Pakaian dari Bahan Eco Friendly Menjadi Tren di Industri Fashion

Lifestyle | Rabu, 30 Maret 2022 13:36

Reporter : Ferdike Yunuri Nadya

Apa saja bahan ramah lingkungan?

Dream - Berkembangnya sosial media, banyak orang yang enggan menggunakan pakaian yang itu-itu saja dalam berpenampilan. Hampir setiap bulannya banyak pecinta fesyen menambah item mereka untuk menunjang penampilan.

Alhasil saat lemari penuh, tumpukan pakaian itu sebagian ada yang disumbangkan atau dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Banyak orang yang mengira, perjalanan sampah pakaian ini sudah berakhir ketika masuk tempat pembuangan. Namun nyatanya penjalanan sampah-sampah ini sangatlah panjang hingga akhirnya terurai.

Bahan yang terbuat dari plastik, seperti nylon, polyester, acrylic, spandex, organza, dan tafeta kemungkinan akan terurai ratusan tahun.

Tak hanya sampah dari lemari konsumen, sampah kain dari pabrik pembuatan pakaian pun lebih banyak setiap harinya.

Hal inilah yang membuat industri fashion menjadi salah satu yang berkontribusi terhadap kerusakan alam. Praktik sustainable fashion pun mulai dijalani oleh para pegiat mode. 

 

Pakaian dari Bahan Eco Friendly Menjadi Tren di Industri Fashion
Shutterstock
2 dari 5 halaman

Suistanable Fashion

 Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Kabar baiknya generasi sekarang sudah mulai memperhatikan keberlangsungan lingkungan. Banyak brand bermunculan dengan bahan-bahan ramah lingkungan. Bahkan bahan ramah lingkungan ini menjadi tren di masa kini

“ Tren bisnis fashion sekarang ini lebih aware jadi lebih mencari fashion item yang lebih ramah lingkungan atau eco friendly,” jelas Pebisnis Fashion, Almiranti Fira pada konferensi virtual peluncuran store Pulau Intan Lestari, Selasa 29 Maret 2022.

 

3 dari 5 halaman

Bahan yang Jangka Panjang

 Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Bahan-bahan yang digunakan lebih ramah lingkungan, bisa dipakai dalam waktu jangka panjang, lebih kuat dan zero waste,” tambah Fira.

Bahan pakaian alami yang lebih ramah lingkungan ini seperti katun, serat bambu, rami, sutera, wol, serta rayon. Bahan-bahan ini cukup tahan lama saat digunakan. Dan jika sudah dibuang, dapat terurai di tanah kurang lebih selama 5 bulan.

 

4 dari 5 halaman

Bahan Natural yang Nyaman

 Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

Selain eco friendly, Fira juga mempertimbangkan bahan-bahan natural yang nyaman.

“ Karena brand aku fokus di mom and baby, kulit bayi kan sensitif dan kulit ibu sehabis melahirkan juga sensitif. Jadi aku pilih bahan yang 100 persen natural, bisa peduli lingkungan dan nyaman juga dipakai,” tambha Fira.

 

5 dari 5 halaman

Mengalami Kesulitan Pemilihan Kain

Fira mengakui mengalami cukup kesulitan dalam pemilihan kain yang seratus persen natural.

“ Terkadang saat berbelanja kain ada material kain kain yang bikin aku tertarik tapi aku ragu untuk memilih karena material kain yang tidak bisa aku rasakan. Misal dirasakan saja sample nya sedikit tapi pas dijadikan satu baju rasanya kurang,”

Hal inilah yang membuat Fira selalu mencoba produknya dan memilih kain terbaik. Sejalan dengan usaha Fira dan UMKM lokal lainnya, Pulau Intan Lestari hadir mendukung para pengusaha di bidang fesyen.

Toko material kain fashion modern ini mengusung konsep ‘Well-organized Store’ ditujukan untuk memudahkan pengunjung memilih material kain yang tepat untuk memproduksi pakaian.

Toko ini didukung dengan para crew yang akan membantu calon pengunjung mendapatkan informasi mengenai material kain apa yang sesuai untuk digunakan pada saat berbelanja. Demi mendukung keterjangkauan para pelaku UMKM bisnis fashion untuk memperoleh material kain, Pulau Intan Lestari menurunkan MOQ yang efisien sehingga para pelaku UMKM dapat menyesuaikan kebutuhan material kain yang sedang dicari.

Hal ini juga diharapkan dapat membantu program pemerintah untuk terus mengembangkan UMKM bidang fashion mengingat produk-produk UMKM bisnis fashion sudah mulai harum di mata internasional.

 Ferdike Yunuri Nadya/ Dream© Ferdike Yunuri Nadya/ Dream

“ Kami menghadirkan toko offline store yang dapat melengkapi semua kebutuhan pelaku UMKM dengan lebih dari 100.000 model material kain berkualitas. Toko offline kami juga memiliki konsep mudah untuk menemukan material kain sesuai kebutuhan produksi masing-masing calon pengguna kami dengan minimum pembelian yang disesuaikan mengikuti tren pelaku UMKM agar dengan mudah mendapatkan material kain yang diinginkan,” tutur Merryta, Marketing Director Pulau Intan Lestari pada kesempatan yang sama.

Join Dream.co.id