Tiga Kondisi Medis yang Dilarang Meminum Jahe Berlebihan

Fresh | Kamis, 30 Juni 2022 09:36

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Beberapa orang yang mengalami penyakit ini harus waspada terhadap overdosis jahe, siapa saja?

Dream - Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu rempah atau rempah yang paling umum dikonsumsi di Indonesia, terlebih saat pandemi Covid-19.

Senyawa bioaktif bernama gingerol dalam jahe memiliki sifat terapeutik yang luar biasa dan terbukti mengatasi berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes, pilek, masalah perut, hipertensi, mual dan banyak lainnya.

Terlepas dari banyak manfaat kesehatan jahe, beberapa penelitian mengatakan bahwa mengonsumsi jahe dalam jumlah besar, bisa berdampak buruk bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Beberapa orang yang mengalami penyakit ini harus waspada terhadap overdosis jahe, dan jika Sahabat Dream termasuk dalam kategori ini, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli medis untuk dosis yang tepat untuk mencegah komplikasi.

 

Tiga Kondisi Medis yang Dilarang Meminum Jahe Berlebihan
Shutterstock
2 dari 4 halaman

1. Seseorang dengan Batu empedu

 Shutterstock© Shutterstock

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat meningkatkan sekresi empedu dan menyebabkan pembentukan batu kandung empedu.

Cairan empedu memainkan peran penting dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Namun, konsumsi jahe yang berlebihan dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak cairan empedu dan mempercepat pembentukan batu kandung empedu.

 

3 dari 4 halaman

2. Seseorang dengan Gangguan Darah

Jahe mengandung garam bernama salisilat yang berfungsi sebagai pereda nyeri, terutama bagi penderita osteoarthritis.

Ini juga membantu meningkatkan sirkulasi darah dan aliran ke organ. Namun, orang yang sedang menjalani pengobatan pengencer darah atau pembekuan darah, atau mereka yang menderita hemofilia, harus menghindari jahe karena dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan.

 

4 dari 4 halaman

3. Seseorang dengan Gangguan Ginjal

 Shutterstock© Shutterstock

Jahe secara signifikan memiliki efek renoprotektif karena aktivitas antioksidannya. Namun, jahe mengandung senyawa bernama 'kreatinin' dan kadarnya yang tinggi dalam darah. Hal ini memicu gangguan ginjal yang parah seperti penyakit ginjal kronis.

Join Dream.co.id