Lawan Corona, Anne Avantie Rancang Baju APD Gratis!

Lifestyle | Jumat, 27 Maret 2020 13:10
Lawan Corona, Anne Avantie Rancang Baju APD Gratis!

Reporter : Annisa Mutiara Asharini

Desainer kondang asal Semarang itu dikenal lewat koleksi kebaya mewah.

Dream - Desainer kondang Anne Avantie ikut serta melawan wabah corona Covid-19). Ia merancang baju alat pelindung diri (APD) untuk para tenaga kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Anne melalui video Instagram. Ia memperlihatkan proses pembuatan APD di markas divisi Anne Avantie Foundation.

 Anne Avantie© Dream

Jika biasanya merancang kebaya, Anne kali ini merancang baju APD berwarna putih.

" Dengan segala KETERBATASAN yang ada dan hanya dengan mesin MANUAL. kami berjuang untuk dapat memberikan sesuatu untuk bangsa ini," tulis Anne di Instagram.

Baju-baju APD tersebut merupakan persembahan Anne Avantie bagi pahlawan kemanusiaan yang sedang berjuang memerangi Covid-19 di garda terdepan.

2 dari 8 halaman

Tidak Dijual

Menurut Anne, Hasil produksi baju APD tidak akan diperjualbelikan. Desainer asal Semarang itu akan menyumbangkan baju APD ke rumah sakit yang membutuhkan.

Syaratnya, permohonan kebutuhan baju APD hanya bisa dilakukan oleh rumah sakit dengan memakai surat resmi. Ia tidak melayani perorangan. Anne juga membuka donasi yang akan disalurkan untuk orang yang membutuhkan.

 Anne Avantie© Dream

Foto: Instagram @anneavantieheart

Anne juga mengajak para desainer dan pelaku industri garmen untuk ikut serta membuat baju APD.

" Kalau saya BISA ... Ayo PENJAHIT - PENJAHIT lain pasti bisa....Dan apalagi GARMENT - GARMENT anda pasti LEBIH BISA..." tegasnya.

3 dari 8 halaman

Desainer Lady Gaga Ciptakan APD untuk Lawan Corona

Dream - Desainer Lady Gaga, Brandon Maxwell turut serta melawan virus corona lewat fashion. Pria 35 tahun itu merancang sejumlah alat pelindung diri (APD).

APD yang terdiri atas masker, pakaian serta barang lainnya akan disalurkan kepada tenaga medis di beberapa rumah sakit.

" Menanggapi krisis global yang sedang terjadi, kami sekarang memfokuskan upaya kreatif untuk membuat APD, dimulai dari pakaian," tutur Brandon, dilansir dari Page Six.

 Brandon Maxwell© Dream

 

4 dari 8 halaman

Pemilik label Brandon Maxwell itu mengatakan timnya sudah melakukan penelitian untuk merancang APD.

" Kami menghabiskan minggu terakhir untuk meriset bahan tekstil medis agar bisa dijadikan pakaian dokter dan perawat yang berada di garda depan," ujarnya.

Bukan hanya Brandon Maxwell, desainer Christian Siriano juga mengerahkan tim penjahitnya untuk membantu mengatasi kekurangan APD. Ia juga kerap mengunggah foto-foto prototipe rancangannya ke Instagram.

 Christian Siriano© Dream

" Jika @NYGovCuomo berkata kita perlu masker, tim saya akan bantu membuatnya. Saya punya tim penjahit dan staf yang bekerja dari rumah, mereka dapat membantu," tutur Siriano membalas imbauan Gubernur Andrew Cuomo di Twitter.

5 dari 8 halaman

Kekurangan APD, Perawat Ini Pakai Kantong Plastik Sampah

Dream - Alat pelindung diri (APD) menjadi barang langka di saat seperti ini. Tak ingin meninggalkan pasiennya, sejumlah perawat memanfaatkan jas hujan sebagai ganti baju hazmat yang kian langka.

Di Malaysia, beredar video perawat yang memakai kantong plastik sampah. Kantong plastik itu diubah menjadi potongan untuk menutupi dada dan kepala.

Dalam video yang diunggah di akun Facebook, Sera Bagus, tampak perawat terus bekerja meskipun dalam kondisi lunglai.

" Tak apa lemas sekali, dari pada lemas selama-lamanya,"  kata perawat itu.

Tetapi, kondisi serupa tak hanya terjadi di Malaysia. Di Inggris dan belahan dunia lain petugas medis kesulitan alat pelindung diri.

Para perawat di Northwick Park Hospital, Harrow, menyebut tidak ada tempat perawatan yang tersisa setelah kedatangan gelombang tiba-tiba pasien yang terinfeksi Covid-19. Sejauh ini, dilaporkan Express, puluhan pasien berjuang di ruang intensif.

Seorang kepala kesehatan senior telah menyarankan ambang batas usia 60 dapat ditempatkan di lokasi penerimaan, untuk mengurangi tekanan pada tempat tidur di rumah sakit di Inggris.

Rumah Sakit Northwick Park mengkonfirmasi telah mencapai " kapasitas perawatan kritis" karena jumlah pasien dengan Covid-19 melonjak di London.

Kondisi kritis di rumah sakit terhentikan setelah pasien dipindahkan ke rumah sakit terdekat untuk menciptakan lebih banyak ruang.

6 dari 8 halaman

Tak Ada Hazmat, Dokter Indonesia Pakai Plastik Sampah

Dream - Dokter-dokter di rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Covid-19 di Indonesia, sedang sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD).

Salah satu perlengkapan yang sangat dibutuhkan adalah hazmat suit atau hazardous material suit.

Pakaian pelindung ini digunakan oleh dokter-dokter yang menangani pasien dengan level biohazard tinggi, seperti pasien Covid-19. Pada banyak rumah sakit, perlengkapan hazmat ini sangat terbatas, bahkan habis.

Sebuah fakta memilukan, diunggah oleh Mesty Ariotedjo, seorang model yang kini menjadi dokter spesialis anak di akun Instagramnya.

Ia mengunggah foto rekan sejawatnya yang menangani pasien Covid-19 menggunakan plastik sampah untuk melindungi diri.

 

7 dari 8 halaman

Hal ini lantaran pasokan APD sangat sulit. Mesty pun mengungkap kalau para dokter sebenarnya mempertaruhkannya nyawa mereka sendiri saat menangani pasien tanpa perlindungan yang memadai.

 Dokter gunakan plastik sampah untuk APD© Dream

(Foto: Instagram Mesty)

"  Prihatin sekali melihat keadaan nyata di lapangan, rekan sejawat memakai alat tempur yang sangat tidak layak, kantong plastik sampah. Semua sejawat bekerja keras semampunya, bahkan membahayakan diri mereka sendiri. Sampai saat ini telah terdata di hotline @wecare.id laporan dari 54 rumah sakit dan puskesmas yang kekurangan alat pelindung diri. Sudah banyak dari pihak masyarakat yang bergerak sendiri melalui rekening pribadi, @kitabisacom, @wecare.id, dan lainnya," tulis Mesty.

8 dari 8 halaman

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, juga mendesak pemerintah untuk menjamin kelengkapan keamanan bagi tenaga medis yang berada di garda depan penanganan Covid-19.

 Mesty Ariotedjo© Dream

" Terus terang kami juga harus bekerja lebih keras untuk menemukan distributor yang menyediakan APD yang sesuai dan lengkap. Semoga @jokowi dan pemerintahannya juga dapat bergerak cepat untuk merealisasikan janji-janjinya. Jika ingin melibatkan relawan bahkan hingga mahasiswa kedokteran ke medan perang, jangan bahayakan mereka, pastikan kelengkapan alat pelindung diri dan keselamatan mereka. Karena jika tentaranya runtuh di medan, siapa yang akan menolong para pasien? Kami butuh APD segera dan cepat. Keselamatan kami tidak dalam hitungan hari atau minggu, tapi menit bahkan detik," ungkapnya.

Join Dream.co.id