Peneliti Temukan Antibodi yang Mampu Lawan Semua Varian Covid-19

Lifestyle | Kamis, 8 September 2022 16:12

Reporter : Cynthia Amanda Male

Ini jadi tahap awal pembentukan vaksin yang mampu melawan semua varian Covid-19. Sehingga, semua orang tidak perlu melakukan booster vaksin berkali-kali.

Dream - Hingga saat ini, Covid-19 belum sepenuhnya hilang. Masih banyak orang yang terinfeksi virus corona hingga terkapar di rumah sakit. Maka dari itu, sejumlah fasilitas publik masih mengharuskan seseorang vaksin hingga tiga kali agar bisa mengaksesnya.

Apalagi, sempat beredar kabar bahwa varian Covid-19 kembali bertambah. Jika penyebarannya cukup pesat, tentunya akan ada vaksin yang harus dibuat untuk mencegah seseorang dari varian virus Covid-19 terbaru.

Di samping beredarnya kabar varian virus baru, sejumlah peneliti juga menemukan antibodi yang mampu menetralkan semua jenis Covid-19. Antibodi yang dibuat atas hasil kerja sama peneliti Rumah Sakit Anak Boston dan Duke University ini disebut SP1-77.

Dilansir Prevention, penelitian tersebut dilakukan dengan menggunakan tikus yang memilliki sistem kekebalan tubuh manusia. Sehingga, respon tubuh tikus tidak jauh berbeda dengan manusia ketika terpapar virus.

Peneliti Temukan Antibodi yang Mampu Lawan Semua Varian Covid-19
Vaksin Covid-19. (Source: Shutterstock)
2 dari 4 halaman

 Virus Covid-19© Shutterstock

Foto: Shutterstock

Setelah tikus terinfeksi virus SARS-CoV-2, ia pun diinjeksi sejumlah antibodi. Kemudian, SP1-77 terbukti mampu menetralkan virus Covid-19 jenis Alpha, Beta, Gamma, Delta, serta semua rantai Omicron yang beredar saat ini. Meski terbukti dapat mengatasi berbagai varian virus Covid-19, namun antibodi tersebut harus diteliti lebih lanjut. Apalagi, penelitiannya hanya dilakukan pada tikus.

“ Ini konsep tahap awal untuk menggambarkan antibodi yang mampu menetralisir berbagai virus pada tikus. Jika direplikasi dan diperluas, dapat menjadi dasar produk antibodi monoklonal baru serta vaksin,” kata Amesh Adalja, Ahli Penyakit Menular dan sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins.

Jika vaksin yang mampu melawan berbagai virus corona bisa terbentuk, mungkin setiap orang hanya perlu melakukan vaksinasi setahun sekali atau bahkan tidak perlu melakukannya terlalu sering.

Kini, peneliti mematenkan antibodi SP1-77 dan berencana untuk membuat sesuatu yang bisa berguna untuk semua orang jika prosesnya memungkinkan.

3 dari 4 halaman

China Mulai Pasarkan Obat Tablet Covid-19 Rp659 Ribu Per Botol

Dream - Obat untuk pasien Covid-19 sudah sejak awal pandemi dikembangkan di China. Hasilnya, kini sudah ada obat oral atau obat minum yang dijual per botol seharga 300 yuan atau sekitar Rp659 ribu.

Obat tersebut bermerek Azvudine, diproduksi oleh Genuine Biotech Limited. Obat dikembangkan di provinsi Henan, China Tengah. Dikemas dalam satu botol terdapat 35 tablet.

Aplikasi PeduliLindungi Akan Dikembangkan Jadi Rekam Medis Digital

Chinese National Medical Products Administration sudah menyetujui peredaran Azvudine dan mulai dijual untuk perawatan pada 25 Juli 2022 lalu. Menurut Henan Daily, Genuine Biotech mampu menghasilkan 6,8 miliar pil Azvudine setahun, yang cukup untuk mengobati 200 juta orang.

4 dari 4 halaman

Otoritas setempat juga memastikan lebih banyak keluarga Tiongkok dapat memiliki akses ke pengobatan Covid-19. Hal itu karena harga obat Covid-19 makin terjangkau.

 5 Obat Covid-19 yang Dulu Populer Kini Tak Lagi Digunakan© MEN

Angka Obesitas Semakin Meningkat di Masa Pandemi

Sebelumnya, lebih dari 10 obat oral dikembangkan di China untuk pengobatan COVID-19. Antara lain VV116 dan nukleosida anti-SARS-CoV-2 oral yang dikembangkan oleh Materia Medica of the Chinese Academy of Sciences dan Wuhan Institute of Virolog.

Kedua obat minum tersebut telah disetujui untuk penggunaan darurat dan mendapat otorisasi dari Kementerian Kesehatan Uzbekistan pada bulan Desember 2021. Sejak itu, secara resmi dua obat tersebut disetujui untuk pemasaran di Uzbekistan.

Sumber: GlobalTimes

 

Join Dream.co.id