang mengejar rating.

" Seolah-olah direksi mengejar rating dan share seperti TV swasta. Kita ada APBN harus bayar keluar negeri dalam bentuk hal ini BWF, Discovery, dan Liga Inggris, artinya uang rupiah kita APBN dibelanjakan keluar yang Presiden menyatakan dibatasi dan ini terjadi," kata dia.

Selain itu, Arief mencontohkan keputusan manajemen TVRI yang menayangkan program Discovery Channel saat banjir awal Januari 2020 melanda berbagai kota di Tanah Air.

" Sempat ketika ada banjir, kami sedang menayangkan Discovery Channel, ini kami dapat protes dari publik, 'Kok banjir-banjir, Dicovery Channel-nya tayang terus, nggak peduli banjir'. Ini sangat miris, kami sudah tegur, ternyata direksi melanjutkan," ucap dia.

" Sedangkan program kepublikan menurut pengamat, akademisi, kami ini diminta lebih memperhatikan edukasi, ibaratnya TVRI ini makanan sehat, bukan sekadar junk food," ujar dia.

(sah, Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

3 dari 5 halaman

Hore! Mulai 10 Agustus, TVRI Siarkan Liga Inggris Musim 2019-2020

Dream - Televisi Republik Indonesia (TVRI) mendapatkan lisensi untuk menayangkan pertandingan Premier League atau LIga Inggris untuk musim kompetisi 2019-2020. Kabar itu disampaikan Director of Program and News Affair TVRI, Apri Jaya Putra. 

" Breaking News: TVRI akan menayangkan Liga Inggris mulai 10 Agustus 2019. Terima kasih @molatv_id atas kepercayaannya menunjuk TVRI sebagai official broadcaster Premier League di platform FTA Indonesia," kata Apri di akun Twitter resminya, Jumat, 21 Juni 2019.

Rencananya, TVRI akan menayangkan dua pertandingan Premier League sepekan secara Free to Air (FTA), analog dan digital. TVRI akan menyiarkan dua pertandingan Premier League pada Sabtu dan Minggu.

Dilaporkan Bola.com, Direktur Utama TVRI, Helmy Yahya menyambut baik kepercayaan Mola TV kepada TVRI. Helmi berharap tayangan Premier League dapat menjadi hiburan bagi rakyat Indonesia.

" TVRI diberikan kepercayaan untuk menyiarkan atau memegang lisensi untuk menyiarkan siaran Premier League untuk dua pertandingan sepekan secara FTA. Jadi televisi yang memakai antena baik analog dan digital (bisa menikmati siaran)" ujar Helmy.

4 dari 5 halaman

Awalnya Dipikir Lelucon

TVRI berhak menayangkan siaran Premier League karena memiliki 29 stasiun daerah, 365 pemancar yang mencakup hampir 70 persen populasi masyarakat Tanah Air.

Chief Operations Officer Mola TV, Fery Wiraatmadja, berharap siaran Premier League dapat dinikmati masyarakat. Meski demikian, dia menyebut, awalnya ide kerja sama itu tercetus karena lelucon.

" Bang Helmy menyatakan keinginannya untuk menyiarkan Premier League. Kami juga berpikir idenya menarik. TVRI adalah lembaga penyiaran publik dan institusi negara yang memiliki komitmen melayani rakyat," ucap Fery.

5 dari 5 halaman

TVRI Klarifikasi Gamis Kontroversial di Acara Sahur

Dream - Televisi Republik Indonesia (TVRI) menggelar konferensi permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). TVRI memberikan klarifikasi terkait busana kontroversial yang dipakai oleh pembawa acara Jelang Sahur.

" Saya meminta maaf atas nama pribadi, atas nama lembaga kami kepada masayarakat Muslim di Indonesia. Juga kepada Majelis Ulama Indonesia. Kami tidak ada maksud lain," kata produser acara Jelang Sahur, Rita Hendri Okmawati, di kantor MUI, Selasa, 14 Mei 2016.

Rita menjelaskan, perkara gamis yang dipakai dua pengisi acara perempuan di acara itu. Dia mengatakan, pada awalnya tidak menyadari ada yang salah dengan adanya simbol tersebut. Tetapi setelah keesokan harinya dia menerima gambar mengenai siaran tersebut. Dia mengaku terkejut dan segera menggelar rapat di kantor TVRI untuk menindak lanjuti kasus tersebut.

" Busana ini, kalo kita pisah itu tidak akan menjadi suatu simbol tertentu. Yang pertama kan baju, jilbab, kemudian hiasan (yang dipakai dipinggang), hiasan ini kan bisa dipakai dikepala, bisa juga buat syal," kata dia.

Rita mengakui memang banyak tambahan variasi dari busana yang digunakan oleh pengisi acara perempuan. Busana yang digunakan memiliki modifikasi kerudung agar dapat menutup aurat.

" Busana ini dipilih karena motif dan warnanya bagus, kemudian setelah set ulang, baju ini agak transparan di bagian dada, sehingga kami tambahkan modifikasi, dengan maksud untuk menutup aurat," ucap dia.

Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin mengatakan, MUI akan memberikan tempat kepada TVRI untuk menyampaikan klarifikasi. Dia juga mengatakan teguran MUI kepada TVRi merupakan bagian dari pengawasan terhadap lima belas stasiun televisi selama Ramadan.

" Kami sudah mintai keterangan dari pihak TVRI tekait tersebut, konferensi pers ini menjadi bagian pemantauan MUI kepada lima belas stasiun televisi selama bulan Ramadhan, yang hasilnya nanti akan dipublikasikan nanti lima belas hari di bulan puasa," kata Ma'ruf.

" Di bulan puasa ini, akan kami evaluasi selama dua kali, yakni di lima belas hari pertama ini akan kami evaluasi dan selanjutnya setelah lebaran. Nantinya akan kami beri penghargaan kepada stasiun televisi yang sesuai dengan kaidah bulan Ramadhan," ucap dia menambahkan.

Sebelumnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat melayangkan teguran tertulis program siaran 'Jelang Sahur' dengan tema Ramadan Syahrut Taubat yang ditayangkan oleh stasiun TVRI pada 11 Juni 2016 pukul 03.02 WIB.

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat melayangkan teguran tertulis program siaran 'Jelang Sahur' dengan tema Ramadan Syahrut Taubat yang ditayangkan oleh stasiun TVRI pada 11 Juni 2016 pukul 03.02 WIB. Teguran itu dilakukan karena adanya aduan masyarakat mengenai tayangan TVRI yang menampilkan simbol agama tertentu pada busana yang di pakai oleh pembawa acara tersebut.

(Laporan: Ilman Nafi'an)

Terkait
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak
Join Dream.co.id