Scaling Gigi Bisa Ditanggung BPJS Gratis, Begini Prosedurnya

Lifestyle | Kamis, 11 Agustus 2022 16:36

Reporter : Mutia Nugraheni

Pastikan dulu kamu jadi anggota BPJS Kesehatan dan rutin membayarnya setiap bulan.

Dream - Gigi yang kotor dan penuh plak tentunya sangat menganggu kenyamanan, kesehatan dan penampilan. Idealnya, gigi dibersihkan dengan scaling di dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

Pada beberapa kondisi scaling sangat dibutuhkan, tapi memang biayanya cukup mahal, mencapai ratusan ribu. Banyak yang tak tahu kalau sebenarnya prosedur scaling di dokter gigi ini juga bisa ditanggung BPJS Kesehatan. Pastikan dulu kamu jadi anggota BPJS Kesehatan dan rutin membayarnya setiap bulan.

Apa itu scaling gigi?
Dikutip dari Sehatq, scaling gigi adalah prosedur nonoperasi untuk membersihkan plak dan karang gigi. Dokter gigi akan menghilangkan plak di sepanjang garis gusi dan menghaluskan permukaan kasar pada akar gigi sehingga membantu gusi menempel kembali ke gigi.

Pembersihan karang gigi ini dilakukan dengan menggunakan instrumen genggam atau perangkat ultrasonik. Keduanya memberikan hasil yang signifikan, tetapi pembersihan dengan ultrasonik dapat berlangsung lebih cepat.

Dalam prosedur scaling gigi, dokter gigi akan menerapkan anestesi lokal atau topikal untuk mematikan rasa di area mulut. Dokter pun akan mengikis semua plak atau karang gigi yang melekat. Setelah menghilangkan plak, dokter gigi akan meratakan atau menghaluskan permukaan yang kasar pada akar gigi.

Umumnya, proses scaling gigi dapat diselesaikan dalam satu kali kunjungan ke dokter gigi. Dalam kunjungan ini, prosesnya akan memakan waktu sekitar satu jam. Namun, jika plak gigi lebih banyak, waktu yang dihabiskan mungkin bisa sekitar dua jam.

 

Scaling Gigi Bisa Ditanggung BPJS Gratis, Begini Prosedurnya
Pemeriksaan Dokter Gigi/ Foto: Shutterstock
2 dari 7 halaman

Ditanggung BPJS Kesehatan

Bagi yang ingin membersihkan karang gigi pakai BPJS, biaya scaling gigi ditanggung oleh BPJS Kesehatan berdasarkan akun Twitter resmi @BPJSKesehatanRI. Syaratnya, hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun.

Peserta BPJS Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan scaling gigi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama atau Fasilitas Rujukan Tingkat Lanjutan berdasarkan indikasi medis atau arahan dari dokter. Dengan kata lain, tidak bisa atas permintaan sendiri.

 Scaling gigi© Shutterstock

Berikut adalah Faskes 1 yang menyediakan layanan scaling gigi:
- Dokter gigi di puskesmas
- Dokter gigi di klinik pertama atau yang setara
- Dokter gigi praktik mandiri/perorangan.

Sementara itu, Fasilitas Rujukan Tingkat Lanjutan adalah dokter gigi spesialis atau subspesialis di klinik utama atau yang setara, rumah sakit umum, dan rumah sakit khusus.Selama mengikuti prosedur pelayanan BPJS Kesehatan, tidak akan ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan.

 

3 dari 7 halaman

Prosedur scaling gigi dengan BPJS Kesehatan

Setelah mengetahui apakah membersihkan karang gigi ditanggung BPJS, Sahabat Dream juga perlu tahu prosedurnya. Prosedur scaling gigi ditanggung BPJS dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut.

1. Fasilitas kesehatan tingkat pertama
Peserta BPJS datang ke Puskesmas/Klinik atau ke dokter gigi praktik mandiri sesuai yang terdaftar di kartu BPJS Kesehatan. Tunjukkan kartu BPJS Kesehatan pada petugas layanan administrasi. Petugas pun akan melakukan pengecekan.

Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan dan pemberian tindakan pada peserta. Peserta akan memperoleh obat atas indikasi medis (jika diperlukan).
Apabila indikasi medis memerlukan pemeriksaan/tindakan dari dokter spesialis/subspesialis gigi, maka peserta akan diberikan rujukan kasus gigi.

2. Fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan
Peserta membawa kartu peserta BPJS Kesehatan dan surat rujukan dari Faskes pertama. Lakukan pendaftaran ke RS dengan membawa persyaratan tersebut.
Petugas administrasi di RS akan melakukan pengecekan terhadap kartu peserta dan surat rujukan.

Setelah mendapatkan Surat Elijibiltas Peserta (SEP), peserta bisa mendapatkan pemeriksaan, perawatan, pemberian tindakan, atau obat-obatan oleh dokter gigi. Scaling gigi dengan BPJS akan dilakukan sesuai dengan indikasi medis.

4 dari 7 halaman

Rata-Rata Lansia 65 Tahun di Indonesia Kehilangan 11 Giginya

Dream - Gigi menjadi salah satu anggota tubuh yang krusial dan harus dirawat secara rutin. Menjaga kebersihan mulut, gigi, dan gusi, sebenarnya sangatlah mudah.

Lakukan rutin sikat gigi dua kali setelah sarapan dan sebelum tidur untuk mencegah plak pada gigi. Selain itu, pilih sikat gigi yang tepat dengan bulu sikat lembut dan kepala sikat pas dengan mulut.

 Istimewa© Istimewa

Makanan manis yang mengandung gula tinggi dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan pada mulut dan gigi. Jadi, kurangi makanan manis yang dapat mempercepat lubang pada gigi, setidaknya setelah makan manis langsung kumur kumur.

5 dari 7 halaman

Meskipun Mudah, Namun…

Meskipun tampak mudah, faktanya perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia kurang baik. Rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan giginya.

 Istimewa© Istimewa

“ Namun faktanya, perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut yang kurang baik menyebabkan rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya,” jelas Ratu Mirah Afifah, Head of Professional Marketing Personal Care Unilever Indonesia pada konferensi virtual Pepsodent Gigi dan Mulut Sehat Kunci Hidup Berkualitas #SenyumIndonesia, Sabtu 4 Juli 2022.

6 dari 7 halaman

Turunkan Kualitas Hidup Lansia

Kesehatan gigi dan mulut berkaitan erat dengan kesehatan tubuh secara menyeluruh dan kualitas hidup hingga lanjut usia.

Kondisi kesehatan mulut pun dapat memengaruhi kenyamanan ketika makan, tidur, berinteraksi sosial, serta rasa percaya diri, terutama bagi lansia yang telah kehilangan banyak gigi.

 Istimewa© Istimewa

“ Studi menemukan bahwa mereka cenderung lebih berisiko 48% lebih besar untuk memiliki gangguan fungsi kognitif otak. Selain itu, para lansia yang memiliki 10-19 gigi berpotensi mengalami malnutrisi,” jelas drg. Usman Sumantri, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) pada kesempatan yang sama.

 

7 dari 7 halaman

Langkah Preventif

Langkah preventif untuk mencegah gigi rusak adalah menyikat gigi dua kali sehari setiap pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Agar perawatan lebih optimal periksakan gigi enam bulan sekali untuk mencegah lubang dan membersihkan karang gigi yang dibutuhkan.

“ Ini merupakan dua rutinitas sederhana yang menjadi kunci untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat dan berkualitas hingga lanjut usia,” tambah Usman.

Join Dream.co.id