6 Fakta Kasus Sate Sianida yang Tewaskan Bocah di Bantul, Ini Pelakunya

News | Senin, 3 Mei 2021 13:17
6 Fakta Kasus Sate Sianida yang Tewaskan Bocah di Bantul, Ini Pelakunya

Reporter : Reni Novita Sari

Pelakunya ternyata seorang ....

Dream - Kasus sate beracun yang menewaskan bocah asal Bantul, Yogyakarta, Naba Faiz Prasetyo, mulai menemukan titik terang. Polisi telah menangkap pemberi sate beracun yang menewaskan anak pengemudi ojek online tersebut.

Peristiwa nahas ini bermula dari seorang driver ojol, Bandiman, yang menerima order offline dari seorang perempuan misterius. Paket yang semula ditujukan untuk seorang anggota polisi bernama Tomi itu, salah sasaran dan malah menewaskan putra sang pengemudi ojol.

Anak Bandiman dinyatakan tewas setelah menyantap sate yang mengandung racun jenis C. Racun jenis ini sama bahayanya seperti Sianida.

Berikut ini fakta-fakta kasus sate beracun tersebut:

2 dari 7 halaman

1. Dihampiri Perempuan Misterius

Peristiwa nahas di Sewon ini bermula dari Bandiman yang menerima order offline di seputaran Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Dia dihampiri seorang perempuan misterius.

Perempuan itu lantas meminta Bandiman mengantar makanan takjil ke sebuah perumahan d Kasihan, Bantul, kepada orang bernama Tomy. Perempuan itu hanya berpesan bahwa takjil dari 'Hamid dari Pakualaman'.

3 dari 7 halaman

2. Tewas Setelah Konsumsi Sate

 Ilustrasi
© foto : Polres Kebumen/Muhamad Ridlo

Namun sampai di rumah Tomy, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Istri Tomy kemudian mempersilakan agar paket makanan berisi takjil dan sate itu diambil saja oleh ayah korban. Nahas, sampai di rumah, sate beracun itu dimakan oleh Naba Faiz Prasetya dan sang istri.

Setelah memakan sate yang dicampur bumbu itu, Naba langsung merasakan pahit di tenggorokan. Dia juga sempat meminum air beberapa teguk. Sehabis itu dia muntah di dapur dan langsung tergeletak serta mulut mengeluarkan busa. Malangnya, meski telah ditangani tim medis, nyawa Naba tidak bisa tertolong.

4 dari 7 halaman

3. Racun Sianida

Kepolisian mengungkapkan, hasil pemeriksaan laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Dinas Kesehatan DIY, bumbu sate tersebut positif mengandung racun potasium sianida. Menurut Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono, racun jenis ini mematikan. Terlebih, apabila dikonsumsi dalam jumlah besar.

Ia menyebutkan, beberapa contoh yang menyerupai ada dalam kandungan potas. Racun ini biasa digunakan untuk racun ikan. eski kandungannya mematikan, racun potasium sianida bisa didapat dengan mudah. Bahkan, dijual bebas juga secara online.

" Hasil laboratorium, iya, positif sianida. Racunnya potasium sianida," kata Wachyu.

5 dari 7 halaman

4. Salah Sasaran

 Ilustrasi
© Foto : Instagram/lambe_turah

Kabar terbaru memang menyebutkan bahwa sate beracun sianida itu sebenarnya ditujukan untuk seorang anggota Polres Yogyakarta bernama Tomy. Namun, karena calon penerima tak mau menerima makanan dari orang tak dikenal, yang dititipkan ke driver ojol tanpa melalui aplikasi, akhirnya oleh Bandiman, sang driver, takjil sate itu dibawa ke rumah untuk dimakan bersama keluarganya hingga kemudian menewaskan putranya.

6 dari 7 halaman

5. Target Bukan Orang Sembarangan

Usut punya usut, Tomy bukanlah orang sembarangan. Tomy yang jadi target paket sate dicampur Potasium Sianida ternyata anggota polisi. Tomy adalah anggota Kepolisian di bagian Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta. Pangkatnya Aiptu dan sudah menjadi penyidik senior di Reskrim Polresta Yogyakarta.

 

7 dari 7 halaman

6. Ini Pelakunya

 Ilustrasi
© Foto : Instagram/lambe_turah

Setelah ramai kabar bahwa sasaran sate beracun merupakan anggota Polresta Yogyakarta, beredar informasi, wanita misterius yang diduga memberikan sate beracun sianida itu sudah ditangkap.

Dilansir dari akun @Lambe_Turah, Direskrimum Polda DIY, Kombespol Burhan Rudi Satria, mengatakan, polisi telah menangkap NAN (25) warga Dusun Sukasih RT 004/003 Kabupaten Majalengka Jawa Barat pada hari Jumat, 30 April 2021. Tersangka berhasil diamankan di rumahnya di Potorono Banguntapan. Tersangka adalah pegawai salah satu salon di Yogyakart.

Join Dream.co.id