Adik Syekh Ali Jaber Sebut Warga Negara Arab Paling Peduli Palestina

News | Senin, 24 Mei 2021 16:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Syekh Muhammad Jaber mengatakan warga negara Arab berhasil menghimpun dana Rp95 miliar hanya dalam 3 hari. Negara mana yang dimaksud?

Dream - Serangan Israel ke Palestina sebelum gencatan senjata menimbulan korban jiwa serta runtuhnya berbagai bangunan vital. Desakan dari berbagai negara, kecuali Amerika Serikat dan sekutunya, berhasil menekan Israel dan Hamas untuk menghentikan aksi serang menggunakan roket.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan negara mengundang munculnya aksi keprihatinan dari berbagai negara, khususnya untuk Palestina. Adik Syekh Ali Jaber, Syekh Muhammad Jaber turut bersuara soal perhatian yang diberikan dunia untuk Palestina.

Hal ini terungkap dari salah satu unggahan terbaru di akun Instagram pribadinya. Syekh Muhammad Jaber mengangkat perhatian soal kepedulian berbagai negara di penjuru dunia terutama Kuwait.

" Masya Allah, satu-satunya negara Arab yang peduli, perhatian, dan membantu Palestina adalah negara kuwait, hanya dalam 3 hari saja bisa terkumpul 2.000.000 Dinar, senilai 95 Milliyar dan hingga saat ini masih terus bertambah lebih dari 100 Miliyar dan terus bertambah insya Allah," tulis Syekh Muhammad Jaber.

Adik Syekh Ali Jaber Sebut Warga Negara Arab Paling Peduli Palestina
Syekh Muhammad Jaber Dan Syekh Ali Jaber (Foto: Instagram @syekh_muhammad_jaber)
2 dari 5 halaman

Jihad Harta

Dalam unggahannya tersebut, Syekh Muhmmad Jaber mengingatkan, meski kita tidak bisa ikut membantu berjuang setidaknya kita bisa membantu lewat harta.

"Jika kita tidak bisa berjuang atau berjihad perang melawan musuh Allah membebaskan Masjid al-Aqso, wajib kita berjihad dengan harta.

Ini bukan ibadah Nafilah (tambahan), melainkan ini adalah kewajiban kita menolong mereka. Semoga kita bisa terlibat dalam perjuangan membebaskan masjid al-Aqso dan semoga kita bisa bersama-sama sholat di Masjid al-Aqsa. Aamiin," sambung Syekh Muhammad Jaber.

Tak berhenti disitu, Syekh Muhammad Jaber juga mengapresiasi masyarakat Tanah Air yang antusias memperjuangkan hak hidup warga Palestina.

"Alhamdulillah Indonesia juga salah satu negara di dunia yang Masya Allah tingkat perhatian dan kepedulian sangat tinggi terhadap saudara kita di Palestina," tulisnya.

      View this post on Instagram      

A post shared by SYEKH MUHAMMAD JABER (@syekh_muhammad_jaber)

 

3 dari 5 halaman

'Kembaran' Syekh Ali Jaber Menangis di Depan Kuburan, Ada Apa?

Dream - Muhammad Jaber yang sering disebut sebagai 'kembaran' Syekh Ali Jaber tiba-tiba meminta maaf. Di depan pusara mendiang sang kakak, ia meminta maaf lantaran sudah lama tak berziarah kubur.

Momen ini diketahui melalui laman akun Instagram pribadinya. Dalam keterangan foto, ia menulis sebuah pesan panjang berisi kenangan bersama mendiang Syekh Ali.

" Maafkan saya wahai Syekh Ali, sudah lama saya tidak sempat berziarah, berkunjung ke makam anda," tulis Muhammad Jaber.

Melanjutkan pesan yang ditulisnya, Muhammad Jaber mengaku meski telah lama tak datang ke makam, ia tak pernah sekalipun melupakan mendiang Syekh Ali. Sang kakak selalu ada di pikirannya.

" Tapi demi Allah anda selalu ada di dalam hati saya dan tidak pernah hilang dalam pikiran saya, karena saya bersumpah di hadapan Allah bahwa saya melanjutkan perjuangan anda dan menyelesaikan semua urusan anda insya Allah," terang dia.

4 dari 5 halaman

Kenangan Pahit

Muhammad Jaber kemudian mengingat sebuah kenangan pahit mengenai momen kala kakaknya mengalami kejadian menyedihkan di Lampung. Kala itu, Syekh Ali ditusuk orang tak dikenal saat sedang berdakwah.

" Saya yakin anda memaafkan saya karena saya sibuk dalam urusan dakwah, bukan dalam urusan dunia. Saya teringat, dulu ketika anda diuji, ditusuk di Lampung, saya marah dan sedih sekali karena saya jauh dari anda saat itu dan saya sedang berdakwah di pulau lain," jelas Muhammad Jaber.

5 dari 5 halaman

Ucap Janji

Satu pesan yang selalu diingat Muhammad Jaber mengenai kakaknya, yakni terus berdakwah. Untuk itu, ia akan menjalankan amanat yang diberikan oleh mendiang Syekh Ali semasa hidupnya.

" Ketika saya telepon dan mau pulang untuk menemani dan menjenguk, tapi anda malah menegur saya. Saya masih ingat dengan apa yang anda katakan, “ Untuk apa pulang? kamu dokter mau rawat saya ?? Tidak usah pulang, tetap terus berdakwah, jangan berhenti bismillah semoga Allah melindungi anda wahai adikku” ????????????????????????????????," paparnya.

" Karena itu anda pasti memaafkan saya karena tidak mungkin anda setuju jika saya tinggalkan dakwah untuk berziarah," sambungnya.

Di akhir pesan yang ditulisnya, 'kembaran' Syekh Ali ini menulis sebuah janji. Di mana ia akan selalu meluangkan waktu untuk ziarah kubur dan mendoakan mendiang Syekh Ali.

" Tapi saya berjanji, insya Allah setiap ada waktu luang saya akan mampir dan do'a saya yang tidak pernah putus untuk anda, saya berdoa dengan yakin kepada Allah, saya yakin akan sampai kepada anda. Selamat jalan, selamat berpulang ke rahmat Allah wahai guru saya, abang saya, hati saya. Semoga berjumpa di Surga Aamiiiiin," jelasnya.

      View this post on Instagram      

A post shared by SYEKH MUHAMMAD JABER (@syekh_muhammad_jaber)

 

Join Dream.co.id