Pentingnya Jaga Minat Menulis Anak di Era Digital

Lifestyle | Jumat, 4 Desember 2020 13:35
Pentingnya Jaga Minat Menulis Anak di Era Digital

Reporter :

Berikut caranya!

Dream - Kemajuan teknologi saat ini memberikan warna baru dalam industri pendidikan Nasional. 

Walau begitu, kecanggihan dan kemudahan yang ditawarkan, tidak akan menggantikan cara konvensional yang memiliki peran penting dalam pembelajaran anak, yaitu menulis.

Tahun ini SIDU melalui gerakan “ Ayo Menulis Bersama SiDU” melakukan sosialiasi digital kepada para orang tua dan guru di Indonesia, mengenai pentingnya mempertahankan budaya menulis di buku tulis bagi anak-anak.

 Ilustrasi© Shutterstock

“ SiDU menyelenggarakan kegiatan ini dilandasi akan realita tantangan pendidikan yang semakin nyata. Tidak hanya melihat dari rendahnya tingkat kompetensi anak bangsa di kancah Internasional, namun perubahan dinamika pembelajaran di era pandemi ini menjadi perhatian khusus SiDU mengenai aktivitas literasi anak, yaitu menulis yang berkurang drastis porsinya daripada biasanya," ungkap Santo Yuwana, Kepala Divisi Lokal Marketing APP Sinar Mas, Kamis, 3 Desember 2020.

" Sedangkan kompetensi anak di masa depan erat kaitannya dengan kebiasaan menulis yang dilakukan dari kecil,” tambahnya.

Saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), paparan gadget kepada anak selama prosesnya tidak dapat dihindari. E-Learning merupakan sebuah inovasi terbaik dalam memberikan informasi ilmu pengetahuan dan komunikasi ke seluruh daerah di Indonesia.

2 dari 6 halaman

Berimajinasi

Keselarasan dengan cara konvensional seperti menulis atau mencatat kembali, harus terus dilakukan oleh para pelajar Indonesia.

“ Menulis mempunyai manfaat besar yang dapat meningkatkan kemajuan cara berpikir anak ke depannya. Menulis setidaknya memiliki tiga manfaat utama, yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus, melatih kreativitas, serta dapat meningkatkan daya ingat melalui metode belajar memahami sambal menulis pelajaran," ujar Marcelina Melisa, M.Psi, Psikolog.

Melalui aktivitas menulis, Marcelina menegaskan bahwa anak terbiasa untuk mengontrol gerakan motorik dengan tekanan yang sesuai, serta memiliki persepsi visual yang baik.

Anak juga mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui ide tulisan. Selain itu, melalui merangkum atau membuat catatan pelajaran dengan gaya penulisan personal dapat meningkatkan daya ingat dibandingkan jika anak hanya membaca dan menghafal.

" Jika anak terbiasa untuk membuat rencana penulisan dengan memaparkan ide; belajar menulis sesuai dengan ide utama setiap paragraf; serta menganalisis cara penulisan, maka kemampuan menulis secara sistematis akan terlatih,” kata Marcelina.

3 dari 6 halaman

Akan banyak indera yang aktif saat menekan pensil di atas kertas

Profesor Audrey van der Meer pada 2017 dalam penelitiannya, beliau menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk merekam dan melacak aktivitas gelombang otak saat anak melakukan kegiatan mengetik dan menulis dengan pena di atas buku tulis.

Hasil dari penelitian Van der Meer mengungkapkan jika otak anak-anak lebih aktif jika menulis dengan pena ketimbang keyboard, dan tulisan tangan memberikan otak lebih banyak ruang untuk mengingat.

Tidak hanya unsur kognisi anak yang dapat berkembang, namun menulis dapat meningkatkan sensimotorik anak. Ketika anak menoleh dengan tangan akan lebih banyak tercipta aktivitas di bagian sensorimotor.

Akan banyak indera yang aktif saat menekan pensil di atas kertas, melihat huruf yang ditulis, dan mendengar suara yang dibuat saat menulis.

Pengalaman indera ini akan menciptakan kontak antara berbagai bagian otak dan membuka otak untuk belajar sehingga dapat mengingat dengan lebih baik.

“ Kecintaan anak terhadap menulis pastinya tidak akan berjalan semulus seperti yang diharapkan, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini, yang mana anak diharuskan untuk melalui proses pembelajaran di rumah tanpa kendali guru secara langsung," ungkap Dr. Lanny Anggraini, S.Pd.,M.A, selaku Analis Pelaksana Kurikulum Pendidikan, Direktorat Sekolah Dasar Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

 

4 dari 6 halaman

Menulis aktivitas menyenangkan

 Ilustrasi© Shutterstock

Namun, seiring dengan perkembangan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang salah satu poinnya fokus memberikan aktivitas atau tugas pembelajaran yang bervariasi sesuai dengan minat dan kondisi anak, pendidik memiliki keleluasaan untuk bantu meningkatkan minat menulis anak melalui aktivitas yang menyenangkan.

" Dalam memberikan serangkaian aktivitas, peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk terus menerus menciptakan suasana belajar yang efektif. Sehingga, dengan terus membantu anak mengimplementasikan kegiatan sederhana dengan aktif menulis di buku tulis, guru dan orang tua dapat membantu kualitas pendidikan Nasional dan turut andil dalam peningkatan kompetensi generasi masa depan bangsa,” jelas Dr. Lanny.

Dalam acara webinar berjudul ‘Pentingnya Menjaga Minat Menulis Anak’ Marcellina juga memberikan contoh kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan para orang tua atau guru bersama anak yang berguna untuk membantu menanamkan kebiasaan menulis anak.

 

5 dari 6 halaman

4 hal penting

Di sini, Marcelina memaparkan beberapa hal yang dapat memicu anak untuk mulai mencintai kegiatan menulis.

Pertama, orang tua dan guru dapat membuat aktivitas menulis di buku tulis menjadi sebuah permainan, yang mana anak mendapatkan misi dan hadiah jika dapat menyelesaikan permainan dengan baik dan benar. 

Kedua, membuat kuis yang sederhana dan menyenangkan seputar pelajaran, mengajak anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menulis di dalam buku tulis.

Ketiga, mengajak anak untuk menulis diary di buku tulis. Hal ini tidak hanya akan memicu daya tarik anak untuk menulis, namun membangun kedekatan antara orang tua atau guru dengan anak, sehingga lebih mengerti minat, karakter dan masalah anak.

Keempat, mengajak anak untuk kembali menuliskan hasil pembelajaran yang ditangkap ke dalam buku tulis, sehingga dapat memicu otak anak untuk mengingat dan memahami hasil pembelajaran yang diberikan.

 

6 dari 6 halaman

'Ayo Menulis Bersama SiDU'

Diketahui, sejak 2017, buku tulis SiDU terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari peningkatan berkelanjutan pendidikan nasional dengan memberdayakan anak-anak Indonesia melalui kebiasaan menulis dalam gerakan 'Ayo Menulis Bersama SiDU'.

“ Kegiatan 'Ayo Menulis Bersama SiDU' telah melibatkan 60.000 murid dari 300 sekolah dasar di Jabodetabek. Tidak hanya untuk murid, namun SiDU juga ingin menjadi partner bagi orang tua, guru dan pemerintah dalam mengembangkan kebiasaan menulis anak Indonesia sehingga dapat membantu meningkatkan kompetensi generasi masa depan Indonesia untuk mampu bersaing secara global dan berkontribusi dalam membangun dunia menjadi lebih baik lagi,” ungkap Suhendra Wiriadinata, Direktur APP Sinar Mas.

Join Dream.co.id