Heboh Kerudung Halal, Zoya Minta Maaf

Lifestyle | Selasa, 9 Februari 2016 20:01
Heboh Kerudung Halal, Zoya Minta Maaf

Reporter : Ratih Wulan

Perusahaan menegaskan hanya ingin memastikan produk fesyen yang mereka jual terjamin kehalalannya.

Dream - Perdebatan mengenai pernyataan kerudung halal Zoya menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya di kalangan para muslimah. Hal ini mendorong pihak perusahan Shafco yang menaungi Zoya meminta maaf.

Sigit Endroyono, direktur kreatif PT Shafco,  menjelaskan perusahaan pada awalnya hanya berniat untuk membuat masyarakat merasa aman dan nyaman dalam berbusana. Upaya ini juga bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai halal-haram kain yang digunakan untuk membuat pakaian.

" Sebagai penjual kita bertanggung jawab terhadap keamanan pelanggan. Serta berupaya memenuhi hak pelanggan dalam memastikan kehalalan pakaian dan kerudung yang mereka beli," ungkapnya saat dijumpai di Hotel Intercontinental Bandung, Selasa, 9 Febuari 2016.

Sigit menjelaskan, Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 secara tegas telah mengatur ini mengenai keamanan produk yang dibuat perusahaan. Dalam pasal I dijelaskan Produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

PT Shafco pun merasa perlu untuk memastikan kehalalan produk fesyen yang mereka jual.

Dengan dua pertimbangan tersebut, perusahaan mendesak pihak produsen kain rekanan mereka, PT Central Georgette Nusantara (CGN) untuk mendaftarkan proses pembuatan kain agar tersertikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

" Ini sertifikat yang dikeluarkan MUI Jawa Barat. Jadi yang kita sertifikasi adalah penyedian bahan baku yang digunakan dalam membuat kerudung instan atau bergo dan inner," tegas Sigit saat dijumpai setelah pers konfrensi Zoya.

Hingga sejauh ini, keputusan MUI yang tertuang dalam nomor 01171166041016 ini baru menyatakan dua kain yang halal yaitu kain rajut polyester dan kain kain stertch polyester.

" Kami mendesak suplier yang menghasilkan bahan baku memastikan proses produksi mereka bebas dari bahan-bahan yang berasal dari turunan hewan yang diharamkan atau di najiskan oleh umat islam," lanjutnya.

Sigit juga memastikan iklan dan materi-materi yang meresahkan masyarakat telah ditarik peredarannya. Bahkan, Zoya yang pertama kali mengeluarkan iklan ini akan segera mengeluarkan pernyataan maaf secara resmi di media sosial.

" Kalau di Instagram telah kami tarik, Kalau iklan bilboard yang kontroversial itu hanya ada satu di Purwokerto Jawa Tengah tapi juga telah di tarik. Kecuali di majalah yang sudah tayang kita tidak bisa dikendalikan," tutup Sigit.

 

2 dari 3 halaman

Kata Pendiri Zoya Soal Kerudung Halal

Dream - Pernyataan mengenai sertifikat kerudung halal Zoya, menuai perdebatan di kalangan masyarakat luas.

Feny Mustofa selaku pemilik Perusahaan ritel PT Shafco Multi Trading (Shafco) yang menaungi Zoya mencoba meluruskan persepsi masyarakat.

Menurut Feny, Litbang Kreatif Shafco selalu berinovasi untuk mengeluarkan produk baru yang berkualitas. Sehingga mereka selalu memastikan proses pembuatan kerudung, mulai dari proses penelitian bahan baku hingga siap dipasarkan.

Kemudian, sejak setahun yang lalu tim mereka menemukan bahwa saat produksi kain melalui proses pencucian yang berbeda-beda. Hal ini yang menggelitik perusahaannya untuk mengajukan sertikat halal kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI).

" Setahunan ini kita melihat proses pencucian bahan, ada cara A yang materinya tidak halal lalu cara B yang sudah baik. Mereka mendapat informasi pencucian tekstil dan share k konsumen," jata Feny saat ditemui di Bandung Jawa Barat, kemarin.

Lebih jauh, Feny menganalogikan kejadian ini sama dengan makanan dan kosmetik halal. Namun, ia mengembalikan semua pilihan pada masing-masing orang.

" Tergantung konsumen saja, kita cuma pingin ngasih tahu konsumen. Tidak ada maksud apa-apa," kata dia menambahkan.

Menanggapi kritikan para netizen, Feny mengaku sangat terkejut dan tidak menduga akan menjadi viral seperti ini.

" Kita awal tidak antisipasi kalau kita mau dibully di sosmed. Kita niat baik-baik saja, kalau memang itu salah ya begitulah adanya. Jangan ditambah-tambahin," lanjut Feny.

Untuk keterangan lebih lanjut, Zoya berencana akan meluruskan permasalahan ini bersama-sama MUI pada Selasa besok. Sehingga tidak menimbulkan pro da kontra yang menyudutkan salah satu pihak.

3 dari 3 halaman

Kerudung Halal Zoya Sempat Buat Heboh

Dream- Produk terbaru Zoya membuat heboh jagata maya. Sebagai brand busana muslim, Zoya baru saja  menginformasikan keberhasilannya mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat akun Instagramnya.

Postingan tersebut menampilkan Laudya Chynthia Bella yang menjadi brand ambassador Zoya dengan judul 'Kerudung Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia'.

Pada foto yang diunggah akun @Zoyalover ditulis " Alhamdulillah Zoya mendapatkan sertifikat dari MUI sebagai kerudung halal pertama di Indonesia."

Pengumuman tersebut mendapat beragam reaksi dari netizen. Banyak tanggapan dari netizen mengenai postingan yang diupload oleh akun @Zoyalover baik yang bernada positif maupun negatif.

Pemilik akun amyfitriyanti menyambut hangat kabar dari Zoya tersebut. Seraya mengingatkan Zoya agar tetap membuat model jilbab sesuai syari. " Ahamdulillah klo sdh halal ttp diperhatikan ya ukh model hijabnya yg sesuai perintah Alquran (QS An Nur 31 n Q.S AL Ahzab 59) n sunnah rasulullah SAW,"

Namun beragam komentar miring juga muncul di akun Zonalover. " Plis deh. Jilbab halal. Segala aja di halalin. Nanti yang bukan zoya Haram, gitu? Ckck," komentar pemilik akun Cariolet. 

Pihak Zoya langsung menjawab dan menjelaskan maksud dari informasi kerudung bersertifikat halal ini. " Bukan seperti itu dear maksudnya, seperti yg sudah dijelaskan pada artikel diatas, kerudung yg halal ditentukan dari jenis kainnya, apakah mengandung gelatin babi atau tidak. Gelatin babi umumnya terdapat pada pengemulsi saat proses pencucian bahan tektil.rangkaian kerudung zoya tlah diuji coba dan hasilnya tidak mengandung babi,"

Tim redaksi redaksi Dream pun mencoba meminta konfirmasi kepada Zoya terkait postingan tersebut. Media Relation dari Zoya, Dewi Octavianty menjelaskan pihaknya akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan informasi yang beredar di masyarakat.

" Selasa, 9 Februari 2016, akan diadakan press conf di Bandung, untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat," kata Dewi.

Join Dream.co.id