10 Fakta Local Lockdown Tegal Demi Tangkal Virus Corona Covid-19 Masuk

News | Jumat, 27 Maret 2020 13:20
10 Fakta Local Lockdown Tegal Demi Tangkal Virus Corona Covid-19 Masuk

Reporter : Syahid Latif

Pemerintah kota Tegal saat ini telah memberlakukan local lockdown.

Dream – Pemerintah kota Tegal Jawa Tengah telah memberlakukan local lockdown terhitung mulai 30 Maret-30 Juli 2020. Penutupan akses keluar masuk yang bersifat lokal di Tegal ini diberlakukan pemerintah setempat untuk mencegah penyebaran virus corona covid-19.

Mengutip data penyebaran corona covid-19, berbagai daerah di Indonesia sudah melaporkan adanya warga terkonfirmasi positif penyakit ini. Berdasarkan update kawalcovid19 per tanggal 27 Maret 2020, kasus positif corona sudah mencapai 893 kasus, pasien meninggal 78 kasus, dan 35 orang dinyatakan sembuh dari virus tersebut.

Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono menyatakan banyak warga Tegal yang mencari penghasilan di Jakarta yang saat ini menjadi daerah terbanyak kasus virus corona. Local lockdown diharapkan bisa membatasi akses warga Tegal yang hendak pulang ke kampung halaman. 

Berikut Dream berhasil merangkum 10 fakta Tegal berlakukan local lockdown akibat virus corona:

2 dari 11 halaman

Akses Jalan ke Tegal Ditutup Pakai Beton

Pemerintah Kota Tegal yang memberlakukan local lockdown menyatakan akan menutup akses keluar masuk kota untuk warga maupun pendatang. Hal ini dilakukan supaya tidak ada lalu lintas orang keluar masuk kota Tegal.

Akses keluar masuk warga akan ditutup dengan menggunakan Beton Movable Concrete Barrier (MCB) yang berat sehingga tidak bisa sembarangan digeser.

3 dari 11 halaman

Tegal Local Lockdown Mulai 30 Maret-30 Juli 2020

 Ilustrasi  penutupan jalan protokol di Kota Tegal© Liputan6.com

Tegal akan memberlakukan local lockdown mencegah virus corona Covid-19 mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Menggunakan Beton Movable Concrete Barrier (MCB) yang tidak mudah digeser, penutupan akses selama 4 bulan tersebut diberlakukan di setiap jalan protokol di dalam kota. Selain itu juga diberlakukan di jalan penghubung antar desa yang ditutup dengan MCB tersebut.

4 dari 11 halaman

Local Lockdown Tegal Sudah Diizinkan Gubernur Jateng

Dilansir dari merdeka.com, Dedy Yon Supriyono, wali kota Tegal menyampaikan kebijakan local lockdown ini dibuat demi melindungi warga Kota Tegal dari paparan Virus Corona COVID-19. Sehingga ia meminta izin kepada gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia mengaku hal ini dilakukan demi keselamatan warganya.

Apalagi sebentar lagi ini memasuki musim mudi lebaran 2020. Selain itu kota Tegal juga sudah memasuki zona merah. Ini sangat berbahaya apabila tidak segera ada kebijakan pemerintah yang diberlakukan.

5 dari 11 halaman

Pusat Keramaian Kota Tegal Ditutup

 Ilustrasi pusat keramaian© Merdeka.com

Selain menutup akses, Pemkota Tegal juga memberlakukan local lockdown akibat virus corona dengan menutup pusat-pusat keramaian seperti kawasan alun-alun, gedung olahraga, dan jalan protokol, dikutip dari liputan6.com. Penutupan sementara pusat-pusat keramaian di kota Tegal akan diberlakukan hingga 29 Maret 2020.

6 dari 11 halaman

Demi Keselamatan Nyawa Warga Tegal dari Virus Corona

Keselamatan masyarakat lebih penting, sehingga walkot Tegal tersebut memberlakukan local lockdown ini. Apabila tidak diberlakukan local lockdown, bisa dimungkinkan masyarakat masih berlalu Lalang menjalankan aktivitasnya sehari-hari di luar rumah. Dan ini menjadi potensi penyebaran virus corona.

Sehingga penutupan jalan-jalan protokol diberlakukan. Warga masih bisa melewatinya sih, akan tetapi ya harus memutar dulu. Jadi sebenarnya warga masih tetap diberikan akses jalan.

7 dari 11 halaman

Imbauan Warga Tak Mudik Lebaran

 Ilustrasi penutupan akses menuju dan keluar Kota Tegal© Merdeka.com

Kemudian, wali kota Tegal juga mengeluarkan instruksi kepada masyarakat yang berada di luar kota untuk tidak melakukan mudik ke kota Tegal. Saran ini dikeluarkan seiringan dengan kebijakan local lockdown.

Jika warganya terpaksa harus pulang kampung ke halaman masing-masing, maka disarankan untuk melaporkan kepada gugus tugas COVID-19. Kemudian akan menjalani pemeriksaan terlebih dahulu.

8 dari 11 halaman

Maksa Mudik Wajib Lewati Screening Room

Nah, jika saran untuk tidak mudik tadi memang bener-bener tidak bisa dipatuhi alias terpaksa harus mudik, maka warga Tegal yang pulang kampung wajib masuk screening room. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi penyebaran virus corona dari para perantau tersebut.

Apalagi jika mereka pulang dari wilayah yang sudah merupakan zona merah akibat terjangkit virus corona. Di dalam screening room ini, warga yang pulang kampung akan disemprot dengan disinfektan, diharapkan apabila ia membawa virus maka virus mematikan itu akan mati di dalam screening room.

9 dari 11 halaman

Penutupan Akses Kendaraan Menuju Pusat Kota

 Ilustrasi penutupan akses Kota Tegal© Merdeka.com

Fakta penutupan pusat keramaian didukung pula dengan fakta penutupan akses menuju pusat kota. Seperti diketahui Bersama, pusat kota memang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang. Selain itu, penutuan akses menuju pusat kota ini diberlakukan supaya kendaraan dari luar daerah tidak bisa masuk ke kota Tegal.

Selain itu, beberapa ruas jalan di Kota Tegal juga ditutup untuk meminimalisir kendaraan yang masuk. Jalan menuju alun-alun di sisi timur ditutup. Sementara untuk masuk ke sisi barat juga ditutup alias dialihkan menuju jalan lain. Pemerintah melakukan ini demi melindungi pusat kota dari paparan virus corona.

Penutupan ruas jalan ini memang sudah diberlakukan seiring kebijakan local lockdown. Garda terdepan yang menjalankan instruksi ini adalah dari pihak dinas perhubungan, satlantas polres tegal, dan juga dari dinas pekerjaan umum. Wah, mereka ini tetap bekerja di tempat terbuka demi masyarakat loh. Mari kita doakan semoga mereka sehat terus.

10 dari 11 halaman

Berisiko Dibenci Warga

Pemberlakukan local lockdown bukan berarti tidak berisiko. Risiko paling dominan adalah kebencian warga akibat kebijakan ini. Karena akibat dari local lockdown aktivitas perekonomian menjadi terhenti.

Masyarakat terhambat perekonomiannya. Wali kota Tegal berharap dengan sangat kepada masayarakat untuk memahami kebijakan ini. Karena ini adalah demi kebaikan bersama mengingat virus corona semakin menakutkan dan menjangkit banyak orang.

11 dari 11 halaman

Akan Ada Bansos untuk Masyarakat

 Ilustrasi bansos untuk masyarakat menengah ke bawah© Pixabay

Akibat dari perekonomian yang terhenti di kalangan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah, mereka akan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Nah untuk mengatasi hal ini, pemkot Tegal berencana akan memebrikan bansos kepada masyarakat menengah ke bawah yang benar-benar memerlukan.

Imbas kebijakan local lockdown memang sangat terasa di kalangan menengah ke bawah. Tentu saja pemerintah tidak tinggal diam. Usaha bansos pun dipastikan akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Nah demikian itulah ulasan tentang 10 fakta Tegal berlakukan local lockdown akibat virus corona. Kebijakan diambil tentunya sudah dipertimbangkan dengan matang beserta akibat yang ditimbulkan. Masyarakt Tegal memang harus bersabar dalam kondisi seperti ini. Sehingga usaha pencegahan penyebaran virus akan maksimal dengan kerjasama semua elemen masyarakat.

Join Dream.co.id