355 Orang Terpapar Virus Corona, Jepang Beri iPhone Penumpang Kapal Pesiar

News | Selasa, 18 Februari 2020 06:00
355 Orang Terpapar Virus Corona, Jepang Beri iPhone Penumpang Kapal Pesiar

Reporter : Maulana Kautsar

Sejumlah negara memulangkan warganya.

Dream - Sebanyak 70 kasus baru sebaran virus corona, Covid-19, terjadi di atas kapal pesiar The Diamond Princess, yang bersandar di Yokohama, Jepang. Dengan kasus baru tersebut, total infeksi yang ditemukan di kapal pesiar itu mencapai 355 orang.

Untuk diketahui, kapal pesiar tersebut mengangkut sekitar 3.700 penumpang termasuk awak kapal. Artinya ada sekitar 9 persen penumpang yang terkonfirmasi terjangkit virus corona.

Dilaporkan Shanghaiist, kasus ini menandai kasus konsentrasi penderita wabah Covid-19 di luar China. Sementara itu, Singapura berada di posisi kedua dengan 75 kasus.

Penumpang kapal The Diamond Princess telah menjalani karantina di atas kapal sejak 3 Februari 2020. Periode karantina secara teknis seharusnya berakhir pada 19 Februari 2020, meskipun tidak jelas apakah periode itu akan diperpanjang.

Biasanya, individu telah diisolasi selama 14 hari setelah kontak dekat terakhir mereka dengan seseorang yang terinfeksi virus.

Dengan kasus-kasus baru dilaporkan setiap hari di kapal, sepertinya karantina dapat berlangsung selamanya. Meskipun pemerintah Jepang belum mengumumkan perubahan rencana.

 

2 dari 6 halaman

Evakuasi Warga Positif Covid-19

Sekitar 400 penumpang merupakan orang Amerika Serikat (AS). Pemerintah AS menjadi negara pertama yang berusaha memindahkan dan memulangkan warganya.

Pada Senin, 17 Februari 2020, dua pesawat yang disewa pemerintah AS meninggalkan bandara Tokyo membawa lebih dari 300 warganya. Para warga AS tersebut harus tetap di karantina selama dua pekan setelah tiba kembali di AS.

Setidaknya 40 penumpang The Diamond Princess AS di kapal telah terinfeksi virus corona. Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa 14 dari mereka yang terinfeksi diterbangkan kembali ke AS di salah satu pesawat sambil tetap dipisahkan dari penumpang lainnya.

Penerbangan evakuasi lain juga dilakukan Israel, Hong Kong, Kanada, dan Australia.

Sementara itu, pemerintah Jepang telah memberikan iPhone ke setiap kabin di kapal, sehingga penumpang akan dapat menggunakan aplikasi yang dibuat Kementerian Kesehatan Jepang.(Sah)

3 dari 6 halaman

Guru Besar Unair Klaim Tanaman Empon-Empon Bisa Tangkal Virus Corona

Dream - Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof.C.A. Nidom mengklaim empon-empon bisa menanggulangi sebaran virus corona, Covid-19. Kondisi ini pula yang membuat masyarakat Indonesia terhindar dari infeksi Covid-19.

“ Di masakan Indonesia sudah terkandung banyak Curcumin, seperti kunyit sereh jahe dan lainnya. Mungkin itulah kenapa hingga saat ini belum ada yang positif terjangkit,” kata Nidom, kepada beritajatim.com, diakses Senin, 17 Februari 2020.

Nidom mengatakan, Curcumin mampu meningkatkan antibodi dan menguatkan sel-sel tubuh. Sehingga, kata dia, masyarakat Indonesia diminta tak perlu panik karena obat dan formulasinya preventif dan mudah ditemukan.

“ Jangan disalahkan virusnya, virus apapun jenisnya akan tetap ada di sekitar kita. Tinggal kita yang harus menjaga kekebalan tubuh kita. Dengan memanfaatkan curcumin, kita bisa mengurangi penggunaan masker dan membeli obat kimia. Gunakan Curcumin, itu pencegahan terbaik dan termurah,” ucap dia.

" Pada dasarnya virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin,” ucap dia.

4 dari 6 halaman

Formula Ini Untuk Preventif

Nidom, yang juga peneliti virus flu burung, mengatakan dampak klinis yang ditimbulkan virus flu burung sejatinya lebih berat. Virus flu burung mampu menyebabkan badai sitokin yang merusak paru-paru.

Nidom mengatakan, dia memiliki formula yang ampuh untuk mencegah terjangkitnya virus flu burung saat itu. Dia menyebut, formula ini juga mampu mencegah atau menangkal Covid-19.

" Pada dasarnya formula obat ini digunakan untuk preventif virus corona," kata dia.

Sumber: Beritajatim.com

5 dari 6 halaman

Ahli WHO: Virus Corona Bisa Infeksi Dua Pertiga Populasi Dunia

Dream - Di tengah kabar jumlah kasus virus korona yang melonjak secara drastis di China, seorang ilmuwan penyakit menular memperingatkan kemungkinan yang lebih buruk lagi.

Menurut Profesor Ira Longini, penasihat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengamati penularan virus di China, jumlah korban yang terjangkit bisa mencapai dua pertiga populasi dunia.

Profesor Longini memperkirakan bahwa pada akhirnya akan ada miliaran infeksi virus corona dari hitungan resmi saat ini yang mencapai sekitar 60.000 kasus.

Jika virus benar-benar menyebar dalam tingkat seperti yang diperkirakan, maka itu menunjukkan kegagalan Pemerintah China dalam melakuan isolasi ketat di negaranya, termasuk terhadap wilayah karantina yang dihuni oleh puluhan juta orang.

Pemodelan yang dibuat Profesor Longini didasarkan pada data yang menunjukkan bahwa setiap orang yang terinfeksi biasanya menularkan penyakit kepada dua hingga tiga orang lainnya.

Lambatnya pendeteksian virus dan relatif samarnya infeksi virus pada sebagian orang juga membuat sulit untuk melacak penyebarannya.

6 dari 6 halaman

Bahkan jika ada cara untuk mengurangi penularan hingga setengahnya, tetap saja sekitar sepertiga dari dunia akan terinfeksi.

" Mengisolasi kasus dan mengkarantina orang yang telah melakukan kontak dengan pasien virus Covid-2019 tidak akan menghentikan virus ini," kata Prof Longini.

Bukan hanya Prof Longini saja yang memperingatkan kemungkinan penyebaran yang jauh lebih besar dari virus Covid-2019 ini.

Prof Neil Ferguson, seorang peneliti di Imperial College London, memperkirakan bahwa sebanyak 50.000 orang dapat terinfeksi setiap hari di China.

Profesor Gabriel Leung, seorang profesor kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, juga mengatakan hampir dua pertiga dari dunia dapat tertular virus jika dibiarkan tidak terkendali.

Perkiraan penyebaran bisa terungkap seiring dengan perkembangan epidemi, kata Prof Alessandro Vespignani, seorang ahli biostatistik di Northeastern University di Boston.

" Beberapa minggu ke depan mungkin memberikan lebih banyak informasi tentang seberapa mudah penyakit ini menyebar ke luar China, terutama jika lebih banyak tindakan dilakukan untuk mengendalikannya," kata Prof Alessandro.

Sumber: The Straits Times

Terkait
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak
Join Dream.co.id