Ada Mafia di Balik Lolosnya WNA India ke Indonesia Saat Tsunami Covid-19

News | Rabu, 28 April 2021 11:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Praktik mafia ini dinilai membahayakan nyawa.

Dream - Masuknya sejumlah warga pendatang dari India ke Indonesia mendapat sorotan banyak pihak. Kedatangan ratusan warga India itu terjadi di saat negeri Bollywood itu sedang mengalami masa tsunami Covid-19. 

Ternyata, lolosnya warga pendatang dari India tersebut ada keterlibatan mafia karantina. Fakta ini dikuak Polda Metro Jaya setelah menangkap sebagian oknum yang meloloskan warga pendatang tersebut dari karantina ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengecam praktik mafia tersebut. Dia menegaskan praktik tersebut berpotensi membahayakan seluruh rakyat Indonesia.

" Satgas tidak bisa menolerir kemunculan oknum yang memanfaatkan dan menyalahgunakan keadaan. Jangan pernah berani bermain dengan nyawa! Satu nyawa sangat berarti dan tak ternilai harganya," ujar Wiku dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Wiku meminta aparat mengusur tuntas kasus ini. Dia pun meminta jika para oknum terbukti bersalah, harus mendapat hukuman yang setimpal.

" Jangan sekalipun mencoba melakukan hal yang melanggar ketentuan yang berpotensi mendapatkan konsekuensi hukum," kata dia.

 

Ada Mafia di Balik Lolosnya WNA India ke Indonesia Saat Tsunami Covid-19
Warga India Di Bandara Soetta
2 dari 6 halaman

Wajib Patuh Aturan Karantina

Selanjutnya, Wiku mengingatkan setiap warga asing maupun WNI dari luar negeri khususnya dari India harus patuh para ketentuan yang berlaku di Indonesia. Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari untuk mencegah kasus impor dari India.

" Jadi saya minta, WNI yang tiba dari India untuk mematuhi ketentuan. Ini demi keselamatan kita bersama," kata dia.

Sebelumnya, seorang WNI berinisial JD yang baru datang dari India lolos dari karantina karena dibantu S dan RW. Dua orang ini mengaku sebagai pegawai di Bandara Soekarno-Hatta.

Agar lolos karantina, JD membayar Rp6,5 juta kepada S. Kemudian, S meloloskan JD sehingga bisa pulang ke rumah tanpa harus menjalani karantina di Bandara Soetta.

" Kalau pengakuan dia kepada JD, dia adalah pegawai bandara, ngakunya doang. Dia sama anaknya. RW itu anaknya S," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

3 dari 6 halaman

10 WNI Terinfeksi Virus Corona Varian India, 3 Daerah Ini Diminta Hati-Hati!

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melaporkan virus corona varian baru yang muncul di India sudah masuk ke Indonesia. Sebanyak 10 Warga Negara Indonesia (WNI) dipastikan sudah terinfeksi virus tersebut.

" Bahwa virus itu sudah masuk juga di Indonesia, ada 10 orang yang sudah terkena," ujar Budi, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan penularan ditemukan di Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan. Rinciannya, enam orang WNI merupakan kasus impor.

" Empat di antaranya adalah transmisi lokal, yang ini yang kita perlu jaga. Dua di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu di Kalimantan Selatan," kata Budi.

Atas kasus ini, Pemerintah memperketat pengawasan di Jawa Barat, Kalimantan dan Sumatera. Budi terus mengingatkan masyarakat agar selalu patuh dan menerapkan protokol kesehatan.

" Jadi untuk provinsi-provinsi di Sumatera, di Jawa Barat, dan Kalimantan kita akan menjadi lebih sangat berhati-hati untuk selalu mengontrol apakah ada mutasi baru atau tidak," kata dia.

 

4 dari 6 halaman

Pemerintah Tolak Masuk Warga Asing dari India

Budi juga menyinggung soal tsunami Covid-19 yang terjadi di India. Menurut dia, India sempat mencatat kasus harian sebesar 5.000 namun data terakhir sudah melonjak mencapai 300 ribuan kasus per hari.

Terdapat dua hal yang menjadi sebab terjadinya tsunami Covid-19. Sebab pertama yaitu masuknya varian baru Covid-19 B117 dari Inggris.

" Yang kedua adalah tidak konsisten menjalankan protokol kesehatan," kata dia.

Sementara untuk mencegah eksodus warga dari India, Budi menjelaskan Pemerintah telah menangguhkan sementara visa kunjungan dan visa tinggal terbatas. Serta menolak masuk orang yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India.

" Untuk WNI kita masih boleh masuk tapi protokol kesehatannya kita perketat sehingga mereka harus stay 14 hari, mereka harus dikarantina 14 hari," ucap Budi.

5 dari 6 halaman

3,8 Juta Vaksin AstraZeneca Tiba Malam Ini, Bulan Depan 10-15 Juta Sinovac

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Indonesia akan mendapatkan tambahan dosis vaksin. `Amunisi baru` ini akan memperkuat pasokan vaksin untuk kebutuhan penanganan Covid-19 dalam negeri.

" Rencananya akan datang nanti malam 3,8 juta (dosis) vaksin dari AstraZeneca dalam skema GAVI dan nanti bulan depan akan datang lagi dua kali 3,8 juta," ujar Budi dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Selain itu, Budi mengatakan Indonesia juga telah mendapatkan kepastian tambahan vaksin Sinovac. Kepastian ini didapat setelah Presiden Joko Widodo melobi Presiden China, Xi Jinping.

" Ada tambahan vaksin Sinovac yang akan masuk antara 10 juta sampai 15 juta untuk bulan April dan Mei," kata Budi.

Selanjutnya, Budi mengajak para kepala daerah untuk kembali menggenjot vaksinasi. Karena vaksinasi sempat agak direm akibat pasokan vaksin kurang.

" Tapi sekarang suplai untuk bulan Mei akan cukup banyak sehingga kita segera kembalikan case penyuntikannya seperti sebelumnya," kata Budi.

 

6 dari 6 halaman

Kado HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Budi berharap sebelum 17 Agustus, vaksinasi sudah cukup banyak dilakukan. Sehingga bisa jadi hadiah bagi HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

" Jumlah orang yang divaksinasi sudah cukup banyak sehingga kita bisa mengendalikan pandemi ini," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan cuci tangan. Juga tetap menjaga jarak.

" Kita sudah baik, keseimbangan yang terbaik sudah kita capai, jangan kita ubah-ubah lagi," kata dia.

Join Dream.co.id