6 Risiko Bisnis yang Bisa Menimpa Para Pelaku Usaha saat Pandemi

News | Jumat, 15 Januari 2021 08:00
6 Risiko Bisnis yang Bisa Menimpa Para Pelaku Usaha saat Pandemi

Reporter : Iwan Tantomi

Kira-kira apa saja ya risiko bisnis ini?

Menjalankan usaha di masa pandemi memang terhitung banyak risikonya. Bukan saja bisnis besar, tetapi juga dampaknya turut dirasakan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal ini belum ditambah dengan menggeliatnya pasar online. Jika tak jitu mengaplikasikan ide bisnis yang menarik bagi pasar, maka makin sulit bersaing.

Lewat sebuah kelas online yang diadakan oleh BukaLapak x Zurich bertajuk 'Strategi Agar Usaha Tidak Rugi?', Derry Avianto, selaku ADMF Business Development Head Adira Insurance coba menjelaskan lebih detail risiko apa saja yang bisa menghampiri para pelaku UMKM di masa pandemi.

2 dari 7 halaman

Permintaan Pasar yang Semakin Menurun

 shutterstock© shutterstock

Menurut Derry, selama pandemi beberapa orang mengalami penurunan daya beli. Hal ini bisa disebabkan karena berkurangnya atau bahkan hilangnya pendapatan utama. Imbasnya, permintaan pasar pun jadi semakin menurun. Risiko mengalami kerugian hingga kebangkrutan pun bisa menghantui para pelaku usaha.

3 dari 7 halaman

Produksi Jadi Terhambat

Lebih lanjut, keberlangsungan usaha juga dipengaruhi dari penerapan beberapa kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah selama pandemi. Ambil contoh, dengan diterapkannya PSBB, sebagian masyarakat jadi harus bekerja dari rumah atau bahkan sampai dirumahkan.

Bagi industri yang produksinya sangat bergantung pada kehadiran langsung para pekerja, tentu akan mengalami banyak hambatan, terutama pada proses produksi.

4 dari 7 halaman

Modal Usaha yang Semakin Sulit Didapatkan

 shutterstock© shutterstock

Di sisi lain, banyaknya para pelaku usaha yang mencoba bangkit dan bertahan di masa pandemi, membuat lembaga keuangan kebanjiran permintaan permodalan. Hal inilah yang membuat peminjaman modal usaha di masa sekarang ini semakin sulit didapatkan.

5 dari 7 halaman

Sikap Tidak Jujur Pegawai

Selain itu, menurut Derry, sikap nggak jujur dari pegawai juga bisa berisiko buruk bagi keberlangsungan usaha. Hal ini memang bisa diantisipasi, tetapi bukan artinya nggak bebas risiko. Bagaimanapun risiko mengalami pencurian dari pegawai yang nggak jujur akan selalu ada.

6 dari 7 halaman

Tempat Usaha yang Terbakar

 shutterstock© shutterstock

Kendati kadang sudah sangat berhati-hati, musibah yang melanda tempat kerja juga akan selalu ada. Salah satunya risiko mengalami kebakaran tempat kerja. Bisa terjadi karena kelalaian manusia, maupun korsleting listrik.

" Risiko mengalami kerugian hingga kebangkrutan pun makin besar, jika tempat usahanya hanya tunggal, dan semua kegiatan produksi hingga penyimpanan dipusatkan di sana, ketika terjadi kebakaran, tentu akan habis semuanya," imbuh Derry.

7 dari 7 halaman

Risiko Kerusakan Tempat Usaha

Sama seperti tempat tinggal, tempat usaha juga perlu dirawat dan diperhatikan. Namun, risiko mengalami kerusakan ini bukan hanya datang karena usia bangunan, tetapi juga datang dari kerusuhan. Apabila tempat usaha kamu dekat dengan pusat pemerintahan, risiko mengalami kerusakan selama kerusuhan terjadi kadang juga sulit untuk dihindarkan.

Keenam risiko itulah yang bisa menghampiri para pelaku usaha, termasuk UMKM selama pandemi, maupun masa-masa normal. Nah, untuk meminimalkan kerugian yang terjadi akibat beragam risiko usaha tersebut, penting saat menjalankan usaha untuk memanfaatkan perlindungan asuransi bisnis.

Begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan dari asuransi bisnis, di antaranya pengalihan risiko, pertumbuhan bisnis, pengumpulan premi dana seimbang, serta pencegahan kerugian. Itulah alasan pentingnya pemilik bisnis termasuk UMKM mengasuransikan bisnisnya apalagi di kondisi yang nggak pasti, seperti di masa pandemi sekarang ini.

Terkait
Join Dream.co.id