Muncul Rasa Mual Setelah Olahraga? Tak Perlu Panik

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 17:12

Reporter : Mutia Nugraheni

Rasa mual setelah olahraga dapat dialami siapa saja, hal ini tidak berkaitan dengan seberapa bugar dan sehat kondisi seseorang.

Dream - Olahraga merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Pada beberapa orang, olahraga dengan juga memiliki efek samping jika tidak dilakukan dengan benar, seperti mual, lemas dan nyeri.

Mengalami kondisi demikian, seringkali membuat seseorang jadi merasa khawatir dan enggan untuk berolahraga lagi. Keluhan mual setelah olahraga sebenarnya merupakan hal normal.

Sahabat Dream mungkin penasaran apa yang memicu rasa mual setelah olahraga. Yuk cari tahu.

Bukan Berarti Tidak Bugar

Rasa mual setelah olahraga dapat dialami siapa saja, hal ini tidak berkaitan dengan seberapa bugar dan sehat kondisi seseorang. Tim peneliti dari Frontiers in Physiology menjelaskan bahwa sistem pencernaan yang menyebabkan hal itu terjadi. Lebih tepatnya, olahraga mengganggu saluran gastrointestinal, yang mengakibatkan gejala seperti mual, dan muntah.


Peningkatan Intensitas Olahraga Pengaruhi Usus
Ketika olahraga, darah mengalir ke otot yang digerakkan dan organ vital seperti jantung, paru-paru, dan otak. Sedangkan darah yang dialirkan ke organ pencernaan lebih sedikit, alhasil dapat menghentikan proses memecah makanan di perut.

Menurut Brian Babka, MD , spesialis kedokteran olahraga dan tim dokter untuk Northern Illinois University Athletics, bahwa beberapa olahraga menyalurkan darah keluar dari saluran gastrointestinal. Sehingga semakin banyak darah yang dialihkan, semakin intens gejala yang dirasakan.

" Rasa mual tersebut merupakan gejala kurangnya aliran darah, atau indikasi bahwa makanan yang dikonsumsi sebelum olahraga kurang tepat," ungkapnya.

 

 

Muncul Rasa Mual Setelah Olahraga? Tak Perlu Panik
Olahraga/ Foto: Shutterstock
2 dari 7 halaman

Makan dan Minum Sebelum Berolahraga

Faktor terbesar dari rasa mual adalah waktu dan makanan yang dimakan sebelum berolahraga. Makan terlalu dekat dengan olahraga tidak akan memberi waktu yang cukup untuk mencerna makanan, dan akan menyebabkan kelaparan dan lesu. Waktu yang dianjurkan untuk makan sebelum olahraga sekitar 1-3 jam sebelumnya.

 Olahraga Terbaik untuk Otak, Biar Tak Jadi Pelupa© MEN

Makanan berlemak jenuh tinggi butuh lebih banyak waktu untuk dicerna. Makanan tersebut dapat merangsang tubuh untuk membantu empedu memproses lemak. Hal ini dapat menambah tekanan lambung dan memperburuk rasa mual. Makanan pedas, asam, dan kafein juga dapat memperburuk tekanan lambung.

Lebih baik konsumsi protein tanpa lemak dan karbohidrat kompleks. Selain itu, meminum air yang cukup akan mencegah dehidrasi yang bisa menyebabkan mual.

 

3 dari 7 halaman

Jangan Dipaksa

Rasa mual saat olahraga bisa menjadi indikasi bahwa tubuh terlalu dipaksa dan kekurangan istirahat di sela olahraga. Menghentikan olahraga secara tiba-tiba juga dapat memperparah rasa mual karena akan terjadi perubahan besar dimana aliran darah akan mengalir dalam waktu singkat. Untuk mengatasinya, turunkan intensitas olahraga dengan berjalan dengan kecepatan lambat atau sedang.

Mual yang disebabkan oleh olahraga tidak perlu dikhawatirkan, kecuali jika disertai gejala yang lebih parah seperti demam, kram otot yang parah, nyeri dada, menggigil, atau urine berwarna cokelat. Jika merasa mual secara terus menerus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Health

4 dari 7 halaman

Olahraga Terbaik untuk Otak, Biar Tak Jadi Pelupa

Dream - Sering lupa, tak fokus atau kesulitan menganalisis situasi, mungkin sering Sahabat Dream alami saat kuliah atau bekerja. Dalam hal tersebuut otak tentunya sangat berperan.

Untuk itu, kita perlu memberikan asupan yang baik untuk otak seperti ikan laut berlemak, avokad, kacang-kacangan dan telur. Selain itu yang juga tak kalah penting adalah, rutin berolahraga.

Tentunya kita tak mau cepat pikun dan salah satu caranya adalah berolahraga. Lalu apa olahraga terbaik untuk menjaga kerja dan kesehatan otak?

" Olahraga terbaik untuk otak adalah olahraga yang kamu nikmati. Melakukan olahraga berdasarkan apa yang disukai dan dinikmati akan membantu kita untuk konsisten dalam jangka panjang," kata Howard Fillit, M.D., Direktur Eksekutif dan Chief Science Officer di Alzheimer's Drug Discovery Foundation, dikutip dari Martha Stewart.

Meskipun begitu, terdapat hal yang harus diperhatikan dalam memilih aktivitas olahraga yang menstimulasi kognisi, dan menjaga agar tubuh dan pikiran tetap sehat. Perhatikan empat hal ini.

5 dari 7 halaman

Olahraga yang Menantang dalam Berbagai Level

Olahraga seperti aerobik dan latihan ketahanan serta keseimbanganbisa jadi pilihan untuk melatih kognisi. Dokter Fillit mengungkap bahwa olahraga keseimbangan memiliki efek positif pada kesehatan otak pada orang dewasa.

 Pilihan Olahraga Tepat Bagi yang Sedang Program Hamil© MEN

Ia juga menambahkan, olahraga yang mengharuskan otak bekerja seperti menghafal koreografi dapat meningkatkan kesehatan otak. Untuk keseimbangan bisa memilih latihan yoga atau pilates. Sementara untuk menghafal gerakan bisa ikut hip hop class.

 

6 dari 7 halaman

Rutin dilakukan

Apapun olahraga yang dilakukan pastikan dilakukan secara rutin. Minimal 3 kali dalam satu minggi. Berdasarkan sebuah penelitian pada 2017 yang diterbitkan di The Lancet, hampir 3% dari semua kasus Alzheimer mungkin disebabkan oleh kurang olahraga.

 Wajib Dilakukan! Ini 8 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga© MEN

Diketahui bahwa olahraga meningkatkan fungsi pembuluh darah otak dan dapat mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa olahraga dapat meningkatkan tingkat faktor pertumbuhan neuroprotektif, meningkatkan generasi sel-sel otak baru, atau mengurangi peradangan di otak.

 

7 dari 7 halaman

Mempelajari Keterampilan Baru

Melakukan hal baru juga dapat meningkatkan kesehatan dan memori otak. Merangsang otak untuk terus belajar akan melindungi dari penurunan fungsi kognitif. Bisa dengan belajar bahasa baru, ikut kelas keterampilan atau mungkin ikut kegiatan relawan yang menantang.

 Manfaat Pemanasan Sebelum Olahraga, Cegah Cedera hingga Tingkatkan Stamina© MEN

Mungkin banyak yang berpikir bahwa usia dewasa dan tua sudah terlalu terlambat untuk melakukan olahraga, namun hal itu tidak benar. Setiap olahraga yang dilakukan akan bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan. World Health Organization (WHO) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit latihan aerobik intensitas sedang (atau 75 menit intensitas kuat) setiap minggu, juga setidaknya dua hari aktivitas penguatan otot.

 

Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita

Join Dream.co.id