Waduh! Pengguna PeduliLindungi Berstatus Hitam yang Berkeliaran Makin Banyak

News | Kamis, 23 September 2021 07:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Menkes sebelumnya melaporkan pengguna aplikasi Pedulilindungi berstatus hitam yang masih berkeliaran di area publik berjumlah 3.000-an kasus.

Dream - Ancaman menggelandang para pengidap positif Covid-19 yang masih nekat keluar rumah ke ruang isolasi terpadu ternyata belum ditanggpi serius masyarakat. Buktinya jumlah pengguna aplikasi PelindungLindungi berstatus hitam semakin banyak berkeliaran di area publik. 

Juru Bicara Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan hingga 20 September 2021, tercatat 5.519 pengguna dengan tanda hitam berada di fasilitas umum. Padahal, mereka sudah dinyatakan positif maupun kontak erat.

" Ada 5.519 kasus positif dan kontak erat yang seharusnya tidak berada di ruang-ruang fasilitas publik," ujar Nadia.

Nadia mengatakan sikap warga yang masih lalai menjalankan protokol kesehatan ini sangat membahayakan masyarakat yang lain. Sebab kasus positif Covid-19 maupun kontak erat berpotensi menularkan kepada orang lain.

" Ini akan menjadi sumber penularan kepada orang lain dan membahayakan orang lain," kata dia.

 

Waduh! Pengguna PeduliLindungi Berstatus Hitam yang Berkeliaran Makin Banyak
Ilustrasi (Shutterstock.com)
2 dari 6 halaman

Sejalan dengan Peningkatan Mobilitas

Menurut Nadia, bertambahnya pengguna kategori hitam sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat. Saat ini, kasus positif tersebut sudah ditangani dan dilarang mengakses area publik untuk sementara waktu.

" Kalau kita bandingkan dengan PPKM pada Juli, di Agustus sudah mulai ada peningkatan mobilitas dan ini cukup tinggi peningkatannya," ucap dia.

Untuk mengantisipasi penularan di tengah peningkatan mobilitas, Nadia menyebut ada dua cara. Keduanya yaitu melacak kasus positif, kontak erat serta suspek serta meningkatkan testing.

" Jadi penularan akan terhenti kalau kasus atau suspek Covid-19 itu sedang melakukan isolasi mandiri dan dilakukan pemantauan dan kontak erat itu juga dilakukan karantina," ucap Nadia, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 6 halaman

Berkaca dari Singapura, Indonesia Gencarkan Tracing Meski Kasus Covid-19 Turun

Dream - Kasus harian Covid-19 sudah semakin menurun, status PPKM di sejumlah daerah pun turun ke Level 1 dan 2. Namun pemerintah tidak ingin lengah sehingga kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Karena itulah pemerintah menggalakkan sejumlah strategi penanganan pandemi, di antaranya testingtracing, dan treatment, untuk mencegah peningkatan kasus.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Alexander K Ginting, menyampaikan pelacakan kasus kontak erat dengan pasien Covid-19 harus tetap dilakukan di Indonesia. Meskipun, kasus Covid-19 nasional sudah menunjukkan tren penurunan yang cukup baik.

4 dari 6 halaman

Dianggap Tak Potensial

Memang tidak mudah untuk proses tracing. Satgas Penanganan Covid-19 menghadapi banyak kendala, di antaranya masalah anggaran. Pasalnya banyak pihak yang melihat pelacakan kontak erat dianggap tidak lagi potensial mengingat kasus telah menurun.

" Atas arahan Kasatgas Covid-19 nasional Letjen Ganip Warsito, tim pelacakan kontak di 11 provinsi ini harus berjalan terus. Kendati banyak hambatan di dalam soal anggaran karena banyak melihat pelacakan kontak ini dianggap tidak lagi potensial di saat kasus menurun," ujar Alex dalam jumpa virtual, Selasa 21 September 2021.

Padahal, kata dia, pelacakan kontak erat terhadap pasien Covid-19 sangatlah penting dilakukan untuk menjaga supaya kasus tidak kembali meningkat.

" Padahal dalam kondisi kasus menurun tersebut itulah pelacakan kontak ini sangat diperlukan," lanjut Alex.

5 dari 6 halaman

Berkaca dari Singapura

 Ilustrasi© Liputan6.com

Pernyataan itu disampaikan Alex karena berkaca dari negara tetangga, Singapura. Negara yang dikenal dengan julukan The Lion City itu sempat mengalami penurunan kasus Covid-19. Akan tetapi tak berselang lama kasus Covid-19 kembali melonjak.

Peningkatan kasus baru tersebut ditemukan karena pelacakan kontak erat dilakukan secara merata meski kondisi semakin membaik.

" Dan kasus itu ditemukan karena ada kontak tracing sehingga di Singapura walaupun sudah aman, tentram, kontak tracing berjalan terus," katanya.

6 dari 6 halaman

Soroti Kalimantan Timur

Alex mendorong seluruh provinsi di Indonesia terus melakukan pelacakan kontak erat, diikuti dengan testing Covid-19. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kalimantan Timur yang kini masih berstatus level 4 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Menurutnya pelacakan kontak erat harus dilakukan merata hingga ke daerah-daerah di Kalimantan Timur.

" Pelacakan kontak harus merata dilakukan di Kalimantan Timur. Tidak hanya di kota tapi juga harus sampai di kabupaten, kecamatan dan pedesaan," ujarnya.

Pasalnya, ia mengatakan pelacakan kasus Covid-19 di Kalimantan Timur tidak cukup hanya mengandalkan surat keterangan hasil tes PCR dan PeduliLidungi di bandara. Karena PeduliLindungi tidak bisa memantau seseorang yang berada dalam masa inkubasi.

" Harus ada pelacakan kontak. Harus kita ingat juga, kendati sudah divaksinasi, orang tersebut masih bisa terinfeksi, masih bisa membawa virus. Sehingga pelacakan kontak erat ini harus benar-benar dilakukan, termasuk daerah kilang minyak, industri batu bara, perkotaan, permukiman," pungkasnya.

Join Dream.co.id