Rekonstruksi Jessica Beli Sabun Sebelum Bertemu Mirna

News | Minggu, 7 Februari 2016 18:30
Rekonstruksi Jessica Beli Sabun Sebelum Bertemu Mirna

Reporter : Nur Ulfa

Jessica menolak rekontruksi versi fakta temuan penyidik. Versi Jessica ada 56 adegan, versi fakta hasil penyelidikan polisi ada 65 adegan.

Dream - Jessica Kumala Wongso, tersangka kematian Mirna Salihin, menoloak melakukan rekontruksi versi fakta temuan penyidik.

" Jessica dan pengacara menolak mengikuti rekonstruksi yang kedua dan sudah menandatangani berita acara penolakan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, Minggu 7 Februari 2016.

Krishna menungkapkan, ada perbedaan dalam rekonstruksi versi Jessica dan penyidik. " Versi Jessica ada 56 adegan, versi fakta hasil penyelidikan polisi ada 65 adegan," ujarnya.

Ditambahkan Krishna, Jessica tidak akan melihat rekonstruksi versi penyidik tetapi ia tetap berada di Mal Grand Indonesia untuk rekonstruksi lanjutan di toko sabun Bath and Body Works.

Namun itu dilakukan setelah rekonstruksi versi penyidik rampung dilakukan di kafe Oliver.

" Jessica belum balik, akan ada rekonstruksi lanjutan saat yang bersangkutan beli sabun" .

Diketahui Jessica membeli sabun di toko Bath and Body Works sebelum bertemu dengan Mirna dan Hani.

 

2 dari 6 halaman

Ekspresi Jessica Saat Peragakan Adegan Bertemu Mirna

Dream - Ekspresi wajah Jessica Kumala terlihat tenang saat melakukan rekonstruksi kematian sahabatnya, Wayan Mirna di Kafe Olivier, West Mall, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 7 Februari 2016.

Dalam rekonstruksi itu, Jessica memperagakan adegan saat ia terlebih dahulu datang ke kafe. Jessica diantar pelayan kafe bernama Cindy, lalu duduk di sebuah meja.

Jessica kemudian memegang menu makanan sambil memainkan ponsel di meja yang telah dipilihnya.

Saat menunggu dua sahabatnya, Mirna dan Hani datang, di meja sudah tersaji dua minuman.

Tak lama, kemudian Mirna dan Hani datang. Saat bertemu, Hani tampak memeluk Jessica sedang Mirna berada di belakang Hani.

Data CCTV

Kuasa hukum Jessica, Andi Joesoef menjelaskan, rekonstruksi dilakukan untuk memperdalam pemeriksaan dan mencocokkan dengan data yang dilihat dari CCTV kafe.

" Rekonstruksi ini untuk kebutuhan pendalaman pemeriksaan. Ini sudah ketiga kalinya," kata Andi.

Pada rekonstruksi kali ini, ada sejumlah adegan tambahan untuk proses kroscek dengan data penyidik di CCTV.

" Saya sih belum lihat CCTV. Tapi ini untuk sinkronkan data di CCTV juga. Polisi jangan hanya fokus ke Jesica. Semua harus diperiksa termasuk yang mengaduk kopinya," imbuhnya.

3 dari 6 halaman

Jessica Peragakan Adegan Ini Saat Menunggu Mirna

Dream - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalukan rekonstruksi terkait kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, West Mall, Grand Indonesia (GI), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu 7 Februari 2016.

Dalam rekonstruksi itu dihadirkan Jessica Kumala, tersangka kasus tersebut dan Hani, teman mengopi Mirna yang lain.

Selain itu, tampak juga peran Cindy yang diduga sebagai pelayan Kafe Olivier saat kejadian tewasnya Mirna usai menenggak es kopi Vietnam di kafe tersebut.

Berdasarkan pantauan Dream.co.id di lokasi rekontruksi, Jessica yang mengenaikan seragam tahanan berwarna orange memperagakan saat ia memesan kopi untuk mirna.

Jessica kemudian terlihat tengah memegang menu makanan sambil memainkan ponsel di meja yang telah dipilihnya.

Saat menunggu dua sahabatnya, Mirna dan Hani datang, di meja sudah tersaji dua minuman.

Polisi menjaga secara ketat jalannya proses rekonstruksi. Pengunjung yang melintas dilarang memotret jalannya proses rekonstruksi.

4 dari 6 halaman

Ayah Mirna Ungkap Motif Putrinya Dibunuh?

Dream - Dharmawan Salihin secara tersirat mengungkapkan motif pembunuhan putrinya, Wayan Mirna Salihin.

" Itu naluri. Saya bilang kalau waktu itu mirna gak nikah dengan Arief nggak mati Mirna. Nah lu artiin sendiri tuh, terjemahkan lah. Kalau salah, lu salah," kata Dharmawan, Jumat kemarin.

Darmawan menuturkan, selama bertahun-tahun anaknya berkawan dengan Jessica tidak pernah ada masalah. " Delapan tahun berteman sama Jessica baik-baik saja. Tapi kenapa pas nikah Jessica bunuh itu mirna," ujarnya.

Dia mengaku masih penasaran dengan belakang Jessica ‎selama di Australia. Selain itu, dia ingin mencari tahu lebih dalam mengenai kedekatan Jessica dengan Mirna selama tinggal delapan tahun di Austalia.

" ‎Saya sudah dapat informasi terkait hubungan Jessica dan Mirna. Tapi saya masih matengin dulu info itu," ujar dia.

Bantah

Sebelumnya, pengacara Jessica, Yudi Wibowo, mengatakan, polisi tak punya cukup bukti untuk menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus pembunuhan Mirna. Ia menegaskan, Jessica bukanlah pembunuh Mirna.

Yudi keberatan dengan keputusan polisi. " Buktinya nggak kuat kok main tangkap, ini kan negara hukum," kata Yudi.

5 dari 6 halaman

Temuan Mengejutkan Soal Jessica di Australia

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya terus bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP), untuk mendapatkan bukti-bukti yang bisa mengaitkan tewasnya Wayan Mirna Salihin dengan tersangka Jessica Kumala Wongso.

Jessica diduga melakukan pembunuhan berencana terhadap temannya sendiri, Mirna pada 6 Januari lalu.

Jika terbukti bersalah, Jessica akan menghadapi tuntutan hukuman penjara minimal 20 tahun. Dan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Portal berita Australia, News.com.au mengungkapkan Jessica, orangtuanya dan dua saudaranya adalah penduduk tetap Australia. Mereka pindah kewarganegaraan dari Indonesia sekitar delapan tahun lalu. Keluarga Jessica selama ini tinggal di Sydney.

Seorang sumber yang dekat dengan keluarga mengatakan, Jessica sedang liburan di Indonesia dengan orangtuanya.

Jessica sebenarnya harus kembali bekerja beberapa minggu setelah penangkapannya. Di Australia, Jessica bekerja sebagai desainer grafis di Sydney.

" Dia tidak bersalah," kata sumber itu, yang selalu melakukan kontak dengan Jessica.

" Dia hanya warga Australia biasa; seorang wanita muda 27 tahun yang minum kopi kemudian mendapat masalah untuk sesuatu yang dia tidak lakukan" .

" Dia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah dan (sekarang) dia bisa mati," tambah si sumber. 

Sebelum datang ke Indonesia, Jessica pernah bekerja di layanan ambulans Departemen Kesehatan New South Wales (NSW Ambulance) selama setahun lebih.

Menurut pernyataan News Ambulance yang diterima News.com.au, Jessica bekerja sebagai kontraktor lepas di posisi administratif dari Juli 2014 hingga pengunduran dirinya pada November 2015.

Ketika didesak tentang sosok Jessica selama bekerja di sana, NSW Ambulance menolak untuk berkomentar.

" Karena masalah ini dalam penyelidikan polisi, NSW Ambulance tidak dapat berkomentar lebih lanjut."

Seperti diketahui, Jessica dan Mirna sama-sama pernah kuliah di Australia, tepatnya di kampus Billy Blue College of Design, Sydney. Keduanya sama-sama lulus kuliah pada 2008.

Meski kuliah di kampus yang sama, Mirna dan Jessica mengambil jurusan yang berbeda.

6 dari 6 halaman

Pengacara Jessica Ternyata Tersangka

Dream - Yudi Wibowo, pengacara Jessica Kumala Wongso, tersangka kasus kematian Mirna Salihin, tercatat sebagai jadi status tersangka di Polrestabes Surabaya. Yudi menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik pada 2013 silam‎.

Yudi membenarkan informasi itu. Tetapi, soal status penyidikannya, Yudi mengaku, masih mengambang.

" Itu kasus sudah lama, 3 tahun lalu. Saya juga tidak tahu kelanjutannya bagaimana. Saya saat itu sedang membela seorang siswa yang dipukuli gurunya sampai babak belur kepala dan hidungnya," kata Yudi, Kamis, 4 Februari 2016.

Menurut Yudi, ketika itu dia sedang membela seorang murid sorang siswa SMP GIKI berinisial FA. Yudi mengatakan kala itu FA dianiaya oleh seorang guru yang bernama Saul Krisdiono.

Saat kasus itu bergulir, Yudi mengaku, mengadukan Saul Krisdiono karena menganiaya murid tersebut ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan Kementerian Kebudayaan ‎dan Pendidikan.

Tetapi, dalam aduan itu Saul melaporkan balik Yudi ke Polrestabes Surabaya dalam pencemaran nama baik.

‎Alhasil, laporan itu berbuntut pada penetapan tersangka Yudi. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Yudi menggugat hal itu dengan mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Pada 10 Oktober 2015, gugatan praperadilan itu berlangsung. Tapi ditolak majelis hakin Pengadilan Negeri Surabaya.

Meski ditolak, Yudi menyebut, majelis hakim menggarisbawahi hasil praperadilan. Dia mengatakan, hasil praperadilan itu menyatakan jika advokat atau pengacara tidak boleh dituntut saat membela seorang klien.

" Intinya hakim mengatakan, advokat itu tidak bisa digugat perdata maupun pidana. Baca undang-undang! Pasal 16 Nomor 18 Tahun 2003, advokat tidak bisa dipolisikan selama dalam rangka membela klien di persidangan," kata dia menegaskan.

Yudi menjelaskan, Saul yang memperkarakan kasus itu sudah dijatuhi hukuman oleh pengadilan, kurungan penjara selama 3 bulan serta denda Rp 40 juta.

Yudi siap bila ada yang memperkarakan kasus itu kembali ke ranah hukum. " Tanya sama yang ngasih info ini. Saya siap di penjara bila terbukti bersalah," ujarnya. (Ism)

Terkait
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?
Join Dream.co.id