Indonesia Ajak Negara ASEAN Perangi Pandemi Covid-19

News | Sabtu, 28 November 2020 18:26
Indonesia Ajak Negara ASEAN Perangi Pandemi Covid-19

Reporter : Amrikh Palupi

"Maju bersama dan tidak meninggalkan siapa pun," ajak Kepala BNPB Doni Monardo dalam pertemuan ASEAN.

Dream - Pemerintah Indonesia mengajak Negara ASEAN untuk bekerja sama menanggulangi pandemi Covid-19 di kawasan regional. Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo yang menjadi Ketua Delegasi Indonesia menyampaikan ajakan tersebut saat menggelar pertemuan tingkat ASEAN secara virtual.

Dalam pertemuan tersebut Doni menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN sedang menghadapi tantangan yang sama, yakni pandemi Covid-19. Di sisi lain, bencana lain tentu juga dialami oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini.

Menghadapi kondisi tersebut, Doni menilai komitmen yang kuat dan kerja sama sebagai satu kesatuan ASEAN diperlukan untuk mencapai tujuan dan visi bersama sebagai pemimpin global dalam penanggulangan bencana.

ASEAN© ASEAN

" Saya ingin mengajak para Menteri dan Pejabat seluruh negara anggota ASEAN yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana untuk mulai melihat kemungkinan potensi kerja sama kita ke depan dalam menghadapi pandemi," ujar Doni pada 8th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management dan 9th Meeting of the Conference of the Parties to AADMER, Jumat 27 November 2020.

Kerja sama ini dicontohkan Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah pusat dan daerah, seluruh elemen masyarakat, swasta termasuk akademisi dan media massa.

2 dari 5 halaman

Harapan Kerjasama dengan Negara Asean

Doni Ia berharap pendekatan ini dapat menjadi upaya bersama dalam penanggulangan bencana di ASEAN, yakni meningkatkan partisipasi para pemangku kepentingan dalam penanganan bencana bersama unsur pemerintah.

Doni juga berharap AHA Centre atau ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management dapat turut terlibat dalam upaya koordinasi dan kerja sama dalam penanggulangan pandemic di masa yang akan datang.

Selama ini Indonesia terus mendukung penuh upaya bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang lebih baik di kawasan ASEAN, termasuk keterlibatan dan dukungan dari mitra ASEAN.

Namun hal terpenting dari semua hal itu adalah kesatuan dan kebersamaan negara ASEAN dalam melakukan penanggulangan bencana.

" Sebagai sebuah negara, prestasi sejati hanya akan tercapai jika kita maju bersama dan tidak meninggalkan siapa pun. Kerja sama dan koordinasi yang komprehensif ini telah membawa Indonesia dapat mengurangi jumlah korban jiwa," imbuhnya.

3 dari 5 halaman

Lakukan Testing

Pada minggu ketiga November 2020, Indonesia telah melakukan testing hingga mencapai sekitar 239 ribu atau 88,6 persen dari standar WHO. Situasi yang luar biasa tesebut menjadi tantangan besar kepada Indonesia.

Pertemuan dengan negara-negara ASEAN sebagai rangkaian dari kegiatan tahunan terkait dengan penanggulangan bencana, yaitu 37th Meeting of the ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM), 13th Meeting of the Governing Board of the AHA Centre, 14th Meeting of the Joint Task Force to Promote Synergy with Other Relevant ASEAN Bodies on Humanitarian Assistance and Disaster Relief (JTF on HADR), 8th ASEAN Ministerial Meeting on Disaster Management (AMMDM) dan 9th Meeting of the Conference of the Parties to AADMER.

Rangkaian yang semuanya digelar secara virtual berlangsung pada 25 – 27 November 2020.

Sedangkan pada pertemuan ke-8 AMMDM negara-negara ASEAN telah mengadopsi dokumen ASEAN Agreement on Disaster Management and Emergency Response (AADMER) Work Programme 2021-2025 yang akan menjadi dokumen hidup.

Memandu kinerja badan sektoral ASEAN di bidang penanganan bencana berdasarkan sejumlah program prioritas dan target capaian.

4 dari 5 halaman

4 Bisnis yang Bisa Jadi Andalan Industri Halal Indonesia

Dream - Bank Indonesia meyakini ada empat sektor bisnis yang bisa berpotensi menjadi sumber pengembangan industri halal nasional. Keempat sektor tersebut adalah sektor pertanian (integrated farming), industri makanan dan fesyen, energi terbarukan (renewable energy), dan pariwisata halal (halal tourism).

4 Bisnis yang Bisa Jadi Andalan Industri Halal Indonesia© Dream

 

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng dalam sambutan pembukaan FESyar (Festival Ekonomi Syariah) Regional Sumatera di Padang, Sumatera Barat, secara virtual, Senin, 14 September 2020 mengatakan pengembangan sektor potensial tersebut dilakukan melalui pendekatan rantai nilai halal (halal value chain) yaitu pemberdayaan dan pengembangan ekonomi syariah secara komprehensif.

" Termasuk di dalamnya memperkuat digitalisasi UMKM Syariah (on boarding UMKM) untuk memperluas akses pasar dan pembuatan kanal pembayaran digital melalui QRIS atau QR Indonesian Standard," ujar Sugeng.

5 dari 5 halaman

Untuk diketahui, FESyar Regional Sumatera merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Virtual 2020 yang dibuka pada awal Agustus 2020 lalu oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin.

Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menambahkan ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu solusi di masa pandemi Covid-19, karena adanya kebutuhan akan produk halal yang higienis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat sendiri sudah mengeluarkan beberapa ketentuan untuk mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah terutama untuk mendukung pengembangan kuliner dan wisata halal.

FESyar Regional Sumatera 2020 yang mengangkat tema “ Penguatan Konektivitas Ekonomi Syariah sebagai Pendorong Ekonomi Regional” dijadwalkan berlangsung selama tujuh (14 – 20 September 2020) secara virtual. Tema itu diambil karena Sumatera yang berbatasan dengan berbagai negara, seperti Singapura dan Malaysia, sehingga diharapkan dapat terjadi hubungan perekonomian yang lebih erat.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id