Lebih Ramah Lingkungan dengan Memilih Bahan Pakaian yang Tepat

Lifestyle | Sabtu, 27 November 2021 17:00

Reporter : Cynthia Amanda Male

Cari tahu juga cara merawat pakaian agar lebih awet.

Dream - Memulai hidup ramah lingkungan tidak selalu diawali dengan belajar mengelola sampah dengan baik atau pengurangan pemakaian sedotan atau alat makan yang terbuat dari plastik saja.

Hidup ramah lingkungan juga bisa dimulai dengan memperhatikan pakaian yang dipakai dan cara merawatnya agar dapat dikenakan untuk waktu cukup lama.

Faktanya, tidak semua pakaian mudah didaur ulang dan terurai. Bahan yang terbuat dari plastik, seperti polyester, acrylic, nylon, spandex, organza, dan tafeta tidak akan terurai di tanah selama 200 tahun.

Sedangkan berdasarkan unggahan akun Instagram @demibumi.id, bahan pakaian alami seperti katun, serat bambu, hemp/rami, sutera, wol/kasmir, serta rayon/viscose dapat terurai di tanah selama 5 bulan.

Lebih Ramah Lingkungan dengan Memilih Bahan Pakaian yang Tepat
Menyuci Pakaian. (Source: Shutterstock)
2 dari 3 halaman

Bisa mencemari lingkungan ketika dicuci

 Menyuci Pakaian© Shutterstock

Di samping sulit terurai, bahan pakaian yang terbuat dari plastik seperti acrylic dan polyester juga memproduksi lebih banyak mikroplastik ketika dicuci. Mikroplastik sendiri merupakan zat kimia yang dapat mencemari lingkungan.

Maka dari itu, hindarilah pemakaian pakaian berbahan dasar plastik agar lebih ramah lingkungan. Jika masih memiliki pakaian yang berbahan dasar plastik, kamu bisa menggunakan washing nets pada mesin cuci.

Washing nets tersebut akan menangkap mikrofiber atau mikroplastik yang dilepaskan oleh bahan pakaian polyester. Sehingga, bahan tersebut tidak mencemari udara.

3 dari 3 halaman

Tips merawat pakaian agar lebih tahan lama

Selain itu, Deepa Hingorani, Sustainable Fashion Consultant juga menyarankan untuk menyuci pakaian dengan air yang bersuhu sejuk atau dingin agar pakaianmu tidak mudah rusak.

" Selalu cari tahu instruksi perawatan pakaian di setiap label pakaian. Tapi, lebih baik untuk mencuci dengan suhu air yang lebih dingin. Dan isi mesin cuci hingga penuh air untuk menjaga kualitas pakaian," ungkapnya dalam webinar Jakarta Fashion Hub (JFH) 'Fashions Change, Forests Stay', Jumat 26 November 2021.

Khusus untuk pakaian berbahan denim, Deepa menyarankan untuk tidak terlalu sering dicuci. " Denim tidak perlu sering dicuci seperti bahan pakaian lainnya. Taruh pakaian berbahan denim di freezer" .

Deterjen yang dipakai untuk menyuci pakaian juga perlu diperhatikan. Pemakaian deterjen yang mengandung bahan kimia berbahaya atau terlalu keras bisa membuat pakaian lebih mudah rusak. Pilihlah deterjen berbahan ringan agar bisa menjaga kualitas pakaian serta kesehatan kulit.

Join Dream.co.id