Novita Yunus dan Lulu Lutfi Labibi Tonjolkan Pesona Kain Etnik

Lifestyle | Kamis, 25 Oktober 2018 13:40
Novita Yunus dan Lulu Lutfi Labibi Tonjolkan Pesona Kain Etnik

Reporter : Cynthia Amanda Male

Terinspirasi dari keindahan Wakotobi dan Sumba, tercipta rancangan yang shopisticated.

Dream - Kain etnik menjadi salah satu kekuatan budaya yang mengakar pada masyarakat Indonesia. Hampir setiap daerah memiliki kain tradisional yang mengandung filosofi tinggi.

Keindahan motif menggambarkan cerita dan keunikan tersendiri. Berangkat dari situlah, dua desainer, Novita Yunus dan Lulu Lutfi Labibi, berhasil mengolah kain tradisional menjadi rancangan yang shopisticated.

Tanpa mengurangi kesakralan makna yang terkandung di setiap goresan motif, Novita dan Lutfi mempersembahkan karya terbaiknya di panggung Jakarta Fashion Week (JFW) 2019. Novita mempersembahkan koleksi Pure Resort dan Lutfi membawa koleksi Tepian.

 Pure Resort by Novita Yunus

Pameran busana di JFW 2019 (Windy Sucipto/ Kapanlagi Youniverse)

Terinspirasi dari suasana pantai Indonesia Timur, Novita meluncurkana 24 articles yang terdiri dari long vest, bolero, joger pants, dan hareem pants. Didominasi dengan permainan warna putih bergradasi hitam, abu-abu, silver, dan coklat dengan sentuhan khas tenun Wakatobi serta Sumba.

" Saya memilih kata 'resort' karena menggunakan teknik baru dari sponge dan pelepah pisang. Jadi lebih flowy," ujarnya Novita di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu 24 Oktober 2018.

 Pure Resort by Novita Yunus

Pameran busana di JFW 2019 (Windy Sucipto/ Kapanlagi Youniverse)

Aksesoris unik yang terbuat dari batu, tulang unta dan tanduk, serta detail anyaman tangan, renda, bordir, dan campuran wasta Nusantara semakin mempercantik koleksinya.

Berbeda dengan desainer berhijab itu, Lulu Lutfi Labibi membuat koleksi yang didominasi warna hitam pekat sebagai simbol kedamaian dan spiritual.

 Tepian by Lulu Lutfi Labibi

Pameran busana di JFW 2019 (Windy Sucipto/ Kapanlagi Youniverse)

" Tema ini adalah penutup dari 3 tema fashion show saya sebelumnya, 'Perjalanan', 'Tirakat' dan 'Persimpangan'. Kali ini koleksinya lebih sunyi dan tenang," ungkapnya.

Koleksinya dipercantik dengan motif lurik yang diproses menggunakan teknik 'geredan'. Sebuah teknik pengolahan kain yang membuat motifnya berada di tepi kain.

 Tepian by Lulu Lutfi Labibi

Pameran busana di JFW 2019 (Windy Sucipto/ Kapanlagi Youniverse)

Dua desainer yang langganan tampil di panggung mode ini memboyong 30 karya terbarunya. Hampir keseluruhan didominasi dengan potongan oversize dan teknik drapping. Warna kuning kunyit, biru serta detail brukat mempercantik koleksi yang terbuat dari bahan katun dan organdi.

(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary
Join Dream.co.id