295 Imigran Rohingya Terdampar di Lhokseumawe Aceh

News | Senin, 7 September 2020 17:00
295 Imigran Rohingya Terdampar di Lhokseumawe Aceh

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pengungsi Rohingya berjumlah 295 orang itu terdiri dari 181 wanita, 100 orang laki-laki dan 14 anak-anak.

Dream - Sebanyak 295 imigran Rohingya asal Myamar terdampar di perairan Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Minggu 6 September 2020. Saat ini para imigran tertahan di kawasan pantai untuk didata.

Seluruh pengungsi tersebut sudah dalam pengawasan petugas gabungan. Pengungsi Rohingya berjumlah 295 orang itu terdiri dari 181 wanita, 100 laki-laki dan 14 anak-anak. Pemerintah setempat belum menentukan lokasi penampungan para imigran tersebut.

" Saya mendapat informasi dari nelayan sekitar pukul 23.30, bahwa mereka sudah terdampar ke desa kami, setelah saya ke lokasi ternyata mereka sedang turun sendiri dari kapal," kata Kepala Desa Ujong Blang, Munir, Senin 7 September 2020.

 

2 dari 5 halaman

Sementara itu, Ketua PMI Lhokseumawe, Junidi Yahya mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kemana mereka harus dievakuasi karena masih menunggu keputusan.

" Belum tahu, tapi mereka akan terus didata dan sementara mereka masih di lokasi ini dulu sembari menunggu keputusan," tutupnya.

Kejadian ini merupakan kali kedua warga Rohingya terdampar di perairan Aceh. Sebelumnya pada Rabu 24 Juni 2020, sebanyak 94 imigran Rohingya terdampar di perairan Pantai Seunoddon, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara. Mereka kini menempati lokasi penampungan di Gedung BLK Aceh Utara, Lhokseumawe.

Sumber: Merdeka.com

3 dari 5 halaman

Menyusup ke Malaysia Pakai Kapal Rusak, 269 Imigran Rohingya Ditangkap

Dream - Pemerintah Malaysia menangkap 269 imigran Rohingya yang mencoba masuk ke pulau Langkawi. Para imigran ilegal tersebut melintasi laut menggunakan kapal rusak.

Gugus Tugas Gabungan yang terdiri dari Angkatan Bersenjata Maritim Malaysia (MMEA) dan polisi laut menemukan kapal tersebut pada Senin, 8 Juni 2020 sekitar pukul 5 pagi. Saat itu, mereka sedang melakukan pengawasan dan deportasi.

Dalam sebuah pernyataan, gugus tugas mengatakan ketika KM Kimanis mendekati kapal pengawas, sekitar 53 imigran gelap melompat dari perahu dan berenang ke pantai untuk menyelamatkan diri. Tetapi mereka ditangkap personil MMEA yang bersiaga di darat.

Pemeriksaan lebih lanjut, petugas menemukan 216 imigran gelap Rohingya dan mayat seorang wanita yang meninggal di dalam kapal.

" Perahu itu ditemukan telah dirusak secara sengaja dengan mesinnya tidak bisa diperbaiki," kata salah satu anggota gugus tugas.

 

4 dari 5 halaman

Diizinkan Berlabuh Alasan Kemanusiaan

Dengan alasan kemanusiaan, Dewan Keamanan Nasional mengizinkan kapal itu untuk berlabuh di dermaga Teluk Ewa. 269 imigran ilegal telah ditahan dan ditempatkan sementara di Tempat Penampungan Bina Negara Wawasan di Langkawi.

Jenazah yang ditemukan di dalam kapal kemudian diserahkan kepada polisi untuk ditindaklanjuti.

Menurut Berita Harian, Satuan Tugas Nasional (NTF) Angkatan Bersenjata dan pasukan keamanan telah menerima informasi awal tentang upaya invasi perairan Langkawi oleh para pengungsi Rohingya sekitar pukul 22:30. Tepatnya enam jam sebelum kapal rusak tersebut terdeteksi.

 

 

5 dari 5 halaman

Sudah Ada Antisipasi

NTF menjalankan Operasi Benteng bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM), Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM), APMM, dan badan-badan penegak keamanan lainnya.

Tujuan operasi ini yaitu untuk memastikan perairan dan perbatasan darat Malaysia tidak dimasuki oleh para pengungsi gelap unsur-unsur asing untuk menjaga kedaulatan dan kesejahteraan bangsa.

Menurut data statistik saat ini, satuan tugas mengatakan bahwa pada 7 Juni, 396 imigran gelap dan 11 pedagang manusia telah ditangkap.

Sumber: World of Buzz

Terkait
Join Dream.co.id