Hari Ulos Nasional, Tobatenun Tampil dalam TENUN Fashion Week

Lifestyle | Selasa, 19 Oktober 2021 16:12

Reporter : Dwi Ratih

Tidak hanya bagi pelaku usaha dan komunitas Ulos, tetapi juga masyarakat umum.

Dream - Memperingati Hari Ulos Nasional 2021 pada 17 Oktober, Tobatenun menggelar kampanye budaya dengan tema “ Bangga Bertenun Bangga Berbudaya”.

Kampanye ini merupakan kmitmen Tobatenun untuk memberikan edukasi seputar Tenun Toba tidak hanya bagi pelaku usaha dan komunitas Ulos, tetapi juga masyarakat umum.

“ Gelorakan semangat Bangga Bertenun Bangga Berbudaya di Hari Ulos Nasional 2021 ini, kami harap masyarakat semakin sadar mengenai pentingnya melestarikan dan mengembangkan wastra nusantara, salah satunya Ulos," ujar Kerri Na Basaria, Founder dan CEO PT Toba Tenun Sejahtra, pada konferensi pers virtual Jum'at, 15 Oktober 2021 kemarin.

Tobatenun selama ini melakukan revitalisasi Ulos melalui program pendampingan perajin tenun, memanfaatkan sumber daya alam untuk produksi tenun serta membuat sebuah platform distribusi tenun Sumatera Utara yang terkurasi melalui website resmi Tobatenun.com.

Diharapkan, melalui program kerja yang telah dan akan dilakukan dapat memperkuat ekosistem kain ulos dan para pelakunya.

Termasuk melalui berbagai rangkaian program kerja, Tobatenun terus berupaya untuk mendukung industri berbasis tradisi, budaya, dan komunitas.

Hari Ulos Nasional, Tobatenun Tampil dalam TENUN Fashion Week
Dokumentasi Tobatenun
2 dari 5 halaman

Pelestarian Ulos

“ Semangat bangga bertenun bangga berbudaya merupakan dorongan bagi kita semua untuk bersama melestarikan wastra budaya nusantara," ujar Bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Dr. Eddy Keleng Ate Berutu.

Pemerintah Kabupaten Dairi, tambah Eddy, telah melakukan upaya untuk mendorong dan meningkatkan keberlangsungan industri kerajinan dan kreatif, termasuk pelestarian dan pengembangan Ulos.

 Tobatenun Kain Ulos© Dokumentasi Foto Milik Tobatenun

Berbagai strategi telah dilakukan antara lain pemberian stimulus kepada UMKM dan Koperasi, pelatihan dan pendampingan bagi UMKM untuk peningkatan kualitas produksi dan pemasaran.

" Kami optimistis dengan banyak pihak yang peduli terhadap kelestarian budaya seperti Tobatenun dapat menginspirasi banyak orang untuk bersama-sama memajukan Ulos dan juga budaya nusantara lainnya, khususnya di masyarakat kabupaten Dairi," ujar Eddy.

3 dari 5 halaman

Pendekatan ramah lingkungan

Untuk bersama melestarikan dan merevitalisasi Ulos, sebelumnya Tobatenun juga telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker).

Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta, Ditjen Binalavotas, dan PKK) dan Tobatenun berkomitmen menguatkan para perajin ulos di Toba.

 Tobatenun Kain Ulos© Dokumentasi Foto Milik Tobatenun

" Kemenaker bersama Tobatenun merancang roadmap usaha yang dapat menguntungkan dan memberikan dampak kesejahteraan kepada UMKM Ulos,” ujar Dita Indah Sari, Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Tobatenun kerap mendorong perajin untuk melakukan metode pembuatan tenun yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dengan mengutamakan prinsip berkelanjutan.

Para penenun binaan, menggunakan benang serta pewarna alami dalam pembuatan Ulos.

 Tobatenun Kain Ulos© Dokumentasi Foto Milik Tobatenun

Bersama instruktur pewarnaan alam, terus melakukan pembinaan dan pelatihan mengenai pemanfaatan pewarna alam untuk tekstil kepada para pengrajin Ulos.

 

© Dream
4 dari 5 halaman

Konsisten memberikan edukasi

Untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pentingnya menggunakan produk berkualitas yang ramah lingkungan, Tobatenun juga secara konsisten memberikan edukasi kepada pasar mengenai nilai berkelanjutan pada industri fashion.

 Tobatenun Kain Ulos© Dokumentasi Foto Milik Tobatenun

“ Kami terus berupaya untuk mempopulerkan pewarna alam dan serat alam untuk penguatan pasar dan produk. Untuk itu, perlu adanya sinergi antara pelaku usaha dan organisasi terkait terkait pengembangan warna alam dengan melakukan edukasi dan eksplorasi sumber, sehingga dapat tercipta produk ramah lingkungan yang berkesinambungan,” kata Ketua Perkumpulan Warna Alam Indonesia, Myra Widiono.

Tobatenun juga berpartisipasi dalam TENUN Fashion Week yang diselenggarakan pada 15-17 Oktober 2021 lalu.

Pementasan ini menampilkan 45 komunitas tenun yang berpartisipasi dari Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam.

 

5 dari 5 halaman

Disiapkan Ready to Wear

 Tobatenun Kain Ulos© Dokumentasi Foto Milik Tobatenun

Menampilkan koleksi revitalisasi ulos lawas yang juga menjadi koleksi pertama untuk distribusi di platform yang hadir dalam motif Ragi Hotang, Ragi Idup, dan Tumtuman.

Sedangkan untuk produk akan menampilkan koleksi ready to wear ‘Sindar’ yang merupakan hasil kerja sama desainer muda dan berbagai UKM dan pengrajin dari Siantar, Yogyakarta, dan Jepara.

“ Semakin banyaknya pihak yang terlibat dalam pelestarian dan pengembangan ekosistem wastra nusantara, khususnya ulos, kami optimis bahwa wastra nusantara dapat menjadi tuan di negerinya sendiri, bahkan dapat dinikmati di pasar yang lebih luas," ujar Kerri Na Basaria.

Laporan: Syifa Putri Naomi

© Dream
Join Dream.co.id