Demi Kelas Online Cucu, Nenek Lakukan Hal Menyentuh

News | Jumat, 22 Mei 2020 12:01
Demi Kelas Online Cucu, Nenek Lakukan Hal Menyentuh

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Nenek ini sampai mencarikan ponsel termurah, saking tidak punya uang.

Dream - Kebijakan belajar di rumah diterapkan banyak negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Tetapi, tidak semua siswa bisa merasakan nyamannya kebijakan ini.

Bagi anak-anak beruntung yang memiliki akses interet dan gadget bisa nyaman belajar di rumah. Tetapi, tidak semua anak bisa merasakannya.

Pria asal Thailand, Jatupol Borboon, membagikan sebuah kisah yang tak sengaja dia dapatkan. Dia unggah cerita itu ke Facebook, kemudian viral dalam waktu 3 hari.

Dikutip dari World of Buzz, ceritanya dimulai ketika seorang nenek pergi ke toko ponsel bersama cucunya di mal. Ketika itu, Jatupol yang merupakan penjaga toko melihat mereka yang tampak kebingungan.

Pria itu bergegas untuk melayani keduanya. Begitu sang nenek melihat Jatupol, dia bertanya tentang ponsel yang terjangkau.

" Apakah Anda memiliki ponsel yang kurang dari 2.000 baht (Rp900 ribu)?" tanya nenek itu.

 

2 dari 5 halaman

Tawarkan Ponsel Promo, Tapi

Untuk membantu keperluan sang nenek, manajemen toko bertanya untuk siapa ponsel tersebut. Nenek tersebut menjawab ponsel itu untuk cucunya agar dapat mengikuti kelas online.

Karena uang nenek itu sangat terbatas, Jatupol mencarikan ponsel yang sedang promo. Tetapi untuk membeli ponsel itu, sang nenek diberitahu dia perlu berlangganan paket bulanan.

Tidak dijelaskan apakah nenek itu akhirnya membeli ponsel tersebut di hari yang sama, namun dalam akun Facebooknya Jatipul menambahkan pesan.

 

3 dari 5 halaman

Pesan Bijak

" Pembelajaran online merupakan inisiatif yang baik, namun untuk anak-anak dari keluarga yang kurang beruntung, pembelajaran tersebut merupakan hak istimewa," kata Jatipul.

" Sebagian besar siswa sekolah dasar tidak memiliki telepon dan saat ini inisiatif pembelajaran online akan membebani beberapa orang tua," tulis dia.

Dia kemudian menjelaskan benar bahwa anak-anak dapat menggunakan TV untuk mendapatkan pelajaran online. Tetapi bagaimana jika ada keluarga yang tidak memiliki TV?

E-learning adalah inisiatif yang baik. Tetapi akan lebih baik jika tidak membebani orang tua secara finansial.

Posting ini kemudian memicu debat besar di lingkup Twitter warga Thailand.

4 dari 5 halaman

Video Memilukan Kakek Mengais Tumpukan Sampah untuk Cari Makanan

Dream - Ramadhan merupakan bulan di mana kaum muslim diajarkan merasakan perjuangan kehidupan saudaranya yang kekurangan. Dengan menahan lapar dan haus, seorang muslim dilatih mengetahui kondisi masyarakat tak berpunya yang senantiasa mengalami cobaan itu hampir setiap hari 

Bagi warga yang kurang beruntung, mereka masih harus berjuang menemukan makanan sekadar untuk berbuka puasa.

Baru-baru ini viral sebuah video yang diunggah oleh Mizan Dmhba melalui akun Facebooknya. Video itu memperlihatkan seorang kakek sedang mengais-kais tumpukan sampah. Pria lanjut usia itu ternyata sedang berusaha mencari makanan yang dianggapnya layak dimakan untuk berbuka.

" Selama perjalanan kami dari Pengkalan Chepa ke Ketereh, Kelantan, untuk mendistribusikan sumbangan, kami menemukan seorang lansia yang sedang mencari-cari sampah," tulis Mizan.

 

5 dari 5 halaman

Memprihatinkan

" Saya minta untuk menghentikan mobil dan mendekati lansia tersebut. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sedang mengumpulkan sisa roti untuk dimakan. Kami memberinya sekantong beras dan sejumlah uang. Masih banyak di luar sana yang membutuhkan bantuan kita," tulis Mizan dalam akun Facebooknya.

Mizan melalui akun Facebooknya mengingatkatkan masih banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuan kita.

Pesan untuk Sahabat Dream, jika melihat seseorang yang membutuhkan, jangan ragu untuk membantu. Tetapi tetap harus menjaga jarak sosial selama periode PSBB akibat pandemi Covid-19 ini.

Meski sedikit, bisa sangat bermanfaat bagi saudara kita.

Sumber: World of Buzz

Join Dream.co.id