Aksi Tipu Margriet saat Engeline Dibunuh

News | Selasa, 3 November 2015 18:23
Aksi Tipu Margriet saat Engeline Dibunuh

Reporter : Sandy Mahaputra

Padahal kala itu, Engeline diketahui telah tak bernyawa dan dikubur di lubang halaman belakang rumah dekat kandang ayam.

Dream - Selalu ada saja kisah baru dari Margriet Chritstina Megawe saat anak angkatnya, Engeline dinyatakan hilang pada 16 Mei lalu. Padahal kala itu, Engeline diketahui telah tak bernyawa dan dikubur di lubang halaman belakang rumah dekat kandang ayam.

Saat Engeline hilang, Margriet sempat menyebut kepada Susiani jika ia melihat dua orang lelaki yang mengendap-endap di pintu gerbang selatan rumahnya.

" Tadi siang di selatan ada dua orang ngintip-ngintip di pintu dekat kos-kosan, laki-laki dua orang," kata Susiani saat memberi kesaksian dengan terdakwa Agus Tay Hamba May di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa 3 November 2015.

Saat itu, Susiani meminta Margriet untuk menanyakan perihal kehadiran dua orang tersebut kepada tetangga terdekat mereka.

" Saya tanya, ibu kenal tidak dengan orang itu. Coba tanyakan ke depan, barangkali mereka tahu. Margriet lalu suruh Agus tanya orang dua itu ke tetangga," kata Susiani.

Pada 16 Mei lalu, Susiani mengaku masih melihat Engeline pada pukul 12.30 WITA. " Habis sholat Dzuhur saya masih lihat Engeline. Agus sedang memberi makanan," ujarnya.

Jarak antara Agus dan Engeline, kaya Susiani, sekira 1,5 meter. Engeline tengah bermain sendirian. Bocah delapan tahun itu terlihat riang gembira. Tak jauh dari Engeline terlihat Margriet di depan pintu kamarnya.

Saat hendak pergi bekerja bersama suaminya Rahmat Handono, Susiani mengaku masih pamit kepada Margriet. " Saya pamit, saya bilang pergi dulu Bu. Bu Margriet jawab iya," katanya.

Susiani menyebut Engeline dan Agus memang nampak akrab. " Mungkin karena Engeline tak ada teman bermain," katanya. Sore hari sekira pukul 17.00 WITA, Susiani dan Handono pulang kerja ke rumah kosan di lingkungan rumah Margriet.

Baru berjalan beberapa meter, Susiani dicegat oleh Agus dan Margriet. " Keduanya memberi kabar jika Engeline hilang. Saya kaget waktu itu," katanya.

Kekagetan Susiani bukan tanpa alasan. Selama ia tinggal di sana sejak 2012 lalu, tak sekalipun ia melihat Engeline ke luar rumah selain pergi ke sekolah.

" Engeline itu tidak pernah ke mana-mana. Saya bilang, jangan-jangan Engeline kecapekan atau ketiduran di mobil. Margriet bilang sudah periksa ke mobil. Di situ dia sebut sempat melihat ada dua orang ngintip-ngintip," katanya.

Malam hari sekira pukul 19.00 WITA, datang sahabat Margriet, Rohana. Tak lama kemudian tiba anak Margriet Yvonne Caroline Megawe. " Bertiga ngobrol di depan di samping mobil. Saya tidak dengar apa yang dibicarakan," kata Susiani. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Teka Teki Bercak Darah di Kamar Margriet Terkuak

Dream - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Inspektur Jenderal Ronny F Sompie memastikan uji laboratorium terhadap bercak darah di rumah Margriet Jalan Sedap Malam Nomor 26 Denpasar sudah berhasil diidentifikasi.

" Bercak darah yang ditemukan Inafis Polda Bali pada awal penemuan jenazah Angeline sudah disimpulkan darah itu darah wanita, dan wanitanya itu adalah Nyonya MM (Margriet Megawe)," kata Kapolda, Rabu 1 Juli 2015.

Bercak darah yang telah teridentifikasi milik Margriet itu hasil penelitian yang dilakukan oleh tim Labfor dan Inafis Polda Bali. Hanya saja, Ronny tak menjelaskan bagaimana Margriet bisa berdarah dan di mana darah itu ditemukan. Termasuk, apakah dari hasil uji bercak darah terdapat darah milik Angeline.

Mengenai sejumlah barang bukti diduga terdapat bercak darah yang diteliti oleh Inafis dan Puslabfor Bareskrim Mabes Polri, Ronny mengaku belum menerima hasilnya.

" Kita sudah mengangkat jejak termasuk darah dan olah TKP ketika Inafis dan Puslabfor Bareskrim Mabes Polri. Barang bukti zat-zat atau cairan tubuh atau jejak apa saja, temuan ini yang belum kami dapatkan hasilnya," katanya.

(Laporan: Berry Putra)

 

 
3 dari 4 halaman

Hasil Mengejutkan Uji Kebohongan Margriet

Dream - Tes lie detector yang dijalani oleh ibu angkat Angeline, Margriet Christina Megawe menunjukkan hasil yang mengejutkan. Apa itu?

" Hasilnya tidak bisa dianalisa," kata Kepala Humas Polda Bali, Komisaris Besar Pol Hery Wiyanto, Selasa 30 Juni 2015.

Untuk itu, hari ini Margriet dijadwalkan menjalani uji kebohongan ulang menggunakan lie detector. " Hari ini jadwalkan pemeriksaan ulang sebagai saksi untuk Agus menggunakan lie detector," ujar Hery.

Ia menyayangkan Margriet menolak menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. " Itu justru memberatkan dia," paparnya.

Pernyataan itu bertolak belakang disampaikan kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompoel. Ia menyebut hasil tes lie detector kliennya menunjukkan jika ia berkata jujur.

" Saya kasih tahu, Ibu Margriet dua kali diuji lie detector. Hasilnya, tidak ada kebohongan," kata Hotma kemarin.

Pagi tadi sekira pukul 10.20 WITA Margriet tiba di Polresta Denpasar untuk menjalani tes ulanglie detector. Ia didampingi enam kuasa hukumnya, termasuk Hotma Sitompoel.

" Ya, hari ini klien kami kembali diperiksa ulang menggunakan lie detector. Tidak apa, pembuktian nantinya di pengadilan," kata Hotma.

(Ism,Laporan: Berry Putra)

4 dari 4 halaman

Sambil Tersenyum, Margriet Peragakan Pembunuhan Angeline

Dream - Tersangka pembunuh anak angkatnya sendiri, Margriet Christina Megawe nampak tenang dan tersenyum selama menjalani rekonstruksi.

Hal itu setidaknya yang terpantau oleh kuasa hukum Agus Tay Hamba May, Hotman Paris Hutapea. " Kalau Margriet total tidak ada perubahan mimik sedikit pun. Tenang bahkan sering senyum," kata Hotman di lokasi, Senin 6 Juli 2015.

Menurutnya tidak ada pula ekspresi kemarahan di wajah ibu angkat Angeline tersebut. " Margriet perubahan wajah sama sekali tidak ada menunjukkan kemarahan," katanya.

Bahkan, kata Hotman, saat ia sengaja mencoba melihat ekspresinya, Margriet nampak tersenyum dengan petugas yang mendampinginya.

" Waktu saya intip dari ruangan sebelah bahkan dia senyum-senyum sama petugas," ucapnya.

Menurut Hotman, tak ada protes dari Margriet dalam menjalani adegan rekonstruksi. " Dia tidak protes. Kadang-kadang senyum. Agus saksi dalam pembunuhannya, dalam penguburannya agus tersangka," katanya.

Proses rekonstruksi yang dilakukan masih berlangsung. (Ism) 

Join Dream.co.id