39 Orang Meninggal Dalam Bencana Awan Panas Guguran Semeru

News | Kamis, 9 Desember 2021 12:34

Reporter : Ahmad Baiquni

Data ini bersifat sementara.

Dream - Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, memperbarui data korban jiwa akibat bencana awan panas guguran Gunung Semeru. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal tercatat 39 orang.

" Data per hari ini tercatat korban meninggal dunia 39 orang dan hilang 13," ujar Muhari.

Terhadap korban meninggal, Muhari mengatakan masih dilakukan identifikasi oleh petugas di lapangan. Selain itu, proses pencarian warga hilang terus berjalan hingga enam hari ke depan di Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh, dan Desa Curah Kobokan.

Mengenai aset warga terdampak bencana, terdapat 2.970 rumah rusak dan ternak mati sebanyak 764 ekor sapi, 684 ekor kambung, 1.578 ekor unggas dan lainnya. Sedangkan fasilitas umum terdampak meliputi 42 unit sarana pendidikan, 17 unit sarana ibadah, 1 unit fasilitas keseharan dan 1 jembatan rusak.

 

39 Orang Meninggal Dalam Bencana Awan Panas Guguran Semeru
Kondisi Kawasan Terdampak Awan Panas Guguran Semeru
2 dari 5 halaman

Jumlah Pengungsi

Jumlah penyintas atau korban selamat tercatat 6.022 jiwa yang tersebar di 115 titik pengungsian. Terdapat pula korban yang mengungsi ke Lumajang, Malang, dan Blitar.

Secara rinci, jumlah pengungsi di Kecamatan Candipuro sebanyak 2.331 jiwa dan Pasirian 983 jiwa. Sementara di Kecamatan Pronojiwo 525 jiwa, Tempeh 554 jiwa, Sumbersuko 302 jiwa, dan Lumajang 271 jiwa.

Sedangkan di Pasrujambe 212 jiwa, Sukodono 204 jiwa, Kunir 127 jiwa, Tekung 67 jiwa, Senduro 66 jiwa, Padang 62 jiwa, Jatiroto 59 jiwa, Kedungjajang 50 jiwa, Klakah 45 jiwa, Yosowilangun 40 jiwa, Rowokangkung 37 jiwa, Ranuyoso 26 jiwa, Randuagung 24 jiwa, Tempusari 23 jiwa, dan Gucialit 14 jiwa, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 5 halaman

Cerita Korban Wedhus Gembel Semeru ke Jokowi: Nggak Sampai Semenit Gelap

Dream - Wedhus Gembel Semeru cukup mengagetkan semua pihak, terutama para korban. Bencana awan panas guguran tersebut berlangsung begitu cepat.

Sejumlah warga menceritakan bagaimana bencana itu terjadi kepada Presiden Joko Widodo yang meninjau pengungsian pada Selasa, 7 Desember 2021. Debu vulkanik turun dengan kecepatan tinggi menyapu perkampungan.

" Enggak sampai satu menit itu, Pak, langsung gelap," ujar salah satu warga kepada Jokowi, dikutip dari 

Warga tersebut mengaku sebenarnya sudah mendapat peringatan dari pos pantau. Sebelum bencana terjadi, pos pantau sudah mendeteksi adanya getaran dari Semeru.

" 25 getarannya katanya dari pusat pemantauan," kata dia.

 

4 dari 5 halaman

Dikira Kecil, Ternyata Besar

Warga lain membenarkan cerita itu. Dia mengaku mendapat peringatan dini melalui ponsel namun tidak menyangka bencana yang terjadi lebih besar dari yang diperkirakan.

" Ada pemberitahuan, di HP sudah ada. Cuma dikira kecil Pak, dikira banjir kecil. 25 getarannya kecil biasanya. Nanti ada susulan yang lebih besar biasanya. Kalau pos pantau selalu siaga," kata dia.

Melihat abu yang turun ternyata begitu besar membuat warga panik. Seketika, semua menjadi gelap gulita.

" Paniknya itu cuma panik abu, abunya itu loh Pak, kan gelap. Posisi jam 3 sore itu kejadian abu vulkanik. Hujan abu dulu, gelap, disusul lahar dingin," ucap dia.

 

5 dari 5 halaman

Banyak Ternak Mati

Usai kejadian, warga sempat memeriksa kondisi rumah melalui jalur yang bisa dilewati. Ada warga yang bercerita ternaknya mati akibat bencana tersebut, sementara yang lain mengaku masih mencari keberadaan anggota keluarganya hilang.

Kepada para korban, Jokowi menyampaikan rumah dan infrastruktur pendukung seperti jembatan segera diperbaiki. Dia sudah memerintahkan Menteri PU untuk melakukan pendataan.

" Ini baru mengecek semua, nanti segera dikerjakan," kata Jokowi.

Join Dream.co.id