Ingin Perusahaan Berkah, 1.000 Sepatu Disumbang Buat Siswa Korban Gempa

News | Minggu, 15 Desember 2019 06:00
Ingin Perusahaan Berkah, 1.000 Sepatu Disumbang Buat Siswa Korban Gempa

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

JNE membuat kerja sama dengan panti asuhan.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggandeng perusahaan logistik, JNE Express untuk menyalurkan bantuan seribu sepatu kepada siswa korban gempa di Palu dan Lombok.

" Hari ini kami menyampaikan berita bahwa kali ini PT JNE akan mendonasikan seribu pasang sepatu untuk anak korban gempa Palu dan Lombok," ujar Komisioner Baznas, Irsyadul Halim di kantornya, Jakarta, Jumat, 13 Desember 2019.

Selain Palu dan Lombok, 150 pasang sepatu disalurkan ke wilayah Jabodetabek. " Kita juga berikan anak yang kurang beruntung di Jabodetabek," kata dia.

Presiden Direktur JNE, Muhammad Feriadi mengatakan, penyaluran donasi ini bertujuan agar perusahaan dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat.

" Saya tidak ingin JNE tidak memiliki keberkahan. Ini bentuk nyata, JNE bisnisnya harus dekat dengan Tuhan," ujar Feriadi.

 

2 dari 7 halaman

Selain itu, kata dia, JNE juga memiliki program membuka gerai di panti-panti asuhan. Tujuannya, agar panti asuhan lebih produktif dan tidak hanya mengandalkan donatur untuk operasionalnya.

" Selama ini JNE memberikan bantuan katakan panti, tempat membutuhkan, ada satu gerakan kami gagas, supaya JNE tidak hanya memberikan bantuan tapi solusi," kata dia.

Feriadi mengatakan, saat ini gerai JNE yang berada di panti asuhan masih berada di sekitar Pulau Jawa senata. Tetapi, dia tidak mengetahui secara pasti data jumlah gerai JNE di panti asuhan.

Meski begitu, kata dia, JNE hanya bekerja sama dengan panti asuhan badan hukum. Sistem kerja sama antara JNE dan panti asuhan itu bagi komisi dari hasil pengiriman barang.

" Jadi panti yang memiliki badan hukum kita ajak kerja sama. Sekarang masih di Jawa, tapi kita mau ini menjadi gerakan nasional," ujar dia.

3 dari 7 halaman

Baznas Pusat dan DKI Bantu 500 Mustahik Kembangkan ZMart

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan Baznas DKI Jakarta mengembangkan Zmart. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan mustahik melalui usaha retail.

" Bagaimana kita kembangkan potensi retail mustahik, terutama di Jakarta," ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik di kantornya, Jakarta, Kamis 12 Desember 2019.

Irfan menjelaskan kerja sama ini dilakukan untuk penentuan mustahik yang memiliki warung atau layak dibantu. Nantinya, Baznas DKI Jakarta siap memberikan bantuan modal, perlengkapan dagang, renovasi senilai Rp5 miliar untuk 500 warung.

Sejauh ini, terdapat 800 unit Zmart binaan Baznas Pusat yang tersebar di seluruh Indonesia.

" Zmart akan diarahkan menjadi marketplace atau etalase untuk semua produk yang dihasilkan oleh mustahik penerima manfaat program Baznas," kata dia.

Ketua Baznas DKI, Ahmad Lutfi Fathullah, mengatakan kerja sama ini dilakukan tidak lain untuk meningkatkan ekonomi para mustahik yang ada di Jakarta.

" Dari kerja sama ini yang mendapat manfaat tentu kami, Jakarta, namun namanya Baznas nggak lihat Jakarta, begitu umat mendapat manfaat itulah tujuan kami," kata Lutfi.

4 dari 7 halaman

Amil Baznas Jadi Perwakilan RI di Pertemuan The Obama Foundation Leaders

Dream - Salah satu amil di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Randi Swandaru menjadi salah satu perwakilan Indonesia dalam pertemuan pemuda Asia Pasifik yang diselenggarakan oleh The Obama Foundation Leaders: Asia pasific di Kuala Lumpur, Malaysia.

Yayasan ini merupakan salah satu lembaga yang didirikan oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama.

" Acara ini diikuti oleh 200 orang dari 33 negara. Perwakilan Indonesia itu ada 18 orang," ujar Randi di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 4 Desember 2019.

Randi yang menjabat sebagai Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas berujar, masing-masing peserta yang diundang dalam pertemuan itu membawa isu masing-masing.

" Saya membawa isu kemiskinan dan kesenjangan," ucap dia.

Dengan isu tersebut, Randi akan menjelaskan mengenai peranan penting zakat yang dapat mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial.

" Kalau saya syiar zakat dan bagaiamana pengentasan kemisikinan yang kita usahakan itu dapat dukungan dunia. Kita harap ada dukungan yang masif," kata dia.

Menurut Randi, acara tersebut akan dihadiri oleh Barack Obama sebagai pendirinya. Randi mengaku, dalam acara Obama Leaders Foundation akan diisi dengan pelatihan kerja dan pengembangan kepemimpinan.

" Dengan adanya acara ini diharapkan saling menjalin hubungan dan mengembangkan jaringan antar peserta atau leader," kata dia.

5 dari 7 halaman

Baznas: Dana Zakat Mampu Sejahterakan Masyarakat Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengklaim dana Rp250 miliar yang disalurkan mampu memperbaiki kehidupan 150 ribu masyarakat miskin penerima zakat.

" Dari 150 ribu itu diteliti empat ribu sampel. Dari empat ribu, kesejahteraan mereka baik, pendapatan baik dan dalam posisi baik," ujar Wakil Ketua Baznas, Zainulbahar Noor, di Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019.

Dia berharap, potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah mampu mengentaskan kemiskinan. Menurutnya, saat ini dana zakat yang terhimpun baru Rp8,1 triliun.

Jumlah zakat yang terhimpun tersebut jumlahnya baru 2,3 persen dari total penduduk Indonesia. Kondisi tersebut tentunya masih jauh dari tujuan Baznas yakni mengentaskan kemiskinan.

Untuk mendorong percepatan penghimpunan potensi zakat, Bahar berharap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan revisi undang-undang zakat.

Salah satu yang perlu direvisi, kata dia, mengenai kewenangan Baznas Pusat terhadap Baznas yang ada di provinsi dan kabupaten/kota.

" Kalau selama ini kan pusat itu fungsinya merekomendasikan, belum instruksi. Baznas Provinsi, Kabupaten/Kota mandatorinya dari Gubernur, Bupati/Walikota," kata dia.

6 dari 7 halaman

Baznas Dirikan Crisis Center Bantu Pengungsi Konflik Wamena

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendirikan Baznas Crisis Center untuk membantu masyarakat yang terdampak dengan adanya konflik kemanusiaan yang terjadi di Wamena, Papua.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ratusan masyarakat pendatang yang berada di Papua terdampak konflik tersebut.

" Oleh karena itu, Baznas mengaktifkan Crisis Center Baznas untuk Papua sebagai upaya mendorong sebuah program yang terbaik yang bisa kita berikan dalam membantu memulihkan krisis Papua," ujar Irfan di kantornya, Senin, 30 September 2019.

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua, Ahmad Fikri mengatakan, ada dua tugas utama pendidikan Crisis Center ini, yaitu akselerasi bantuan dan koordinasi berbagai pihak untuk melakukan bantuan terhadap pengungsi.

" Itu dua hal utama yang dilakukan Crisis Center Baznas," kata Fikri.

7 dari 7 halaman

Belum Kelola Korban Luka

Dia mengatakan, Crisis Center Baznas saat ini baru menerima pengungsi yang mengalami penyakit pusing, mual, lemas dan melakukan psikoterapi.

" Untuk yang luka, kebetulan (belum) masuk ke wilayah itu. Yang luka biasanya diterbangkan ke wilayah lain," ucap dia.

Dia menjelaskan, per hari ini, ada ratusan orang yang diterbangkan dari Wamena menggunakan pesawat Hercules untuk mengungsi. Hari ini, hanya ada dua jadwal penerbangan menggunakan pesawat Hercules.

" Hercules yang keluar dari Wamena mengangkut pengungsi, dan yang masuk hanya mengangkut logistik," ujar dia.

Terkait
Join Dream.co.id