Dulu Harus Utang untuk Makan, Pasangan Penjual Bakso Itu Kini Naik Haji

News | Kamis, 11 Juli 2019 14:00
Dulu Harus Utang untuk Makan, Pasangan Penjual Bakso Itu Kini Naik Haji

Reporter : Ahmad Baiquni

Perjuangan Samsul Irawan dan Jumatia akhirnya berbuah manis.

Dream - Bagi mereka yang memiliki latar belakang kurang mampu, melaksanakan haji bukanlah sekadar memenuhi kewajiban agama. Lebih dari itu, haji dimaknai sebagai panggilan Ilahi untuk lebih dekat pada Tuhan.

Tidaklah mengherankan jika para Muslim berjuang keras demi bisa berkunjung ke Baitullah. Selain rajin ibadah, mereka giat mencari rezeki halal demi bisa sholat dan beribadah langsung di dekat Kabah.

Seperti kisah penjual bakso asal Kota Kendari, Samsul Irawan, 45 tahun. Bersama istrinya, Jumatia, 44 tahun, Samsul pergi memenuhi panggilan Allah untuk melaksanakan haji tahun ini.

Dikutip dari Liputan6.com, kisah naik haji Samsul dengan Jumatia tidaklah sepele. Pasangan ini berjuang keras demi bisa menunaikan rukun Islam kelima itu.

Selama 26 tahun, mereka menyisihkan sebagian pendapatan. Niat untuk bisa naik haji muncul setelah menikah dan meninggalkan tempat kelahiran di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, untuk merantau ke Kota Kendari.

2 dari 7 halaman

12 Kali Pindah Kontrakan

Di perantauan, pasangan ini hidup dengan sederhana. Sejak 1993 hingga 1997, Samsul mengaku sudah 12 kali pindah rumah kontrakan.

" Karena memang cari rumah yang sesuai dengan isi kantor, apalagi sudah ada anak-anak," kata Samsul.

Selama di perantauan, Samsul dan Jumatia mencari nafkah sebagai penjual bakso. Dia berkeliling menawarkan dagangannya dengan gerobak dorong.

" Saya yang menjual, istri yang bikin baksonya," kata Samsul.

Dia menjelaskan menjual bakso saat itu adalah pilihan yang bisa diambil. Pertimbangannya, modal yang terjangkau serta mengikuti jejak keluarga.

3 dari 7 halaman

Niat Pergi Haji Menguat

Keinginan untuk pergi haji semakin menguat pada 2000. Penyebabnya, Jumatia kerap menghadiri syurukuan kerabat yang hendak berangkat haji.

Samsul mengakui tidak setiap hari usahanya mendapat banyak untung. Dia pernah mengalami dagangan tidak laku sama sekali.

Jika keadaan itu terjadi, mereka harus bersabar dan pandai-pandai berhemat. Pernah pula mereka berutang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

" Saya pernah beberapa utang uang untuk beli makan dan bahan baku. Waktu itu, jualan tak laku," kata Jumatia.

Jumatia mengatakan pendapatan dari hasil berjualan bakso keliling kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Meski begitu, kondisi serba terbatas yang dihadapi keluarganya tidak menyurutkan niat untuk naik haji.

4 dari 7 halaman

Rajin Menabung Meski Untung Sedikit

Wanita itu juga mengakui terkadang niatan untuk bisa ke Baitullah sempat kendor. Terutama ketika harus berutang.

" Berjualan bakso, kadang untungRp50 ribu sehari kadang Rp100 ribu," kata Jumatia.

Sebagian keuntungan tersebut mereka tabung. Tentu setelah dikurangi untuk biaya sekolah anak dan makan.

Pasangan ini memiliki empat orang anak. Beruntung, anak pertama mereka berusia 22 tahun sudah menikah.

" Tinggal biayai tiga anak yang masih sekolah," kata Jumatia.

5 dari 7 halaman

Mimpi Ditarik Adik

Sebelum mendaftar haji pada 2011, Jumatia mengaku mendapatkan mimpi. Dalam mimpinya, Jumatia sedang naik gunung.

" Dalam mimpi, saya ditarik adik saya naik ke atas gunung," kata dia.

Setelah itu, Jumatia dan Samsul mendaftar untuk pergi haji. Saat itu, pasangan ini hanya punya uang Rp30 juta.

" Mimpi saya jadi nyata, adik saya yang menarik tangan saya dalam mimpi. Dia yang tambahkan uang saya mendaftar haji," kata dia.

Sebentar lagi, Samsul dan Jumatia berangkat ke Tanah Suci. Pasangan ini mengaku senang karena berangkat bersama rombongan Wali Kota Kendari.

" Saya senang, meskipun saya penjual bakso bakar, tapi bisa naik haji bersama Wali Kota Kendari," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Ahmad Akbar Fua

6 dari 7 halaman

Jemaah Haji Dilarang Campur-adukkan Ibadah dan Politik

Dream - Arab Saudi mendesak jemaah haji tak mencampurkan agama dan politik saat beribadah. Larangan ini muncul untuk menjaga kesucian dan spiritualitas tempat suci yang dikunjungi jemaah haji.

Larangan itu sekaligus untuk merespons ancaman terselubung Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, terhadap gangguan dan kemungkinan demonstrasi para peziarah Iran saat haji tahun ini.

Dikutip dari laman Arab News, Rabu 10 Juli 2019, menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Media Saudi, Turki Al-Shabanah, meminta para jemaah untuk menahan diri mengambil bagian dalam kegiatan politik apa pun, seperti membuat slogan, yang mungkin mengganggu proses ibadah.

Al-Shabanah mengatakan, kerajaan Saudi tidak akan menerima perilaku seperti itu dan akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mencegahnya.

7 dari 7 halaman

Iran Singgung Ketatnya Keamanan Saudi

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan, Khamenei menyebut menciptakan persatuan di dunia Islam merupakan bagian dari sikap politik.

“ Menciptakan persatuan adalah masalah politik. Mendukung dan membela yang tertindas di dunia Islam, seperti negara-negara Palestina dan Yaman, adalah masalah politik, berdasarkan pada ajaran dan kewajiban Islam. Haji adalah tindakan politik dan tindakan politik ini adalah ... kewajiban agama," kata Khamenei.

Pemimpin Iran juga menyinggung langkah keamanan Saudi pada ziarah tahunan terlalu sulit. Meski, Arab Saudi memikul tanggung jawab utama keamanan. 

“ Di antara tanggung jawab Saudi yaitu melindungi keselamatan dan keamanan para peziarah, tetapi mereka seharusnya tidak menyebarkan kondisi yang ketat. Sementara para peziarah berada di Mekah dan Madinah, mereka harus memperlakukan para peziarah dengan benar, dengan terhormat, dan dengan mulia, karena mereka adalah tamu Tuhan," ujar dia.

Raja Salman akan menyambut para jemaah haji dan mengarahkan semua badan penyelenggara haji untuk terus memberikan keamanan, stabilitas, dan ketenangan bagi para pengunjung.

Kerajaan juga memuji perkembangan layanan jamaah yang berkelanjutan. Serta mengapresiasi pencapaian program Makkah Road, yang bertujuan untuk mempercepat administrasi pra-perjalanan dan masalah bagasi jemaah haji.

Lebih Dekat dengan Tiffani Afifa, Dokter Cantik Juara Kpop World Festival
Join Dream.co.id