Under Armour Rilis Hijab Olahraga Pertama untuk Atlet

Lifestyle | Rabu, 2 September 2020 10:45
Under Armour Rilis Hijab Olahraga Pertama untuk Atlet

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Brand Amerika Serikat ini muncul sebagai pemain baru di bidang muslim sportswear.

Dream - Brand fashion Amerika, Under Armour akhirnya merambah pasar busana muslim. Mereka meluncurkan koleksi hijab olahraga pertama.

Hijab dirancang dari material kain yang lembut dengan pola hex-shaped yang memberi fitur breathable, menyerap keringat dan mudah kering.

Under Armour© Foto: Under Armour (Grazia)

Hijab juga dilengkapi dengan aksen headband sehingga membuatnya tidak mudah bergeser ketika dipakai berolahraga.

Tak hanya itu, The Under Armour Sport Hijab juga dirancang agar mudah dilonggarkan sehingga nyaman digunakan untuk bergerak ke arah mana pun.

Penikmat musik juga dapat memakai headset meski sedang berolahraga dengan hijab ini.

" Setiap atlet harus memiliki perlengkapan olahraga untuk mendapatkan performa terbaik. The Under Armour Sport Hijab dirancang untuk para atlet hijaber dari seluruh dunia," tutur Patrik Frisk, Chief Executive Under Armour, dilansir dari Grazia.

2 dari 3 halaman

Halima Aden Rancang Masker Untuk Tenaga Medis Berhijab di AS

Dream – Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah pasien Covid-19 paling banyak. Hingga 4 Juni 2020 lebih dari 1,8 juta orang terinfeksi virus corona.

Petugas medis harus berjibaku menangani para pasien yang terus berdatangan ke rumah sakit. Kebutuhan alat pelindung diri pun ikut meningkat, baik baju hazmat, masker, maupun face shield.

Kebutuhan masker sebagai salah satu alat pelindung diri juga mengilhami model muslim AS, Halima Aden, untuk menciptakan masker baru untuk tenaga medis berhijab di negeri Paman Sam.

Masker Halima dirancang agar serasi dengan hijab yang dikenakan petugas medis Muslim. Halima bekerja sama dengan brand “ Anywear” untuk membuat serangkaian masker hijab tersebut.

Koleksinya termasuk masker yang mudah digunakan dan dapat disesuaikan dengan turban dan jilbab. Set warna yang ia tawarkan juga hadir dalam nuansa cerah, seperti biru, ungu, kuning, hijau, dan abu-abu.

" Saya menginginkan sesuatu yang akan membawa sukacita bagi para pasien dan petugas kesehatan," ungkap Halima.

“ Ketika merancang set warna, saya memilih warna yang saya kaitkan dengan kedamaian alih-alih putih standar. Warna baru yang cerah membuat saya merasa senang melihatnya,” lanjutnya kembali.

3 dari 3 halaman

Awal Insiprasi Masker Hijabi

Halima mengatakan bahwa ide untuk membuat masker ini berasal dari dirinya sendiri. Ia dulunya pernah bekerja sebagai salah satu tenaga kebersihan di salah satu rumah sakit di Minnesto.  

Ia bekerja selama beberapa bulan. Dan membuatnya terbiasa dengan penggunaan masker. Namun, saat itu hampir tak ada masker yang memadai untuk wanita berhijab seperti dirinya. Dan dari sanalah ide untuk membuat masker wanita berhijab muncul.

Halima berharap, masker rancangan miliknya dapat banyak memberikan kenyamanan kepada tenaga medis, terutama bagi para wanita berhijab.

 

(Sumber: aboutislam.net)

Join Dream.co.id