Prof Eddy, Saksi Ahli TKN di Sidang MK, Ternyata Pernah Duet Bareng Band Padi

News | Sabtu, 22 Juni 2019 17:30
Prof Eddy, Saksi Ahli TKN di Sidang MK, Ternyata Pernah Duet Bareng Band Padi

Reporter : Maulana Kautsar

Jingkrak-jingkrak di atas panggung.

Dream - Pernyataan saksi ahli Tim Kampanye Nasional (TKN) Edward Omar Sharif Hiariej di sidang gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi, kemarin (Jumat, 21 Juni 2019), viral diantara warganet.

Pria yang akrab disapa Eddy itu menyebut tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mencampuradukkan sengketa pemilu dengan perselisihan hasil pemilu.

Dia menjelaskan, gugatan yang diajukan oleh tim hukum 02 bukanlah kewenangan MK melainkan Bawaslu.

" Kuasa hukum pemohon dalam fundamentum petendi lebih banyak menunjukkan pelanggaran-pelanggaran Pemilu seperti penyalahgunaan APBN atau program kerja pemerintah, ketidaknetralan aparatur seperti polisi dan intelijen, penyalahgunaan birokrasi dan BUMN, pembatasan kebebasan media dan pers, serta diskriminasi pada penegakan hukum pada hakikatnya adalah pelanggaran pemilu yang berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 seharusnya dilaporkan pada Bawaslu," kata Eddy.

 

2 dari 6 halaman

Jingkrak-jingkrak di atas Panggung

Eddy kembali menjadi perbincangan warganet karena aksinya bernyanyi bersama Padi. Aksi Eddy itu muncul di Youtube, Eksis Event.

Dalam video itu, Eddy tampil sepanggung bersama Piyu dan kawan-kawan dengan membawakan lagu Sobat. Bak seorang penyanyi rok, Eddy jingkrak-jingkrak.

Aksi tersebut terjadi saat Dies Natalis ke-72 Fakultas Hukum UGM. Berdasarkan laman resmi Fakultas Hukum UGM, acara itu digelar pada 17 Februari 2018.

Di Kampus Biru, Eddy menjabat guru besar dan Ketua Prodi Magister Ilmu Hukum UGM. Pria kelahiran Ambon, Maluku, 10 April 1973 itu memiliki kepakaran di bidang hukum pidana.

Dia menjalani pendidikan hukum secara linier di UGM. Gelar guru besar didapatnya pada usia yang terbilang muda, 37 tahun.

Di luar bidang akademik, nama Eddy mulai muncul saat menjadi saksi ahli mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dalam persidangan dugaan kasus dugaan penodaan agama pada 2017. Tapi, kesaksian Eddy sempat ditolak jaksa penuntut umum.(Sah)

3 dari 6 halaman

Jawaban Menohok Saksi Ahli Tim Jokowi Saat Diragukan Tim Prabowo

Dream - Saksi ahli yang dihadirkan pihak terkait Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Edward Omar Sharif Hiariej atau Prof Eddy menjawab keraguan Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto.

Prof Eddy diragukan keahliannya dalam membahas kecurangan pemilihan umum (Pemilu) yang terstruktur, sistematis dan masif atau TSM. 

" Orang mengetahui saya adalah ahli pidana. Tapi, saya selalu mengatakan yang namanya seorang guru besar, seorang profesor hukum yang pertama harus dikuasai itu bukan bidang ilmunya, tetapi yang pertama kali harus dikuasai itu adalah azas dan teori," ujar Sharif di ruang sidang MK, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Sharif mengatakan, seorang profesional yang memiliki aaas dan teori maka sudah pasti bisa menjawab semua masalah mengenai hukum.

Meski demikian, Eddy mengakui belum pernah menulis buku secara spesifik mengenai pemilu.

" Kalau saudara tanyakan sudah berapa buku, saya kira saya sudah melampirkan CV, ada berapa buku, ada berapa jurnal internasional silakan nanti bisa periksa," ucap dia.

4 dari 6 halaman

Kalau Disebutkan Poinnya, Sidang Selesai

Dengan tegas Eddy menjawab tidak bisa menyampaikan secara langsung jurnal-jurnal internasional yang sudah pernah dia tulis.

" Kalau saya sebutkan dari poin 1 sampai poin 200, nanti sidang ini selesai," kata dia.

Lebih lanjut, kata dia, terkait dengan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif, Eddy mengaku memiliki kemampuan untuk membahas hal ini. Sebab, dia pernah menulis buku pelanggaran HAM berat dan juga pengantar hukum pidana internasional.

" Kalau melihat tadi apa yang saya ungkapkan di dalam keterangan ahli, saya lebih banyak menguliti persoalan hukum pembuktian, kebetulan saya juga membawahi buku hukum pembuktian," ujar dia.

 

5 dari 6 halaman

Kutip Link Berita, Prabowo Diminta Hadirkan SBY ke Sidang MK

Dream - Saksi ahli yang dihadirkan Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Edward Omar Sharif Hiariej, merasa heran dengan pembuktian kubu Prabowo-Sandi yang mengutip pernyataan Presiden RI ke enam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari tautan berita. 

Berita yang dikutip mengabarkan ketidaknetralan aparat dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

" In casu a quo, jika keterangan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono akan dijadikan sebagai bukti petunjuk oleh Majelis Mahkamah Konstitusi (MK), maka bukan berita tentang ketidaknetralan oknum BIN, Polri dan TNI yang disampaikan oleh Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Sharif di ruang sidang MK, Jakarta, Jumat 21 Juni 2019.

Menurut Sharif, Tim Hukum Prabowo-Sandi seharusnya menghadirkan SBY di ruang sidang untuk bersaksi secara langsung. Bukan mengambil kutipan pernyataannya dari berita.

" Dalam rangka mencari kebenaran materiil, Kuasa Hukum Pemohon harus bisa menghadirkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Mahkamah Konstitusi ini sebagai saksi," ucap dia.

Di hadapan majelis hakim, Sharif menjelaskan kubu 02 telah mengutip pernyataan SBY yang menyebut adanya ketidaknetralan oleh oknum anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Polri, TNI.

" Dari keterangan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai saksi dalam sidang ini, barulah diperoleh petunjuk," kata dia.

6 dari 6 halaman

Tim Hukum Jokowi: Kami Tak Bawa Saksi yang Bertele-tele

Dream - Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) mengagendakan paparan keterangan saksi dari tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Anggota Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, I Wayan Sudirta mengatakan, timnya akan menghadirkan saksi yang tidak bertele-tele dalam memberikan keterangan.

" Karena persidangan ini kita harus pahami psikologi hakim sudah lelah. Kalau sudah lelah bagi pengacara yang berpengalaman nggak akan bawa saksi dan ahli yang bertele-tele," ujar Wayan di Gedung MK, Jakarta, Jumat, 21 Juni 2019.

Wayan menuturkan, saksinya akan menjelaskan mengenai tuduhan kecurangan pemilu yang disampaikan kubu pemohon secara terstruktur, sistematis dan masif.

Tak hanya itu, mantan kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di sidang penistaan agama ini juga meyakini, saksi yang dibawa timnya akan membantah semua pernyataan saksi kubu 02.

" Kalau bahasa awamnya akan meluluhlantakkan permohonan pemohon yang panjang lebar," ucap dia.

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan, timnya akan menghadirkan dua saksi fakta dan dua saksi ahli. 

" Hari ini kita akan mengajukan dua saksi dua ahli dan dua-duanya sudah siap dan sudah hadir di Mahkamah Konstitusi untuk memberikan keterangan," kata Yusril. (ism)

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie
Join Dream.co.id