Temuan Mengejutkan di Balik Baju Baru dari Toko

Lifestyle | Selasa, 5 Juli 2016 15:02
Temuan Mengejutkan di Balik Baju Baru dari Toko

Reporter : Syahid Latif

Mengapa banyak orang berpesan agar mencuci baju yang baru dibeli padahal terlihat rapi dan bersih. Ternyata penelitian menunjukan....

Dream - Lebaran sudah dekat, dan seperti yang sudah-sudah, orang berburu baju baru. Baju yang baru dibeli biasanya sudah dalam keadaan rapi dan terlihat bersih.

Namun, tahukah Anda bahwa mencuci baju yang baru dibeli sangat penting dilakukan sebelum memakainya untuk pertama kalinya.

Anda mungkin berpikir itu adalah hal yang tak masuk akal. Baju baru yang 'fresh' dari toko terlihat bersih dan dilipat dalam keadaan rapi, bagaimana mungkin ada kuman di dalamnya?

Nah, ternyata mengambil baju baru langsung dari tas belanja dan memakainya tanpa mencucinya terlebih dahulu memiliki dampak buruk pada kesehatan.

Ahli produksi busana Lana Hogue menjelaskan kepada Elle.com bahwa ada dua alasan utama Anda semua perlu mencuci baju baru sebelum memakainya.

Pertama, kemungkinan ada ribuan kuman pada baju baru Anda. Kok bisa? Ya, karena mungkin baju baru itu telah dicoba berulang kali oleh orang-orang sebelum Anda.

Tapi yang lebih penting, kata Lana, hampir setiap bagian dari baju itu tertutup dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan efek samping yang serius ketika terjadi kontak dengan kulit.

" Anda benar-benar harus mencuci baju baru sebelum memakainya. Terutama bagian-bagian yang menempel kulit atau terkena keringat," kata Lana.

Selain itu, Lana menambahkan, sebagian besar bahan kimia yang digunakan dalam pencelupan kain dan proses pemintalan benang bisa menimbulkan iritasi.

Bahan-bahan pemicu iritasi ini dapat menyebabkan masalah yang mengganggu seperti dermatitis dan ruam merah gatal di bagian mana pun ketika bahan tersebut menyerang kulit.

Lana menjelaskan bahwa bahan-bahan kimia ini digunakan selama proses manufaktur. Benang disemprot dengan ramuan anti-jamur, kemudian dilapisi dengan bahan kimia yang membuatnya bisa meluncur melalui mesin tenun.

Dan untuk membuat pewarna tetap melekat pada kain, tekstil harus diperlakukan dengan bahkan lebih banyak bahan kimia.

Pelapis permukaan seperti formaldehyde resin dan pewarna kain azo-anilin sering digunakan selama proses pembuatan baju.

Jadi, Lana mengingatkan untuk tidak terlalu yakin meski itu membeli kemeja mahal berbahan katun di pusat perbelanjaan. Ia mengatakan bahwa 'bahkan serat alami membutuhkan bahan kimia yang bersifat kaustik (bisa merusak kulit)'.(Sah)

(Sumber: Metro.co.uk)

Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair
Join Dream.co.id