Selalu Konsumsi Makanan Gurih? Ketahui Risikonya

Fresh | Kamis, 17 Februari 2022 11:36

Reporter : Mutia Nugraheni

Mulai sekarang kurangi asupan makanan asin.

Dream - Kerupuk, keripik, gorengan, atau camilan gurih lainnya sering disajikan di meja untuk jadi santapan sambil bekerja. Rasa asin dan gurih memang sangat sulit ditolak.

Tak hanya itu, saat makan bakso, mi ayam atau hidangan berkuah, seringkali kita menuangkan lagi gram ke dalamnya untuk membuat rasanya jadi lebih asin adan kuat. Kebiasaan ini sebaiknya mulai dikurangi dari sekarang.

Mengonsumsi makanan dan camilan tinggi garam secara terus menerus, bisa menimbulkan masalah kesehat. Seringkali dampaknya baru terlihat 5-10 tahun kemudian.

" Masyarakat Indonesia banyak yang menyukai makanan bercita rasa asin dan gurih. Mengonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung garam dapat mengakibatkan masalah kesehatan. Misalnya obesitas, diabetes, hipertensi, kanker lambung, batu ginjal, serta stroke," ujar dr. Johanes Casay Chandrawinata, Sp.GK, dalam acara webinar Ajinomoto, beberapa waktu lalu.

 

Selalu Konsumsi Makanan Gurih? Ketahui Risikonya
Makanan Gurih/ Foto: Shutterstock
2 dari 6 halaman

Ia mengingatkan untuk mengurangi konsumsi makanan asin sejak muda. Hilangkan kebiasaan untuk selalu menambahkan garam, saus atau bumbu kemasan kaya garam ke dalam masakan. Pasalnya, bumbu dalam kemasan juga mengandung garam tinggi.

Perbanyak konsumsi serat, kurangi makanan asin. Terutama bagi mereka yang memiliki keluarga atau orangtua dengan riwayat penyakit darah tinggi dan diabetes.

" Untuk menjaga pola hidup sehat, pembatasan asupan garam sama pentingnya dengan mengonsumsi buah dan sayur," ujar dr. Johanes.

Dalam acara yang sama, Ajinomoto juga memperkenalkan program “ Bijak Garam”. Program ini merupakan solusi cermat mengurangi penggunaan garam dalam setiap masakan dengan mempertahankan cita rasa yang tetap seimbang.

3 dari 6 halaman

Penderita Darah Tinggi, Ini Cara Aman Makan Kambing

Dream - Hari raya Idul Adha identik dengan hidangan daging kambing. Segala macam olahan kambing biasanya tersaji di meja makan. Bagi penderita darah tinggi, mungkin takut untuk mengonsumsinya.

Hal ini karena ada anggapan makan kambing bisa meningkatkan level tekanan darah. Ternyata anggapan itu kurang tepat. Dikutip dari KlikDokter, berbagai studi ilmiah membuktikan bahwa daging kambing dan tekanan darah tidak memiliki hubungan yang saling mempengaruhi.

Salah satu studi yang membuktikannya adalah sebuah penelitian di India yang dipublikasikan oleh Pubmed Central pada 2014. Dalam studi tersebut, peneliti membandingkan antara orang yang jarang makan daging, orang yang sering makan daging kambing, dan orang yang sering makan daging ayam. Hasilnya, sering mengonsumsi daging kambing maupun ayam tidak menyebabkan tekanan darah naik.

Fakta yang benar adalah daging kambing mengandung sejumlah kolesterol di dalamnya yang efeknya bisa berdampak pada kenaikan kolesterol dan bisa memicu komplikasi. Beberapa ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi semua daging merah, termasuk daging kambing, tak lebih dari 90 gram per hari.

 

4 dari 6 halaman

Olah dengan Tepat

Daging kambing juga mengandung zat bermanfaat bagi tubuh. Seperti protein yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, kalsium untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta zat besi yang diperlukan sebagai bahan pembentuk sel darah merah.

Nah, agar manfaat tersebut benar-benar dirasakan, daging kambing harus diolah dengan cara yang benar. Hindari memasak daging kambing dengan suhu terlalu tinggi (di atas 250?C), karena dapat merusak kandungan gizi yang ada di dalamnya. Ini berarti, daging kambing sebaiknya tidak dibakar, digoreng, atau dipanggang.

 Semur Kambing© Shutterstock

Cara memasak daging kambing yang paling baik adalah dengan merebus atau mengukusnya. Namun, agar kandungan kolesterol di dalam daging kambing tidak bertambah, sebaiknya jangan gunakan santan saat proses pengolahannya. Banyak resep sehat yang dapat Anda kombinasikan dengan rebusan daging kambing. Misalnya, menjadikannya rawon, sup, atau semur.

 

5 dari 6 halaman

3 Pemicu Tekanan Darah Tinggi yang Sering Disepelekan

Dream - Pemeriksaan tekanan darah sangat penting dilakukan secara teratur. Tekanan darah yang levelnya terlalu tinggi diyakini bisa langsung menyebabkan stroke. Jika sudah terjadi, kondisinya tentu saja sangat fatal.

Selama ini banyak yang menganggap kalau tekanan darah tinggi hanya dipicu makanan yang tidak sehat seperti kaya garam dan minyak. Padahal ada penyebab lainnya yang sering kali tak disadari dan disepelekan.

Nah untuk itu Sahabat Dream, waspadalah terhadap tiga pemicu tekanan darah tinggi ini. Meski sering diabaikan, ternyata efeknya bisa meningkatkan tekanan darah secara signifikan.

Gula berlebihan

Bukan hanya garam, gula juga bisa meningkatkan tekanan darah kamu. Terutama gula yang berbentuk cairan dalam minuman kemasan. Orang-orang yang mengonsumsi banyak gula dalam makanan diketahui mengalami peningkatan yang signifikan dalam level tekanan darahnya. Jadi, batasi juga konsumsi gula harian.

 

6 dari 6 halaman

Kesepian

Ini bukan hanya tentang jumlah teman yang kamu miliki tapi juga bagaimana hubungan yang terbentuk dengan pasangan, kerabat dan teman. Tekanan darah orang yang kesepian dalam sebuah penelitian naik lebih dari 14 poin. Untuk itu, pastikan kamu tak merasa kesepian. Cari aktivitas positif yang bermanfaat untuk kesehatan mental dan fisik.

Tidak Cukup Kalium

Ginjal membutuhkan keseimbangan natrium dan kalium untuk menjaga jumlah cairan yang tepat dalam darah. Jika kamu makan menu rendah garam, tapi tekanan darah masih tinggi mungkin harus memperbanyak makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, susu rendah lemak, atau ikan. Kalium bisa didapatkan dengan mengonsumsi pisang, brokoli, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

Sumber: WebMD

 

Join Dream.co.id