Keseruan Tim Halal Dream Trip Wardah Napak Tilas di Ankara

Lifestyle | Jumat, 29 November 2019 11:36
Keseruan Tim Halal Dream Trip Wardah Napak Tilas di Ankara

Reporter : Idho Rahaldi

Perjalanan ditempuh lewat darat sekitar 5 jam.

Dream - " Kring... Kring..." Telepon di samping dipan hotel berbunyi. Sejenak kemudian, terdengar suara seseorang, mengingatkan datangnya pagi. Morning Call istilahnya.

Saat jam menunjukkan angka 6.30, tim Halal Dream Trip Wardah 2019 bergegas turun dari kamar dan menuju restoran. Penampilan mereka telah rapi, siap melanjutkan perjalanan seru.

Usai mengisi energi dengan menu sarapan khas, tim mulai berpetualang. Kali ini, Kamis 28 November, jadi hari terakhir tim berada di Cappadocia.

Agenda kali ini memang agak berbeda. Bahkan pemandu tim, Abdulrezzak Solak, sudah mewanti-wanti sejak malam sebelumnya agar tidak terlambat. Dia khawatir perjalanan molor akibat jalanan macet.

" Besok jangan sampai jam karet ya," ujar Solak dalam Bahasa Indonesia berlogat Eropa.

Tepat pukul 07.30, tim meninggalkan Cappadocia yang sudah kami jelajahi hari sebelumnya. Ada perasaan berat dalam hati. Belum puas menyusuri kota cantik itu ditambah gagalnya agenda naik balon udara. Belum lagi pemandangannya yang luar biasa.

2 dari 5 halaman

Perjalanan Menuju Ankara

Perjalanan panjang pun dimulai. Tujuan kali ini, kota kuno yang juga Ibu Kota Turki, Ankara. Butuh waktu sekitar lima jam dari Cappadocia menuju Ankara dengan perjalanan darat.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Tim Halal Dream Trip Wardah bersiap menuju Ankara (Idho Rahaldi/Dream)

Spokeperson Wardah, Hanggini Purinda Retto, merasa perjalanan ini sama menyenangkannya dengan hari-hari sebelumnya. Semua berkat para pemenang Halal Dream Trip Wardah selalu ceria. Lelah pun jadi tak terasa.

" Mereka seru, ramah-ramah, baik," ucap Hanggini.

3 dari 5 halaman

Singgah di Tuz Golu

Satu jam perjalanan, tim diajak singgah sejenak di Danau Tuz. Nama lokalnya, Tuz Golu. Ini merupakan danau air asin di tengah dataran tinggi gersang di Turki. Tepatnya, sekitar 105 kilometer sebelah timur laut Konya.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Berfoto di Tuz Golu, danau air asin terbesar Turki (Idho Rahaldi/Dream)

Tuz Golu merupakan danau terbesar kedua Turki. Danau ini pertemuan dua sungai besar, aliran air tanah, dan air permukaan. Tetapi, tidak memiliki muara sehingga memiliki kandungan garam tinggi.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Tuz Golu (Idho Rahaldi/Dream)

Masyarakat sekitar memanfaatkan danau ini sebagai ladang garam. Garam yang dipanen lalu dihaluskan dan dijual seluruh Turki. Hebatnya lagi, sekitar 63 persen kebutuhan garam konsumsi di Turki berasal dari Danau Tuz.

Perjalanan dilanjutkan. Rasa lelah akibat duduk lama di kendaraan hilang berkat indahnya pemandangan. Kekaguman yang muncul tak juga sirna. Sebab, ini adalah kali pertama bagi setiap personel tim Halal Dream Trip Wardah berkunjung dan menjelajah Turki.

Pemandangan yang tampak dari balik kaca jendela kendaraan tak henti membuat takjub. Syukur pun terucap tak henti atas kesempatan indah yang diberikan Sang Pencipta, bisa mengunjungi negeri yang selama ini hanya bisa dibayangkan.

 

4 dari 5 halaman

Tiba di Ankara

Masuk jam makan siang, rombongan menepi ke restoran. Tak jauh dari tempat makan, Ankara sudah menyapa. Di sinilah kendali negara Turki dijalankan.

Destinasi pertama yang jadi tujuan tim di Ankara adalah Ataturk Maoseleum. Museum ini menyimpan perjalanan sejarah Mustafa Kemal Atatürk, presiden pertama sekaligus Bapak Pembangunan Turki.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Atatürk Maoseleum (Idho Rahaldi/Dream)

Di tangan Atatürk, kekuasaan Emperium Ottoman yang berkuasa di Turki selama 623 tahun dihapus. Turki resmi berubah dari sistem kekaisaran menjadi republik yang diproklamirkan di Ankara pada 29 Oktober 1932.

Atatürk sebenarnya lahir di Yunani. Tepatnya di kota Selanik pada 1881. Kota tersebut kini dikenal dengan Thessaloniki.

 

5 dari 5 halaman

Berkeliling Museum

Pemandu mengajak tim menjelajahi setiap sudut museum tersebut dan menceritakan perjalanan hidup Atatürk mulai awal kariernya hingga meninggal.

Jenazah Atatürk dimakamkan di bawah museum. Pintu menuju makamnya dijaga ketat. Sedangkan di atasnya terpasang penanda.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Militer berjaga di pintu masuk makam Atatürk (Idho Rahaldi/Dream)

Dalam museum terpampang foto Atatürk ketika masih muda hingga dia menjadi presiden. Pakaiannya juga dipajang dengan rapi dan dalam penjagaan ketat.

Di kawasan museum tersebut juga berdiri tiang bendera Turki. Pemandu mengatakan tiang tersebut adalah tiang bendera tertinggi di Eropa, mencapai 50 meter.

 Halal Dream Trip Wardah Turki

Tiang bendera tertinggi di Eropa (Idho Rahaldi/Dream)

Usai berkeliling museum, perjalanan berlanjut menuju Bolu. Ini adalah kota di sisi barat Laut Hitam yang terkenal dengan kuliner tradisionalnya. Hebatnya, menu yang tersaji sudah ada sejak kekuasaan Emperium Ottoman hingga sekarang.

Bolu merupakan tempat tim berisitirahat hari ini. Esok hari, tim akan kembali menuju Istanbul. Ikutin terus keseruan Halal Dream Trip 2019 di Turki ya.

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting
Join Dream.co.id