Ada 5 Makam di Rumah Warga Solo, Pemiliknya Bukan Orang Biasa

News | Jumat, 17 September 2021 10:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Jenazah di makam tersebut dari kalangan berada, bahkan keluarga penggede.

Dream - Lima buah makam di Solo sempat menjadi pembicaraan di media sosial. Sebab, kelima makam itu terletak di sebuah rumah penduduk yang masih ditinggali.

Lokasi tepatnya di Kampung Kauman Pasar Legi, Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Banjarsari. Dari informasi yang didapat, rumah tersebut milik Sutadi, 73 tahun.

" Makam ini sudah ada sejak kakek saya menempati rumah ini. Dulu saat membeli tanah ini, makam dalam keadaan rusak dan kemudian kita perbaiki," ujar Sutadi.

Lima makam tersebut berukuran kecil dan berlokasi terpisah. Empat makam berada di ruangan samping garasi mobil, sementara satunya di halaman.

" Kami membangun rumah ini tahun 70-an. Sebelum bangun rumah, makam ini sudah ada," kata dia.

 

Ada 5 Makam di Rumah Warga Solo, Pemiliknya Bukan Orang Biasa
Makam Ukuran Anak-anak Di Dalam Rumah Warga Solo (Merdeka.com/Arie Sunaryo)
2 dari 6 halaman

Keturunan KGPAA Mangkunegara IV

Dari penuturan Sutadi, jenazah di dalam makam tersebut bukan orang biasa. Kelimanya ternyata adalah keturunan dari Penguasa Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IV.

Sutadi mengatakan dari informasi yang dia dapat, makam tersebut sudah ada sejak Mangkunegara IV bertahta. Lebih tepatnya pada tahun 1800-an.

Awalnya, terang dia, makam-makam tersebut dalam kondisi rusak. Keluarganya memutuskan memperbaiki dan merawat lima makam itu.

" Makamnya dari dulu sudah rusak, ada yang posisinya miring terus diperbaiki sama bapak dan dibuatkan ruangan sendiri," ucap Sutadi.

Latar belakang makam tersebut, terang Sutadi, didapat langsung dari keluarga Pura Mangkunegaran. Bahkan sampai saat ini, keluarga Pura Mangkunegaran masih kerap berziarah, khususnya jelang Ramadan.

" Cerita yang saya dapat dari Pura Mangkunegaran, mereka ini meninggal sewaktu masih anak-anak," terang Sutadi.

3 dari 6 halaman

Hanya Boleh Dikunjungi Keluarga Pura Mangkunegaran

Tidak sembarang orang boleh masuk ke makam tersebut, hanya keluarga Pura Mangkunegaran. Biasanya, kata Sutadi, jika mereka ingin berziarah akan memberi kabar lebih dulu.

" Saya tidak tahu namanya satu per satu, yang namanya masih terlihat jelas Raden Ayu Supartinah, yang lainnya sudah tidak kelihatan namanya," ucap Sutadi.

Lebih lanjut, Sutadi mengatakan dia dan keluarganya sudah lama tinggal satu bangunan dengan makam-makam itu. Selama ini, tidak ada kejadian aneh yang muncul.

" Kami hidup berdampingan, tidak ada apa-apa, tidak ada gangguan, keluarga juga tidak apa-apa," terang Sutadi, dikutip dari Merdeka.com.

4 dari 6 halaman

Viral Pemakaman di Dalam Kamar, Netizen: Ada Maling Datang, Auto Taubat

Dream - Beredar video memperlihatkan sebuah kuburan yang berada di dalam sebuah ruangan, seperti kamar tidur. Video tersebut dibagikan oleh akun Instagram @andreli48, Rabu 4 Agustus 2021.

Berbeda dengan kuburan pada umumnya, makam itu berada di ruangan yang dialihfungsikan sebagai kuburan. Tampak sebuah nisan putih diletakkan di ruangan tersebut.

Dalam video terlihat dua pria yang tengah berdoa di depan kuburan tersebut. Mereka terlihat mengenakan sarung dan peci serta membawa buku yasin dan berdoa disamping makam tersebut.

5 dari 6 halaman

Makam Berada di Dalam Ruangan

Saat kamera bergeser, terlihat beberapa wanita menunggu di luar ruangan makam tersebut.

Di depan ruangan makam tersebut terdapat lemari kayu berukuran besar. Beberapa tamu lain terlihat menunggu di sebuah ruangan seperti ruang tamu yang terdapat beberapa kursi kayu.

Berdasarkan unggahan tersebut, lokasi makam itu berada di daerah Sumenep, Madura, Jawa Timur.

 

6 dari 6 halaman

Ramai Komentar Warganet

Penamapakan kuburan tak biasa itu langsung mencuri perhatian warganet. Pasalnya tak semua kuburan berada di dalam rumah.

" Nggak serem kalau masih keluarga sendiri mah nggak apa-apa nggak takut," balas warganet.

" Kalau ada maling datang dan salah masuk ruang auto tobat dia," kata warganet.

" Kalau masih saudara nggak serem, apalagi kan kalau hidup di kota padat pemakaman juga bayar," timpal warganet lain.

" Positif thinking aja kalau di kota tanah pemakaman beli terus tiap tahun harus bayar. Rumah lahan juga sempit, opsi terakhir di ruangan di salah satu ruangan," komentar warganet lainnya.

Join Dream.co.id