Tenun Sutra Garut Siap Melenggang di New York Fashion Week

Lifestyle | Rabu, 21 Agustus 2019 12:43
Tenun Sutra Garut Siap Melenggang di New York Fashion Week

Reporter : Nur Ulfa

Indonesia Modest Fashion Designer ikut dalam ajang New York Fashion Week

Dream - 11 Desainer yang tergabung dalam Indonesia Modest Fashion Designer (IMFD) ikut berpartisipasi dalam ajang Asc New York Fashion Week, yang digelar pada 3 September hingga 15 September 2019.

Salah satu desainer yang ikut terlibat adalah Nina Nugroho. Dalam gelaran ini Nina akan membawakan tenun sutra asal Garut dengan tema Emergence.

" Kami ingin menjadi bagian yang turut memunculkan kain tenun sutra Garut ke permukaan dunia. Tidak hanya didesain secara etnik, tapi juga bisa membuat desain busana kerja yang mewah," kata Nina dalam keterangan yang diterima Dream.

 Tenun Garut karya Nina Nugroho

Tenun Garut karya Nina Nugroho (Foto: Koleksi Nina Nugroho)

Nina sengaja memilih kain tenun sutra Garut yang akan dipamerkan dalam ajang ini. Alasannya karena menurut dia, motif sutra Garut sangat khas.

" Saya terinspirasi dari kainnya, tenun sutra Garut kalau dilihat filosofinya mirip dengan proses Nina Nugroho sebagai brand," ucapnya.

 Tenun Garut karya Nina Nugroho

Tenun Garut karya Nina Nugroho (Foto: Koleksi Nina Nugroho)

Nantinya akan ada 12 look yang akan ditampilkan Nina, untuk jenis bahan yang ia gunakan adalah jacguard premium dengan didominasi warna soft gold dan brocade.

Agar terlihat lebih anggun, Nina juga memadupadankan aksesoris.

" Ada swarovski dari ukuran kecil hingga sedang. Dengan bentuk bermacam-macam mulai dari bunga, daun," ungkapnya. (ism) 

 

2 dari 4 halaman

Aplikasi Tenun Garut di Busana Modest Wear

Dream - Melalui Cita Tenun Indonesia, enam desainer unjuk gigi memeriahkan lantai adi busana Jakarta Fashion & Food Festival 2016.

 Aplikasi Tenun Garut di Busana Modest Wear

Salah satu desainer yang didaulat untuk mengembangkan tenun khas Nusantara adalah desainer kenamaaan Itang Yunasz. Dalam video yang dirilis oleh JFFF 2016, Itang mengaku persiapan untuk fashion show kali ini sangat singkat.

" Kolaborasi ini cukup mendadak, kami hanya mempersiapkan kurang lebih dua sampai tiga bulan," kata pemilik label Kamilaa dan Preview ini.

Pada koleksi yang dipamerkan untuk pecinta fashion tanah air kali ini, Itang mempersembahkan keindahan tenun Garut ke dalam busana modest wear yang sopan.

" Saya diberikan tantangan untuk mendesain tenun Garut, dengan model busanamodest wear," lanjut Itang.

Warna-warna summer yang identik dengan merah, hijau dan juga orange, dijadikan kelir Itang Yunasz dalam mendesain koleksinya untuk Cita Tenun Indonesia, Jalinan Lungsi Pakan.

3 dari 4 halaman

Wignyo Rahadi Orbitkan Tenun Pringgasela ke Dunia

Dream - Pesona kain nusantara tetap mendapat tempat spesial di hati pecinta fashion. Selain batik, sejumlah kain etnik mampu menghadirkan inspirasi. Salah satunya adalah Pringgasela.

Keindahan Pringgasela sebagai tenun khas Lombok ini menarik minat desainer Wignyo Rahadi menuangkannya dalam sejumlah karya. Selain menawarkan koleksi terbaru, Wignyo membawa misi mulia melestarikan kearifan lokal nusantara. 

" Pengembangan tenun pringgasela ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal dengan mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang semakin modern," ujar Wignyo di Kementerian Perindustrian, Rabu 14 Maret 2018.

Wignyo memamerkan koleksi desain berbahan tenun Pringgasela ini dalam 'Pesona Busana dan Aksesoris Nusantara 2018'. Gelaran ini dihelat oleh Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional untuk mengangkat pamor Pringgasela ke kancah dunia.

 kain tenun pringgasela

Dalam gelaran itu, Wignyo mengusung tema 'In-Lines' dalam koleksi motif Sundawanya. Ada delapan outfit yang dipamerkan dalam gelaran ini. Nantinya, delapan koleksi tersebut akan tampil dalam 'Indonesian Kain Party' di Tokyo, Jepang, awal April 2018.

" Motif sundawa berupa garis-garis yang menjadi ciri khas tenun Pringgasela sangat mendukung untuk diaplikasikan dalam desain busana yang modern. Tenun ini diupayakan agar lebih nyaman dipakai dan dapat diolah menjadi ragam produk fashion lainnya," tutur pemilik brand Tenun Gaya ini.

 kain tenun pringgasela

Tenun yang digunakan Wignyo diproduksi oleh masyarakat Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Tak hanya memproduksi tenun, masyarakat Pringgasela mendapat pembinaan untuk meningkatkan daya jual produk mereka. 

Diketahui, Wignyo pernah mengembangkan kreasi tenun ikat bersama BI dan Pemerintah Provinsi NTB. Koleksinya itu diperkenalkan di ajang Indonesia Creative Week pada November 2017 lalu.

(Beq/Sah)

4 dari 4 halaman

Terbuai, Koleksi Tenun Sumba yang Mempesona

Dream - Desainer lokal, Phang Sanny, sangat kagum dengan pesona Sumba. Salah satunya tenun Sumba.

" Waktu itu saya pergi ke Sumba, melihat kain tenun terus begitu menyaksikan proses (pembuatannya) kagum banget. Kok bisa sampai sekeren ini," kata Pang Shanny di Fashion Show Lucky Trend & Terbuai, Royale Jakarta Golf Club, Selasa 19 Februari 2019.

Berawal dari rasa kekaguman itu, dia membuat sebuah karya yang dinamakan 'Terbuai'. Menurutnya, motif Sumba bukan sekadar tenun ikat, tapi memiliki kesan mistis, dan juga bergelora.

" Motif yang dipakai dari alam seperti batu, mozaik tanah, floral, dan animal," imbuh dia.

 Terbuai Phangsanny/Ratih Permata Sari

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari

Meski demikian, dia tidak ingin menjual kain tenun Sumba asli karena ingin para penjual langsung membelinya pada pengrajin. Phang Sanny memilih menggunakan katun asli dengan motif tenun Sumba printing.

" Saya mau penjual langsung ke pengrajin biar untungnya semua langsung didapatkan oleh penenun," katanya.

 Terbuai Phangsanny/Ratih Permata Sari

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari

Busana karya Phangsanny dirancang ke dalam siluet seperti loose, kimono, body fit, terkesan ringan dan tetap elegan, dan sebisa mungkin bisa digunakan untuk semua ukuran.

Untuk pemilihan warnanya, Phang Sanny memilih warna-warna alam yang tidak menggunakan bahan kimia.

Sebagai usaha untuk membantu para pengrajin mempromosikan tenun Sumba, dia hanya memproduksi secara terbatas untuk satu motif tenun Sumba.

 Terbuai Phangsanny/Ratih Permata Sari

Foto: Koleksi Phang Sanny/Ratih Permata Sari

" Saya berkomitmen saya harus tetap membeli tenun untuk mendukung pengrajin tenun, makanya cuma memproduksi 30 potong," tambahnya.

Laporan: Ratih Permata Sari

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id